Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Maria Duarty Hesti Wening Wulandari

Dampak Terlalu Sering Mengkonsumsi Matcha Bagi Kesehatan

Gaya Hidup | 2026-08-12 21:32:53
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https%3A%2F%2Fmasindo.org%2Farticle%2Fdetail%2Fwaspada-risiko-di-balik-tren-matcha-kenali-batas-aman-konsumsi&ved=0CBYQjRxqFwoTCMCSw-ymm5YDFQAAAAAdAAAAABBT&opi=89978449

Matcha merupakan teh hijau berbentuk bubuk yang dikonsumsi bersama seluruh bagian daun yang telah digiling. Matcha mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti katekin, Epigallocatechin gallate (EGCG), kafein, dan L-theanine. Kandungan tersebut membuat matcha memiliki berbagai potensi manfaat kesehatan. Namun, konsumsi secara berlebihan juga perlu diperhatikan (Kochman et al., 2021).

Salah satu dampak yang dapat muncul berkaitan dengan kandungan kafein. Kafein dapat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi, tetapi konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kegelisahan, jantung berdebar, sakit kepala, dan gangguan tidur. Risiko tersebut juga dipengaruhi oleh total kafein yang dikonsumsi dari sumber lain, seperti kopi, teh, dan minuman energi.

Selain kafein, kandungan EGCG dalam matcha juga perlu diperhatikan. European Food Safety Authority melaporkan bahwa katekin dari minuman teh hijau pada umumnya tidak menimbulkan kekhawatiran kesehatan. Namun, konsumsi EGCG dalam bentuk suplemen dengan dosis tinggi, terutama 800 mg per hari atau lebih, dapat meningkatkan risiko peningkatan enzim hati pada sebagian individu (EFSA Panel on Food Additives and Nutrient Sources added to Food [ANS], 2018). Hal ini menunjukkan bahwa risiko dari green tea extract tidak dapat disamakan secara langsung dengan konsumsi matcha sebagai minuman.

Isomura et al. (2016) melalui systematic review juga menemukan bahwa gangguan terkait fungsi hati dapat terjadi pada sebagian kecil individu yang mengkonsumsi green tea extract. Sementara itu, Mahmoodi et al. (2020) menemukan bahwa konsumsi green tea atau katekin tidak secara konsisten menyebabkan peningkatan enzim hati.

Dengan demikian, terlalu sering mengkonsumsi matcha tidak dapat dikatakan berbahaya bagi semua orang. Risiko lebih dipengaruhi oleh jumlah konsumsi, kandungan kafein, bentuk produk, dan kondisi individu. Konsumsi matcha sebagai minuman dalam jumlah wajar berbeda dengan konsumsi ekstrak teh hijau berkonsentrasi tinggi. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui dampak jangka panjang konsumsi matcha secara rutin (Kochman et al., 2021).

Daftar Pustaka

EFSA Panel on Food Additives and Nutrient Sources added to Food (ANS). (2018). Scientific opinion on the safety of green tea catechins. EFSA Journal, 16(4), 5239. https://doi.org/10.2903/j.efsa.2018.5239

Isomura, T., Suzuki, S., Origasa, H., et al. (2016). Liver-related safety assessment of green tea extracts in humans: A systematic review of randomized controlled trials. European Journal of Clinical Nutrition, 70(11), 1221–1229. https://doi.org/10.1038/ejcn.2016.78

Kochman, J., Jakubczyk, K., Antoniewicz, J., Mruk, H., & Janda, K. (2021). Health benefits and chemical composition of matcha green tea: A review. Molecules, 26(1), 85. https://doi.org/10.3390/molecules26010085

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image