Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Adzra Calya Kanaya

Memendam Emosi: Diam yang Berdampak pada Kesehatan

Gaya Hidup | 2026-08-12 22:29:48

Dampak yang cukup serius dari kebiasaan memendam emosi adalah pengaruhnya kesehatan fisik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres berkepanjangan dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan keseimbangan hormon. Kondisi tersebut diduga memiliki kaitan dengan munculnya atau memburuknya beberapa penyakit autoimun pada individu tertentu. Oleh karena itu, penting untuk mengelola dan mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat agar stres tidak terus menumpuk dan berdampak pada kesehatan tubuh maupun kondisi psikologis.

Pernahkah kita mengatakan, "Aku tidak apa-apa," padahal sebenarnya sedang tidak baik-baik saja? Kalimat tersebut sering kali menjadi bentuk penyangkalan terhadap perasaan yangs edang dirasakan. Banyak orang terbiasa menyimpan perasaannya karena takut dianggap lemah, takut merepotkan, atau tidak ingin membuat orang-orang di sekitarnya khawatir. Tanpa disadaro, hal tersebut merupakan salah satu bentuk kebiasaan memendam emosi.

Untuk memengaruhi kebiasaan memendam emosi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan :

1. Meyakini bahwa emosi bukan sebuah kelemahan

Melupakan emosi bukan berarti kita lemah. Menangis bukan lemah, marah bukan berarti jahat, dan merasa kecewa bukan berarti kita akan kehilangan seseorang. jadikan emosi sebagai bentuk ekspresi perasaan, bukan sebagai hambatan.

2. Mengekspresikan emosi bukan berarti berlebihan

Mengekspresikan emosi bukanlah sesuatu yang berlebihan selama dilakukan dengan cara yang tepat. Mengekspresikan emosi tidak selalu berarti marah-marah atau meluapkan dengan lantang di depan umum. Perasaan dapat disampaikan dengan baik kepada orang yang bersangkutan atau kepada orang dipercaya.

3. Mengenal diri sendiri

Kita juga perlu memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi agar dapat mengekspresikannya dengan baik. Oleh karena itu, kita perlu mengenali dan memahami diri sendiri. Dengan mengenali diri, kita dapat memahami emosi yang muncul, mengendalikannya, serta mengekspresikannya dengan cara yang tepat sehingga tidak ada emosi yang terus-menerus terpendam.

Menjaga kesehatan mental merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Oleh karena itu, jangan takut untuk mengungkapkan emosi. Meminta bantuan juga bukan tanda kelemahan. Setiap orang membutuhkan ruang untuk mengekspresikan apa yang dirakasakan demi menjaga kesehatan mental.

sumber :

Jangan anggap sepele, ini bahaya memendam emosi. (2024, November 1). Alodokter. https://www.alodokter.com/jangan-anggap-sepele-ini-bahaya-memendam-emosi

Benarkah memendam emosi bisa sebabkan penyakit autoimun? (2026, May 11). Alodokter. https://www.alodokter.com/komunitas/topic/benarkah-memendam-emosi-bisa-sebabkan-penyakit-autoimun-

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image