Perempuan Indonesia Bisa Memimpin Dunia, Asal Diberi Kesempatan
Bisnis | 2026-07-13 17:30:33Indonesia memiliki perempuan yang memimpin perusahaan energi terbesar di negeri ini. Perempuan yang duduk di jajaran pemimpin paling berpengaruh di Asia. Perempuan yang dipercaya dunia internasional untuk memimpin organisasi global.
Namun, mengapa jumlah perempuan di posisi puncak perusahaan multinasional masih jauh lebih sedikit dibandingkan laki-laki?
Data dunia menunjukkan kesenjangan yang memprihatinkan. World Economic Forum dalam Global Gender Gap Report 2024 mencatat bahwa kesenjangan gender di bidang ekonomi dan ketenagakerjaan baru tertutup 60,5 persen . Indonesia sendiri berada di peringkat ke-100 dari 146 negara . Butuh 134 tahun untuk menutup kesenjangan gender secara penuh .
Masalahnya bukan pada kemampuan perempuan Indonesia. Masalahnya adalah kesempatan yang belum sepenuhnya setara, terutama di panggung global.
Perempuan Indonesia memiliki kompetensi untuk memimpin. Mereka sudah membuktikannya berkali-kali.
Pendidikan perempuan terus meningkat.
Data Indeks Pembangunan Manusia BPS 2025 menunjukkan Harapan Lama Sekolah (HLS) perempuan justru lebih tinggi daripada laki-laki. Selisihnya mencapai 0,30 tahun . Rata-rata Lama Sekolah (RLS) perempuan juga naik terus, dari 8,37 tahun pada 2020 menjadi 8,79 tahun pada 2025 .
Angka Partisipasi Sekolah (APS) perempuan pada kelompok usia 16-18 tahun meningkat signifikan, dari 74,64 persen pada 2024 menjadi 77,86 persen pada 2025 . Ini menunjukkan semakin banyak perempuan muda yang melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Banyak perempuan menduduki posisi strategis di tingkat global.
Nicke Widyawati memimpin PT Pertamina, perusahaan energi terbesar Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Pertamina melakukan ekspansi bisnis ke berbagai negara dan menjalin kemitraan global. Fortune Indonesia menobatkannya sebagai salah satu dari "20 Wanita Paling Berpengaruh" pada 2022 .
Retno Marsudi menjadi Menteri Luar Negeri perempuan pertama Indonesia. Ia menjabat dua periode. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB pada Mei 2019 dan Agustus 2020 . Setelah pensiun, Retno ditunjuk sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air sejak 1 November 2024 . Dunia mengakui kapasitasnya.
Nurhayati Subakat membangun kerajaan bisnis dari nol. Ia memulai usaha dari dapur rumahnya dengan produk sampo. Kini, PT Paragon Technology and Innovation mengelola merek Wardah, Make Over, Putri, dan IX . Perusahaan ini menguasai sekitar 30 persen pangsa pasar kosmetik Indonesia dan menjadi perusahaan kosmetik nasional terbesar.
Fortune Indonesia menobatkannya sebagai salah satu dari "20 Wanita Paling Berpengaruh" pada 2022, bersama Megawati Soekarnoputri, Sri Mulyani, dan Nicke Widyawati . ITB memberinya gelar doktor kehormatan pada 2019—menjadi perempuan pertama yang menerima anugerah itu . Ia juga meraih penghargaan ASEAN Business Award untuk kategori Women Entrepreneur pada 2019 .
Data BPS 2024 memperkuat fakta ini. Di 38 provinsi, sebagian besar mencatat persentase perempuan sebagai tenaga profesional di atas 50 persen . Provinsi seperti Sumatera Barat (59,82 persen), DI Yogyakarta (52,49 persen), dan Bali (47,60 persen) menunjukkan partisipasi profesional perempuan yang tinggi.
Indonesia tidak kekurangan perempuan berbakat di panggung global. Mereka hanya menghadapi rintangan yang lebih berat.
Jika Mampu, Mengapa Kesempatan Masih Belum Setara?
Banyak perempuan memulai karier bersama laki-laki. Namun, ketika jenjang karier semakin tinggi, jumlah perempuan justru semakin sedikit. Apalagi di panggung global, rintangannya lebih kompleks.
Glass Ceiling dan Broken Rung
Ada hambatan tak terlihat yang mencegah perempuan mencapai jabatan puncak. International Labour Organization (ILO) menyebutnya "glass ceiling". Dalam laporan Women in Business and Management 2025, ILO mencatat bahwa perempuan menempati kurang dari 30 persen posisi manajemen senior di 60 persen perusahaan yang disurvei .
Hanya satu dari tiga perusahaan yang memiliki 30 persen anggota dewan perempuan. Hanya satu dari lima yang memiliki CEO perempuan .
Masalah dimulai sejak awal karir. ILO menyebutnya "broken rung"—tangga karier yang patah. Perempuan hanya mengisi 13 persen posisi manajemen junior . Angka ini semakin kecil di tingkat yang lebih tinggi. Promosi pertama adalah yang paling krusial. Jika perempuan tidak mendapatkannya, mereka tidak akan pernah mencapai puncak.
Kesenjangan Partisipasi dan Upah
Data ketenagakerjaan Indonesia menunjukkan kesenjangan yang mengkhawatirkan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan pada Februari 2026 masih jauh di bawah laki-laki . Meskipun meningkat dari 54,52 persen pada Agustus 2023 menjadi 56,63 persen pada Agustus 2025 , kesenjangan dengan laki-laki masih sangat lebar.
Rata-rata upah buruh perempuan juga jauh di bawah laki-laki di hampir seluruh provinsi . Data BPS Februari 2026 menunjukkan bahwa di provinsi-provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, upah laki-laki secara konsisten lebih tinggi.
World Economic Forum mencatat bahwa kesenjangan upah gender masih menjadi hambatan utama kesetaraan . Pada 2024, perempuan di seluruh dunia masih menerima upah sekitar 20 persen lebih rendah daripada laki-laki .
Gender Bias dan Beban Ganda
Pemimpin masih sering diasosiasikan dengan laki-laki. Penelitian ILO menunjukkan bahwa bias gender yang tidak disadari mempengaruhi rekrutmen dan promosi, terutama saat ekonomi sedang tertekan . Perempuan harus bekerja lebih keras untuk dianggap setara.
Perempuan juga memikul tanggung jawab utama dalam pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak. ILO menekankan bahwa tanggung jawab pengasuhan yang tidak dibagi secara adil menghambat kemajuan karier perempuan . Kebijakan kerja ramah keluarga masih terbatas.
Indeks Ketimpangan Gender Indonesia
Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia 2025 masih berada di angka 0,402. Semakin mendekati nol, semakin setara. Kita masih jauh dari angka itu.
Perbaikan terjadi di banyak provinsi, tetapi tantangan tetap besar. Provinsi Papua Pegunungan mencatat IKG tertinggi (0,584), sementara DKI Jakarta terendah (0,144) . Kesenjangan antar wilayah menunjukkan bahwa masalah ini membutuhkan perhatian serius di semua level.
Perempuan Pemimpin Global: Studi Kasus Inspiratif
Nicke Widyawati: Memimpin Raksasa Energi
Nicke Widyawati menjadi Direktur Utama Pertamina di tengah tantangan global yang berat. Di bawah kepemimpinannya, Pertamina tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang.
Ia berhasil membawa Pertamina melakukan ekspansi bisnis ke berbagai negara dan menjalin kemitraan strategis di tingkat global. Pengakuan Fortune Indonesia sebagai salah satu "20 Wanita Paling Berpengaruh" membuktikan bahwa kepemimpinannya diakui di tingkat nasional dan internasional.
Nicke membuktikan bahwa perempuan mampu memimpin perusahaan energi—sektor yang selama ini didominasi laki-laki.
Risa Kusumaningrum: Sukses di Pasar Global
Risa Kusumaningrum adalah contoh lain. Ia menjadi Co-Founder dan Chief Representative Officer untuk pasar Asia Pasifik dan Timur Tengah di Scalemind Media. Selama lebih dari 15 tahun, Risa mengukir rekam jejak di ranah keuangan internasional.
Ia memimpin proses IPO di Australia Stock Exchange dan Nasdaq. Lebih dari 70-80 persen klien yang ia tangani berasal dari luar negeri . Pengalaman global ini membuktikan bahwa perempuan Indonesia mampu bersaing di level tertinggi.
Risa terinspirasi oleh mentoring dari para pemimpin di berbagai perusahaan multinasional. Ia dinobatkan sebagai salah satu Campaign Women to Watch Regions Asia Pacific 2024 .
Retno Marsudi: Diplomat Kelas Dunia
Retno Marsudi memimpin diplomasi Indonesia selama dua periode. Ia membawa Indonesia menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB . Setelah masa jabatannya berakhir, dunia masih membutuhkan keahliannya. Ia ditunjuk sebagai Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Isu Air .
Ini adalah pengakuan tertinggi atas kapasitas seorang diplomat Indonesia di panggung global.
Glass Ceiling di Indonesia: Tantangan yang Masih Nyata
Hambatan glass ceiling di Indonesia memiliki kemiripan dengan negara lain, tetapi juga ciri khas tersendiri.
Kemiripan global:
Di mana pun, perempuan menghadapi bias gender, beban ganda, dan kurangnya dukungan kebijakan. ILO mencatat bahwa "glass ceilings" masih menjadi penghalang utama bagi perempuan untuk naik ke posisi manajemen senior.
Keunikan Indonesia:
Indonesia sebenarnya memiliki perempuan di posisi manajemen senior yang cukup banyak. Namun, partisipasi angkatan kerja perempuan masih rendah. Ini menciptakan paradoks: perempuan yang berhasil menembus manajemen senior cukup banyak, tetapi jumlah total perempuan di pasar kerja masih kecil.
Data BPS mencatat bahwa meskipun TPAK perempuan meningkat, kesenjangan dengan laki-laki tetap lebar. Rata-rata upah buruh perempuan juga masih jauh di bawah laki-laki.
Ketiadaan role model perempuan di posisi puncak di beberapa sektor memperkuat persepsi bahwa kepemimpinan adalah domain laki-laki. Di sektor energi, misalnya, perempuan masih sangat terbatas jumlahnya.
Perspektif Islam: Kepemimpinan Perempuan Tidak Sesederhana "Boleh atau Tidak"
Mengapa Masih Diperdebatkan?
Ada hadis yang sering dijadikan rujukan tentang kepemimpinan perempuan. Karena itu, muncul perbedaan pandangan di kalangan ulama.
Memahami Konteks Sejarah
Para akademisi Muslim menekankan pentingnya memahami konteks historis. Sebagian ulama mengaitkan hadis tersebut dengan kondisi politik Kekaisaran Persia pada masa itu . Apa yang berlaku pada kondisi politik tertentu tidak serta-merta menjadi aturan universal.
Pandangan Kontemporer
Dalam Islam, nilai-nilai berikut menjadi fondasi kepemimpinan:
- Amanah—kepercayaan yang harus dijaga
- Keadilan—perlakuan yang sama kepada semua
- Kompetensi—kemampuan untuk memimpin
- Musyawarah—konsultasi dalam pengambilan keputusan
Nilai-nilai ini tidak mengenal gender.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat (49:13):
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu."
Dan QS. At-Taubah (9:71):
"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Kisah Ratu Balqis dalam Al-Qur'an menjadi bukti kuat bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin yang bijaksana . Ia digambarkan sebagai pemimpin yang terbuka pada musyawarah dan berani mengambil keputusan strategis.
Perusahaan global memilih pemimpin berdasarkan kompetensi, integritas, dan kemampuan memimpin tim lintas budaya. Nilai-nilai ini sejalan dengan prinsip amanah dan keadilan dalam Islam.
"Leadership is not about titles, positions, or flowcharts. It is about one life influencing another." — John C. Maxwell
Perempuan Indonesia telah menunjukkan kemampuan mereka di panggung global. Nicke Widyawati memimpin Pertamina ke level dunia. Retno Marsudi dipercaya PBB untuk memimpin isu global. Risa Kusumaningrum menguasai pasar Asia Pasifik dan Timur Tengah.
Mereka dan banyak lainnya telah membuktikan bahwa kapasitas perempuan tidak kalah dengan laki-laki, bahkan di tingkat global sekalipun.
Tantangan terbesar kini bukan soal kemampuan. Tantangan terbesar adalah kesempatan yang masih dipengaruhi bias, budaya, dan sistem organisasi. Glass ceiling, broken rung, dan beban ganda masih nyata menghalangi perempuan mencapai puncak.
Islam memberikan landasan kokoh melalui nilai-nilai amanah, keadilan, dan musyawarah. Tidak ada nash yang melarang perempuan memimpin, selama mereka memiliki kompetensi dan integritas.
Ketika perusahaan dan institusi berani membuka ruang yang lebih adil, perempuan Indonesia tidak hanya mampu memimpin di panggung global. Mereka juga membawa perubahan yang lebih inklusif bagi masa depan bangsa.
Sudah saatnya kita bersama-sama menghapus rintangan yang masih menghadang. Indonesia membutuhkan seluruh potensi bangsanya—tanpa kecuali.
Bio Penulis
Nurita Aulia adalah mahasiswa S2 Magister Manajemen di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Topik Riset : Manajemen Sumber Daya Manusia Internasional (IHRM) & Pemimpin Perempuan Indonesia di Panggung Global
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
