Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image didik sarwoko

Pemrograman PLC Start-Stop Motor Menggunakan Ladder Diagram

Edukasi | 2026-09-14 11:33:29

Pemrograman PLC Start-Stop Motor Menggunakan Ladder Diagram

1. Pendahuluan

Sistem Start-Stop motor merupakan salah satu program dasar yang wajib dipahami dalam pemrograman PLC. Program ini banyak digunakan pada sistem otomasi industri untuk menghidupkan dan mematikan motor listrik menggunakan tombol tekan (push button).

Pada sistem konvensional, rangkaian Start-Stop biasanya menggunakan kontaktor, relay bantu, tombol START, tombol STOP, dan kontak bantu kontaktor sebagai rangkaian self-holding. Dengan PLC, fungsi logika tersebut dapat dibuat melalui program sehingga rangkaian kontrol menjadi lebih fleksibel dan mudah dikembangkan.

2. Tujuan

Pemrograman ini bertujuan untuk:

 

  1. Memahami konsep dasar PLC.
  2. Memahami fungsi input dan output PLC.
  3. Membuat program Ladder Diagram sederhana.
  4. Mengontrol motor menggunakan tombol START dan STOP.
  5. Memahami prinsip self-holding pada PLC.

3. Komponen yang Digunakan

Contoh komponen:

KomponenFungsiPLCPengendali sistemPush Button STARTMenjalankan motorPush Button STOPMenghentikan motorKontaktorMenghubungkan motor ke sumber listrikMotor 3 fasaBeban yang dikendalikanOverload RelayProteksi motorLampu indikatorMenunjukkan status motor

4. Alamat Input dan Output

Sebagai contoh digunakan alamat PLC:

PerangkatAlamatFungsiSTARTX0Perintah menjalankan motorSTOPX1Perintah menghentikan motorKontaktor MotorY0Mengaktifkan motor

Alamat X dan Y hanya contoh. Pada PLC WECON, Siemens, Mitsubishi, Omron, atau PLC lainnya, alamat dapat berbeda sesuai tipe PLC dan konfigurasi I/O.

5. Prinsip Kerja

Ketika tombol START ditekan, PLC membaca input X0 sebagai kondisi ON. Program kemudian mengaktifkan output Y0 yang digunakan untuk mengendalikan kontaktor motor.

Agar motor tetap berjalan setelah tombol START dilepas, digunakan kontak Y0 sebagai self-holding atau pengunci.

Ketika tombol STOP ditekan, kondisi rangkaian menjadi OFF sehingga output Y0 mati dan kontaktor memutuskan suplai motor.

Urutan kerjanya:

START → PLC → Y0 ON → Kontaktor ON → Motor ON

Sedangkan untuk menghentikan:

STOP → PLC → Y0 OFF → Kontaktor OFF → Motor OFF

6. Ladder Diagram

Konsep dasar Ladder Diagram dapat digambarkan sebagai berikut:

Keterangan:

 

  • [ X1] = kontak STOP.
  • [ X0 ] = kontak START.
  • [ Y0 ] = kontak pengunci (self-holding).
  • ( Y0 ) = coil output motor.

Kontak Y0 dipasang paralel dengan START. Ketika Y0 sudah ON, kontak Y0 ikut ON sehingga motor tetap berjalan walaupun tombol START dilepas.

7. Cara Kerja Program

Kondisi 1 – Motor Berhenti

Pada awal sistem, X0 belum ditekan dan Y0 dalam kondisi OFF. Motor belum mendapatkan perintah untuk berjalan.

Kondisi 2 – Tombol START Ditekan

Ketika X0 ditekan, PLC menjalankan logika program dan mengaktifkan Y0.

X0 = ON → Y0 = ON → Motor ON

Kontak Y0 kemudian ikut aktif sehingga terbentuk fungsi self-holding.

Kondisi 3 – Tombol START Dilepas

Setelah START dilepas:

X0 = OFF

Namun Y0 tetap ON karena kontak Y0 menjadi pengunci.

Motor tetap berjalan.

Kondisi 4 – Tombol STOP Ditekan

Ketika tombol STOP ditekan, logika pada X1 memutus rangkaian program sehingga Y0 menjadi OFF.

STOP → Y0 OFF → Kontaktor OFF → Motor OFF

8. Pengembangan Program

Program sederhana ini dapat dikembangkan dengan menambahkan:

 

  • Emergency Stop
  • Overload protection
  • Lampu indikator RUN
  • Lampu indikator FAULT
  • Timer
  • Counter
  • Sensor
  • HMI
  • Inverter/VFD
  • Mode Auto dan Manual

Contohnya, sinyal overload dapat dimasukkan ke program sehingga PLC otomatis mematikan motor apabila terjadi beban berlebih.

9. Kesimpulan

Pemrograman Start-Stop motor merupakan dasar penting dalam pembelajaran PLC. Program ini memperkenalkan konsep input, output, Ladder Diagram, coil, kontak NO/NC, dan self-holding.

Dengan memahami program sederhana ini, pemrogram dapat melanjutkan ke sistem kontrol yang lebih kompleks seperti kontrol conveyor, pompa otomatis, sistem interlock, kontrol motor forward-reverse, hingga integrasi PLC dengan HMI dan SCADA.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image