Ibu adalah Tempat Pulang
Agama | 2026-09-13 17:08:27
Dalam Islam, seorang ibu memiliki kedudukan yang mulia. Ia menjaga generasi, membentuk mereka sebagai pemimpin peradaban dan mengaliri kalbu dengan kasih sayangnya yang tak terhingga. Hatinya yang seluas samudera akan membuat seorang anak selalu ingin ke pulang ke dalam pelukannya.
Ibu menjadi rumah. Bukan sekadar tempat berlindung dari panas dan hujan, tetapi dari berbagai mara bahaya yang dihadirkan dunia di setiap harinya. Pulang kepada ibu adalah kembali pada kedamaian yang indah setelah lelah berjibaku di luar sana.
Ibu pun merupakan sekolah atau madrasah pertama bagi anak-anaknya. Di tangan seorang ibu, karakter generasi muslim dibentuk. Anak belajar adab dari ibu, bicara sepatah dua patah kata, dan berdiri di atas kakinya sendiri juga diajarkan ibu. Anak pun belajar mengekspresikan diri, menyampaikan gagasan, serta menjadi pribadi tangguh dan mulia, dari ibu.
Ibu pun mengajarkan anak agar menjadi manusia bermanfaat, mengerti permasalahan umat dan solusi hakiki agar umat kembali menjadi yang terbaik serta membentuk jiwa kepemimpinan dalam diri buah hatinya.
رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا "Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidikku di waktu kecil."
Begitu banyak perannya di dalam peradaban Islam, maka seorang ibu perlu memperkaya dirinya dengan tsaqafah Islam, menguatkan jiwa dan batinnya, juga kuat menegakkan dirinya, di tengah benturan kerusakan zaman. Ibu harus selalu menjadi rumah bagi keluarganya. Tempat pulang dan tempat berteduh.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
