Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Naila Dhiya Ulhaq

Ilusi Afirmasi Apakah Kita Benar-Benar Berubah atau Sekadar Menuruti Label?

Gaya Hidup | 2026-08-16 12:17:51

Oleh: Naila Dhiya Ulhaq

Mahasiswa Politeknik Negeri Padang

Sumber foto: Dokumentasi pribadi (diedit dengan Ai)

Kita semua relate enggak sih, kalau pujian yang terus berulang itu dapat mengubah kepribadian seseorang? Misalnya, seseorang yang sebenarnya biasa saja, tapi ketika memiliki rezeki lebih, orang orang sekitarnya sering menyebutnya sebagai tipikal orang yang royal. Karakter itu perlahan mulai melekat pada dirinya. Pujian yang sering ia dengar itu berubah menjadi motivasi untuk membuktikan bahwa ia benar seperti yang mereka bilang.

Secara psikologis, ia merasa terdorong untuk memenuhi ekspektasi tersebut agar tidak mengecewakan, sekaligus membentuk identitas baru dari lingkungan sekitarnya. Mekanisme psikologis ini sejalan dengan Labeling Theory yang dikemukakan oleh Edwin Lemert. Teori ini menjelaskan bahwa ketika lingkungan sosial memberikan sebuah julukan kepada seseorang, alam bawah sadar individu tersebut akan mendorong perilakunya agar selaras dengan identitas baru yang diberikan kepadanya.

Di sisi lain, afirmasi positif ini tidak hanya berdampak pada perubahan karakter, tetapi juga baik untuk kesehatan mental. Orang yang sering mendapatkan energi positif, cenderung lebih berani dan percaya diri karena afirmasi tersebut melatih otak untuk fokus pada potensi serta mencari solusi. Keyakinan yang terbentuk secara perlahan akan membangkitkan semangat untuk terus berusaha dan berorientasi pada solusi.

Penerapan afirmasi ini sebenarnya bisa dimulai dari hal hal kecil, seperti berbicara kepada diri sendiri dengan kata-kata yang membangun. Daripada selalu meragukan kemampuan diri sendiri, lebih baik kita melatih pikiran untuk menciptakan energi positif. Seperti mengucapkan "Aku pasti bisa melewati ini" atau "Selagi ada rezeki lebih, kapan lagi bisa berbagi". Kalau kalimat positif ini diulang terus secara konsisten, otak kita bakal terbiasa merespons tekanan dengan lebih tenang.

Hal sederhana itu mampu memberi dampak yang nyata, bukan hanya mengubah karakter, tetapi juga membawa pengaruh besar bagi kesehatan mental. Memang prosesnya tidak instan, tetapi apa pun yang kita ulang terus-menerus akan menjadi kebiasaan, dan naluri kita menganggapnya sebagai hal yang harus dilakukan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Pada akhirnya, perubahan besar justru dimulai dari langkah-langkah kecil. Membiasakan diri dan menanamkan afirmasi yang positif adalah awal untuk membentuk energi baik dalam diri kita.

Referensi

Halodoc. (2026, Juni 19). Afirmasi: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya. Halodoc. https://www.halodoc.com/...

Putri, V. M. K. (2021, 20 Agustus). Teori Labeling: Pengertian, Dampak, dan Contohnya. Kompas.com. https://www.kompas.com/

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image