Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image FIGO ZUL

Ketika Petani Terjebak Racun yang Mereka Percaya sebagai Solusi

Teknologi | 2026-07-15 00:48:39

Hama serangga yang menyerang tanaman padi memang bukan hal baru Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Petani hanya memiliki solusi dengan menggunakan pestisida kimia untuk mengatasi hama di sawah. Cara ini punya harga yang harus dibayar lebih dari sekadar uang untuk membeli botol semprotannya, tanah yang terus-menerus diguyur bahan kimia lama-lama kehilangan kesuburan alaminya dan air yang mengalir ke saluran irigasi ikut membawa residu itu ke lingkungan sekitar serta risiko kesehatan bagi petani yang bersentuhan langsung dengan cairan tersebut hampir setiap musim tanam. Petani tetap memilih cara ini meski tahu dampaknya karena itu cara yang paling cepat terlihat hasilnya dan tidak ada yang pernah menawarkan alternatif lain yang benar-benar bisa dipraktikkan di lapangan.

Alat perangkap serangga yang memanfaatkan cahaya lampu dan tenaga matahari yang dibuat dari pipa PVC, lampu LED ultraviolet, wadah berisi campuran air dan sabun cuci piring. Serangga tertarik cahaya di malam hari, terbang mendekat lalu jatuh ke wadah air dan tidak bisa keluar lagi. Tidak ada bahan kimia yang disemprotkan ke tanaman, tidak ada residu yang meresap ke tanah karena mengandalkan panel surya dan tidak membebani petani dengan biaya listrik. Alat sederhana ini akan langsung menyelesaikan seluruh persoalan pertanian di Desa Lasem tetapi mengajak petani untuk mau mencoba cara baru jauh lebih sulit daripada merakit alatnya sendiri. Banyak dari mereka sudah terlalu sibuk dengan urusan sawah yang tidak bisa ditinggal sembarangan dan wajar saja kalau mereka ragu meninggalkan cara lama yang sudah terbukti meski merugikan demi sesuatu yang belum pernah mereka coba. Pesoalan lingkungan pertanian tidak akan pernah selesai hanya dengan menyalahkan petani sebagai pihak yang tidak ramah lingkungan yang dibutuhkan adalah kehadiran pihak-pihak entah kampus, pemerintah desa, atau lembaga lain yang mau turun langsung, duduk bersama petani dan menawarkan solusi yang benar-benar bisa mereka kerjakan dengan tangan sendiri bukan sekadar teori di atas kertas. Teknologi tepat guna sesederhana apa pun bentuknya punya tempat penting dalam upaya menjaga keberlanjutan pertanian. Bukan karena alatnya canggih tapi karena dari mendengarkan keluhan petani secara langsung, bukan dari asumsi orang luar tentang apa yang mereka butuhkan. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, pendamping program pengabdian kepada masyarakat penerapan teknologi perangkap serangga tenaga surya di Desa Lasem, Kabupaten Gresik.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image