Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Anqiyaa A.

Perlombaan antara Diriku dan Ibuku

Curhat | 2026-06-26 09:45:47

Aku menatap pucuk kepala ibuku, warna putih mulai menghiasi bagian depan rambutnya. Uban-uban itu mulai datang menyapa, untuk sekadar mengingatkan bahwa wanita kuat itu sudah tidak semuda dulu.

Batuknya datang lebih sering, kadang disertai dahak yang mengharuskannya pergi terburu ke kamar mandi untuk melegakan kerongkongan. Itu bukan jenis batuk biasa yang akan sembuh jika diberi obat batuk. Itu adalah batuk yang datang ketika organ tubuhnya mulai lelah bekerja. Sekarang yang bisa ia lakukan adalah mencegahnya menjadi lebih buruk lagi.

Terkadang, ia salah berbicara. Apa yang dipikirkan di otak tidak selalu keluar sebagaimana mestinya. Seharusnya berkata A, yang keluar justru B. Atau justru mencampur dua kata itu menjadi kata baru yang tidak ada di kamus.

Awalnya, hal itu lucu dan mengundang tawa, mengisi rumah dengan bahak. Tetapi lama kelamaan, batinku mulai khawatir, apakah hal itu terjadi karena ibuku sudah berumur dan kerja otaknya menurun?

Tangan yang dulu menggendongku ke mana-mana itu sekarang sudah tidak kuat mengangkat ember berisi cucian baju. Matanya yang dulu awas tidak lagi bisa melihat lubang jarum dengan seksama untuk memasukkan benang. Kakinya yang dulu sabar menemani langkah kecilku tidak bisa lagi diajak jalan jauh.

Ibuku sudah berumur, dan itu adalah kenyataan paling pahit yang harus dihadapi anak bungsu sepertiku. Ketika kita sudah merasa dewasa, ingin mencoba banyak hal, tetapi ternyata selama ini kita berlomba. Bukan dengan saingan pekerjaan, tapi dengan umur orang tua.

Satu pertanyaan kecil, bisakah kita mempersembahkan kesuksesan kepada mereka sebelum terlambat?

sumber: Unsplash

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image