Markas Tersembunyi di Bawah Tanah, Rahasia Hizbullah Bertahan dari Gempuran Israel!
Politik | 2026-07-17 20:47:21Kekuatan Militer Hizbullah
Bayangkan sebuah kelompok milisi yang tidak punya negara tidak diakui PBB bahkan disebut teroris oleh Barat, tapi berhasil membuat Israel negara dengan militer terkuat di Timur Tengah berkali-kali gagal menundukkannya ini bukan cerita fiksi ini adalah Hizbullah.
Mereka memiliki sekitar 60.000 pejuang, termasuk pasukan penuh waktu dan cadangan, dilengkapi dengan 150.000 rudal dan roket meningkat drastis dari hanya 14.000 pada 2006.
Rudal mereka mencakup rudal berpemandu presisi buatan Iran dengan jangkauan hingga 300 kilometer, cukup untuk menjangkau seluruh wilayah Israel.
Menurut Nicholas Blanford, pakar Hizbullah dari Atlantic Council, kemampuan Hizbullah saat ini adalah yang terbesar dalam sejarah sejak Israel berdiri pada 1948.
Thea Fathanah Arabar Jurnalis CNBC Indonesia menjelaskan Hizbullah telah lama menyatakan kesiapan mereka untuk bertempur melawan Israel, wilayah perbatasan mereka di Lebanon Selatan menjadi langganan tempat baku tembak dengan tentara Israel.
Sejak 7 Oktober 2023 saat Hamas menyerang Israel, pasukan Hizbullah juga melancarkan serangan ke perbatasan utara Israel.
Mereka bahkan memiliki unit pasukan khusus yang terlatih untuk menyusup ke wilayah Israel jika terjadi perang terbuka, saat konflik meningkat para Pengamat Timur Tengah memprediksi Hizbullah akan membuat arah serangan baru ke Israel.
Strategi Bertahan (Perang Asimetris)
Hizbullah menggunakan taktik perang asimetris yang memanfaatkan medan sulit, bunker bawah tanah, dan dukungan penduduk lokal mereka tidak bertempur secara konvensional, melainkan menggunakan serangan roket jarak dekat.
Diluncurkan dari sel-sel terdesentralisasi di gua, rumah, atau bunker, mereka juga memiliki drone serat optik yang kebal terhadap electronic warfare Israel.
Jika diperlukan Hizbullah juga melakukan taktik gerilya di kawasan perbukitan dan perkotaan padat penduduk, strategi ini membuat Israel sulit melakukan serangan langsung tanpa menyebabkan korban sipil yang memicu kritik internasional.
Andika Hendra Mustaqim Jurnalis SindoNews menjelaskan, pada 2023 ada 47 pejuang Hizbullah tewas akibat serangan rudal Israel.
Mereka kemudian mengubah strateginya melawan pasukan Zionis itu agar tetap bisa membantu Hamas dalam melancarkan serangan balasan ke Israel, Hizbullah bersiap akan adanya potensi konflik berkepanjangan.
Sehingga mereka memutuskan untuk mengurangi jumlah pasukan infantri untuk menyerang wilayah daratan Israel, kini mereka lebih sering menggunakan rudal anti-pesawat (anti-aircratf missile) untuk menghalau serangan udara Israel.
Lalu siapa yang berada di belakang Hizbullah? Selama ini kita tahu, bahwa Iran dalah pendukung utama Hizbullah dengan memberikan sekitar $700 juta per tahun.
Untuk kebutuhan finansial, pelatihan militer, dan persenjataan, namun mereka bukan satu-satunya, Suriah juga memberikan dukungan logistik dan jalur pasokan senjata dari Iran.
Faksi Pendukung Hizbullah
Kelompok Syiah di Irak dan Houthi di Yaman juga menjadi sekutu Hizbullah dengan membentuk poros perlawanan regional yang saling mendukung, kemudian dukungan politik dari sebagian penduduk Lebanon terutama komunitas Syiah di Lebanon Selatan.
Hal ini yang membuat dominasi Hizbullah sulit diruntuhkan, mereka menguasai Lebanon Selatan, terutama wilayah perbatasan dengan Israel termasuk area di sekitar Litani River.
Mereka juga memiliki pengaruh kuat di Beirut selatan (Dahiyeh) dan beberapa wilayah Lebanon Timur, itulah mengapa Zionis Israel sangat gencar menyerang wilayah Lebanon Selatan.
Israel bahkan melakukan serangan darat secara terbatas, dengan mengirimkan beberapa kendaraan lapis baja dan tentara infantri ke wilayah selatan Lebanon.
Mengutip dari BBC News Indonesia Hizbullah merupakan milisi dengan persenjataan terlengkap di dunia, pasukanmiliter non-negara ini didukung penuh oleh Iran baik secara finansial maupun persenjataan.
Dalam artikel berjudul “Siapa Hizbullah dan apakah mereka akan berperang dengan Israel?” itu dijelaskan, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mengklaim pasukannya kini berjumlah 100 ribu.
Banyak dari mereka yang merupakan tentara infantri di perang saudara Suriah, menurut laporan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) perkiraan jumlah rudal yang dimiliki Hizbullah sekitar 120-200 ribu.
Pangkalan Hizbullah di berbagai wilayah termasuk Beirut, telah beerkali-kali dihantam oleh rudal-rudal Zionis Israel.
Markas Bawah Tanah Hizbullah
Isu mengenai markas rahasia Hizbullah di bawah tanah adalah fakta mereka telah lama membangun jaringan terowongan dan bunker yang kompleks di Lebanon Selatan, termasuk ruang komando bawah tanah yang terlindung dari serangan udara.
Ada juga gudang penyimpanan roket yang tersembunyi di bawah permukiman sipil, kemudian sistem komunikasi bawah tanah yang sulit dilacak intelijen Israel.
Struktur bawah tanah ini memungkinkan Hizbullah terus beroperasi meski permukaan tanah digempur berkali-kali, dukungan Iran yang konsisten dalam hal pendanaan dan persenjataan.
Struktur komando terdesentralisasi yang memungkinkan setiap sel beroperasi mandiri, kemudian dukunga rakyat lokal yang menyediakan informasi dan perlindungan membuat Hizbullah mampu bertahan dari gempuran Israel.
Fajar Nugraha Jurnalis MetroTVNews.com menjelaskan, pada 25 Juni 2026 Israel mengklaim telah mengepung markas bawah tanah Hizbullah di bawah bukit Lebanon Selatan.
Kompleks bawah tanah tersebut telah lama digunakan Hizbullah, sebagai pusat komando serangan ke wilayah perbatasan Israel.
Letaknya berada di bawah bukit wilayah tenggara Lebanon yang di sana ada sebuah kota bernama Nabatieh, sebelumnya wilayah tersebut telah dihantam rudal-rudal Zionis Israel berkali-kali.
Pengalaman tempur nyata dari berbagai konflik regional membuat pejuang Hizbullah memiliki ketangguhan fisik dan mental yang luar biasa, meskipun bukan tentara nasional Hizbullah telah menjadi kekuatan non-negara yang mampu mengimbangi Israel.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
