Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Lutfia azzahra

Fenomena Quiet Quitting: Bekerja Secukupnya, Salah atau Wajar?

Gaya Hidup | 2026-07-21 01:39:53
Quiet Quitting: Bekerja Secukupnya, Salah atau Wajar?

Belakangan ini istilah quiet quitting semakin sering dibicarakan, terutama di kalangan anak muda. Meski namanya mengandung kata quitting atau berhenti, sebenarnya istilah ini bukan berarti seseorang mengundurkan diri dari pekerjaannya. Quiet quitting adalah kondisi ketika seseorang tetap bekerja sesuai tugas dan jam kerja yang telah ditentukan, tanpa mengambil pekerjaan tambahan di luar tanggung jawabnya.

Fenomena ini muncul karena semakin banyak orang yang mulai menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Tidak sedikit pekerja yang merasa kelelahan akibat tuntutan kerja yang berlebihan. Akibatnya, mereka memilih untuk menetapkan batas agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga.

Di sisi lain, quiet quitting juga menimbulkan perdebatan. Ada yang menilai sikap tersebut menunjukkan kurangnya semangat bekerja dan tidak memiliki motivasi untuk berkembang. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa bekerja sesuai kontrak bukanlah sebuah kesalahan. Selama pekerjaan diselesaikan dengan baik dan penuh tanggung jawab, setiap orang berhak memiliki waktu untuk dirinya sendiri dan keluarganya.

Yang perlu dipahami adalah menjaga keseimbangan bukan berarti kehilangan etos kerja. Pekerja tetap harus profesional, disiplin, dan memberikan hasil terbaik sesuai tanggung jawabnya. Sementara perusahaan juga perlu menciptakan lingkungan kerja yang sehat agar karyawan merasa dihargai dan tidak mengalami kelelahan berlebihan.

Pada akhirnya, quiet quitting bukan tentang malas bekerja, melainkan tentang memahami batas kemampuan diri. Produktivitas tidak selalu diukur dari seberapa lama seseorang bekerja, tetapi juga dari kualitas hasil yang diberikan. Dengan komunikasi yang baik antara perusahaan dan karyawan, keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi dapat tercapai tanpa mengorbankan salah satunya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image