Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image I Gusti Putu Yoyok Irawan, ST

Analisis Kesehatan Pohon Kebun Raya Eka Karya Bali-BRIN

Wisata | 2026-07-22 09:54:23
Tim Analisis Kesehatan Pohon Kebun Raya Eka Karya Bali-BRIN (Sumber : Direktoral Pengelolaan Koleksi Ilmiah)

Kebun Raya Eka Karya Bali – BRIN berdiri pada tanggal 15 Juli 1959, sampai saat ini memiliki koleksi tanaman hasil sumbangan maupun hasil eksplorasi. Tidak dipungkiri terdapat tanaman dengan usia tua dan tentunya butuh perawatan dan perhatian yang lebih agar tidak membahayakan pengunjung yang berwisata, salah satunya adalah dengan melakukan monitoring kesehatan pohon.

Dibawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional, memiliki fungsi untuk konservasi ex-situ, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan. Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Kebun Raya Eka Karya Bali mengharuskan lebih peduli dan perhatian terhadap koleksi tanaman terutama yang sudah berumur. Hal ini dikarenakan koleksi pohon tua yang sudah berusia diatas 50 tahun berpotensi mengalami penurunan kualitas fisiologis maupun morfologi seperti terjadi pelapukan pada bagian cabang dan batang, patah pada bagian cabang, batang berlubang, cabang pohon mati, jamur yang tumbuh pada batang pohon, dan adanya retakan pada batang.

Saat ini memelihara koleksi ilmiah tumbuhan hidup sebanyak 20.030 spesimen, terdiri dari 855 marga dan 193 suku ( data per Juni 2026 Buku Kebun BRIN ). Koleksi tersebut tersebar ke seluruh wilayah Kebun Raya Eka Karya Bali yang berjumlah kurang lebih 153 hektar. Adapun koleksi usia tua lebih banyak terdapat di wilayah umum baik wilayah 1,2 dan 3. Kebun Raya Eka Karya Bali merupakan dataran tinggi yang memiliki curah hujan yang tinggi dan kelembaban yang tinggi. Kerusakan pohon dapat diakibatkan oleh adanya penyakit, sambaran petir, serangan hama dan jamur, serta tiupan angin.

Tidak ada pohon yang sepenuhnya aman mengingat kemungkinan angin yang sangat kencang dapat merusak atau menumbangkan pohon secara mekanis. Oleh sebab itu, biasanya pohon dapat diidentifikasi jika terdapat bahaya dari cacat atau karakteristik pohon rawan tumbang (Lonsdale 2000). Pohon yang mengalami kerusakan jika patah atau tumbang akan berisiko menimbulkan kerugian material dan immaterial. Oleh karena itu penilaian terhadap kesehatan pohon dan penilaian risiko pohon tumbang atau roboh sangat perlu dilakukan di kawasan Kebun Raya Eka Karya Bali demi keselamatan para pengunjung pada umumnya dan para pegawai lapangan pada khususnya.

Maksud dan Tujuan Monitoring Kesehatan Pohon Kebun Raya Eka Karya Bali

Monitoring kesehatan pohon adalah salah satu istilah yang digunakan untuk mendeteksi dan memantau kesehatan pohon yang ada di Kebun Raya Eka Karya Bali. Monitoring kesehatan pohon merupakan kegiatan untuk menjaga agar pohon selalu dalam keadaan sehat (kesehatannya terpantau) yang dilakukan secara menyeluruh dan rutin pada setiap tanaman. Hal ini berguna untuk mendeteksi status resiko pohon yang dapat digunakan dalam pertimbangan pengambilan keputusan pemeliharaan dalam meminimalisir risiko.

Risiko tersebut dapat diakibatkan karena polusi udara, aktivitas manusia, faktor biologi serta usia pohon yang diduga mengakibatkan penurunan kualitas pohon tersebut. Penurunan kualitas pohon dapat dilihat dari tingkat kerusakan yang diderita oleh pohon-pohon penyusunnya. Prinsip monitoring kesehatan pohon adalah penilaian pohon visual, yaitu pendekatan yang berdasarkan pada inspeksi visual dari tanda tanda dan gejala yang berhubungan dengan anomali dalam struktur pohon (Mattheck dan Breloer 1992 dalam Nicolotti dkk, 2009).

Evaluasi dan penilaian kesehatan pohon dilakukan secara sistematis dan menyeluruh dari pangkal hingga ujung dan mengelilingi pohon 360 derajat. Kegiatan penilaian kesehatan pohon secara visual dapat menghasilkan rekomendasi untuk pengambilan keputusan dalam melakukan pengendalian hama penyakit, pemangkasan atau penghilangan pohon.

Kegiatan monitoring kesehatan pohon menggunakan alat arborsonic ini dimaksudkan untuk mendeteksi bagian dalam pohon apakah, sehat (intact), lapuk (dekay), atau berlubang (hollow). Ada tim khusus dalam kegiatan ini yang berjumlah 6 orang. Pelaksanaan kegiatannya pun dilakukan seminggu empat kali yaitu Senin sampai Kamis.

Fungsi tim ini adalah untuk melakukan kajian dan penelitian guna pengambilan keputusan penanganan lebih lanjut. Adapun kajian penanganannya pun mempertimbangkan beberapa kondisi seperti kesehatan pohon, tingkat risiko tumbang, dampak jika pohon tumbang dan jumlah koleksi tersebut di dalam kebun.

Rekomendasi yang diberikan dapat meliputi penghilangan pohon jika berpotensi bahaya, kemudian pemangkasan dahan/cabang/ranting, pemasangan rambu-rambu pohon berbahaya dan penanggulangan hama dan penyakit.

Arborsonic dan Cara Kerjanya dalam Monitoring Kesehatan Pohon

Arborsonic merupakan suatu alat yang khusus dirancang untuk mengetahui kondisi bagian dalam pohon, apakah sudah lapuk, sehat ataupun berlubang dan sebagainya yang dapat menyebabkan pohon tumbang apabila dibiarkan begitu saja.

Cara kerja Arborsonic yaitu dengan menggunakan sensor yang dihubungkan ke pohon menggunakan seperangkat peralatan seperti palu, meteran dial caliper dan lain lain. Kemudian dilakukan pemukulan ujung logam yang sudah menancap di pohon sebanyak 3 kali agar gelombang bunyi dari logam yang satu dapat ditangkap oleh logam lain yang berada di belakangnya. Setelah itu logam dihubungkan melalui sensor ke perangkat komputer atau laptop. Kemudian sebelum alat tersebut bekerja, dilakukan penginputan data terlebih dahulu yaitu data diameter pohon dan jarak antara titik sensor ke komputer atau laptop. Hasil pemeriksaan tersebut dapat dilihat di monitor komputer atau laptop.

Hasil yang Sudah Dicapai dalam Monitoring Kesehatan Pohon

Kegiatan monitoring kesehatan pohon Kebun Raya Eka Karya Bali yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2023, sampai sekarang sudah berhasil memonitoring sebanyak kurang lebih 400 pohon tua. Kegiatan ini diprioritaskan pada pohon tua dan pohon yang dekat dengan fasilitas umum seperti kantor, wisma tamu, lokasi yang berdekatan dengan jalan umum, tempat bermain pengunjung dan lokasi yang banyak dikunjungi oleh pengunjung. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko yang ada dan berbagai hal yang tidak diinginkan.

Saat ini di Kebun Raya Eka Karya Bali sendiri untuk langkah preventif yang dilakukan yaitu memberikan rambu atau tanda pada pohon-pohon tua agar pengunjung tidak berteduh ataupun bermain di bawah pohon tersebut. Selain itu dilakukan pemangkasan dahan atau ranting dan penanggulangan hama dan penyakit. Namun untuk pohon yang berisiko tinggi atau sangat berbahaya akan direkomendasikan untuk ditebang. Biasanya akan dilakukan penebangan dengan tetap mengikuti prosedur yang ada karena untuk menebang satu pohon tetap tidak mudah dan membutuhkan proses dalam perizinannya.

Selain itu sampai Juni tahun 2026, PT. Mitra Natura Raya telah melakukan kerja sama dengan Kebun Raya Eka Karya Bali terkait penilaian kesehatan pohon.. Saat itu tim monitoring kesehatan pohon berhasil merekomendasikan sejumlah 144 spesimen untuk dilakukan penanganan. Kegiatan ini diprioritaskan untuk pohon yang berdekatan dengan jalan utama, berdekatan dengan bangunan dan keelamatan pengunjung.

I Gusti Putu Yoyok Irawan, Perekayasa Ahli Muda Badan Riset Dan Inovasi Nasional

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image