Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image humas ump

Rektor UMP Prof Jebul Suroso Raih Gelar Pendekar Kehormatan Tapak Suci Tingkat Melati II

Info Terkini | 2026-08-10 09:12:43

Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Prof. Dr. Jebul Suroso, kembali memperoleh penghargaan membanggakan. Ia dianugerahi gelar Pendekar Kehormatan Tingkat Melati II Tapak Suci Putera Muhammadiyah dalam rangkaian Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026).

Penganugerahan tersebut menjadi bentuk kehormatan sekaligus pengakuan atas komitmen dan kontribusi Prof. Jebul Suroso dalam mendukung gerakan Persyarikatan Muhammadiyah, termasuk penguatan nilai pendidikan, karakter, dan kaderisasi generasi muda.

Tapak Suci Putera Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak dalam bidang seni bela diri pencak silat. Tidak hanya mengembangkan kemampuan bela diri, Tapak Suci juga menjadi bagian dari sistem kaderisasi Muhammadiyah yang menanamkan nilai keislaman, kedisiplinan, keberanian, sportivitas, dan pengabdian.

Bagi UMP, penghargaan yang diterima Prof. Jebul Suroso memiliki makna tersendiri. Selain memimpin perguruan tinggi, ia kini menyandang kehormatan dalam salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang memiliki jaringan luas di Indonesia maupun mancanegara.

Prof. Jebul Suroso menyampaikan rasa syukur atas penganugerahan tersebut. Menurutnya, gelar kehormatan tidak semata-mata menjadi penghargaan personal, melainkan membawa tanggung jawab untuk semakin memperkuat nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah dalam kehidupan dan kepemimpinan.

“Alhamdulillah, penghargaan ini tentu menjadi sebuah kehormatan sekaligus amanah. Semangat Tapak Suci mengajarkan kepada kita tentang kedisiplinan, keberanian, ketangguhan, persaudaraan, serta bagaimana kekuatan harus senantiasa dibingkai dengan akhlak dan nilai-nilai Islam,” ujar Prof. Jebul.

Ia menilai pendidikan karakter yang dikembangkan melalui Tapak Suci memiliki relevansi kuat dengan tantangan generasi muda saat ini. Kemajuan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat, menurutnya, perlu diimbangi dengan pembentukan karakter yang kokoh.

“Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik. Kita membutuhkan generasi yang memiliki karakter, mental tangguh, mampu bekerja sama, berani menghadapi perubahan, tetapi tetap memiliki pijakan moral dan spiritual yang kuat,” katanya.

Perkuat Pendidikan Karakter di UMP

Prof. Jebul Suroso mengatakan semangat tersebut juga sejalan dengan upaya UMP dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter mahasiswa.

Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah, UMP terus mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam proses pendidikan. Kehadiran organisasi otonom dan berbagai aktivitas kemahasiswaan menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang memiliki kompetensi sekaligus karakter kepemimpinan.

Menurut Prof. Jebul, pencak silat juga merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa yang harus terus dirawat dan dikembangkan oleh generasi muda. Melalui Tapak Suci, pengembangan olahraga dan budaya tersebut bertemu dengan pendidikan karakter serta nilai dakwah.

“Tapak Suci bukan hanya berbicara tentang kemampuan bela diri. Di dalamnya terdapat proses pendidikan, pembentukan mental, penghormatan kepada sesama, kedisiplinan, dan nilai pengabdian. Nilai-nilai seperti inilah yang penting terus diwariskan kepada generasi muda,” ungkapnya.

Penganugerahan Pendekar Kehormatan Tingkat Melati II tersebut sekaligus semakin memperkuat hubungan antara kepemimpinan UMP dengan gerakan Muhammadiyah dalam pengembangan sumber daya manusia.

Prof. Jebul berharap momentum Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah dapat menjadi energi baru bagi organisasi untuk semakin berkembang, memperluas kaderisasi, serta membawa pencak silat Indonesia semakin dikenal di tingkat internasional.

“Semoga Tapak Suci terus melahirkan kader-kader yang kuat secara fisik, matang secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan memiliki keberpihakan kepada kemajuan umat dan bangsa. Inilah semangat yang juga ingin terus kami tumbuhkan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto,” jelasnya.

Penganugerahan kepada Rektor UMP dalam Muktamar XVI tersebut menjadi kebanggaan bagi sivitas akademika UMP sekaligus menegaskan komitmen universitas dalam mengembangkan pendidikan yang memadukan keunggulan akademik, karakter, nilai keislaman, dan semangat pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.(tgr)

Artikel lengkap dapat diakses DISINI

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image