Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Wulan Agustian

Kenali Herbal dengan Benar, Lansia Ketapang Lor Tingkatkan Pengetahuan Obat Alam

Edukasi | 2026-06-22 15:08:49

Obat bahan alam telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, tidak semua masyarakat memahami bahwa produk herbal memiliki tingkatan yang berbeda, mulai dari jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), hingga fitofarmaka. Untuk meningkatkan pemahaman tersebut, kegiatan edukasi penggolongan obat bahan alam dilaksanakan pada 1 Mei 2026 di Desa Ketapang Lor, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.

Kegiatan yang diikuti oleh 25 peserta lansia ini diawali dengan pemeriksaan kesehatan sederhana berupa pengukuran tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar peserta berada pada kategori prehipertensi dan hipertensi ringan sehingga diperlukan pemahaman yang baik mengenai pemilihan serta penggunaan obat yang aman dan tepat.

Mengenal Perbedaan Obat Bahan Alam

Materi edukasi berfokus pada penggolongan obat bahan alam yang terdiri atas jamu, OHT, dan fitofarmaka. Jamu merupakan obat tradisional yang khasiatnya didasarkan pada pengalaman penggunaan secara turun-temurun. OHT adalah produk herbal yang telah melalui uji praklinik sehingga memiliki bukti ilmiah yang lebih kuat. Sementara itu, fitofarmaka merupakan tingkatan tertinggi karena telah melalui uji klinis pada manusia sehingga keamanan dan manfaatnya lebih terjamin.

Penyampaian materi dilakukan menggunakan papan edukasi, leaflet, dan video pembelajaran. Media tersebut dirancang agar informasi dapat diterima dengan lebih mudah oleh lansia. Selain menjelaskan pengertian masing-masing golongan, edukasi juga membahas manfaat, contoh produk, cara penggunaan yang tepat, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat bahan alam.Pengetahuan Lansia Mengalami Peningkatan

Efektivitas kegiatan diukur melalui pre-test dan post-test. Sebelum edukasi, mayoritas peserta memiliki tingkat pengetahuan pada kategori cukup. Pada materi jamu, sebanyak 92 persen peserta berada pada kategori cukup. Pada materi OHT, 84 persen peserta berada pada kategori cukup, sedangkan pada materi fitofarmaka mencapai 96 persen.

Setelah edukasi diberikan, seluruh peserta menunjukkan peningkatan pemahaman. Hasil post-test menunjukkan 100 persen peserta berada pada kategori baik untuk seluruh materi yang diberikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media edukasi yang menarik dan interaktif mampu meningkatkan pengetahuan lansia mengenai penggolongan obat bahan alam secara efektif.

Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya lansia, dalam memilih produk herbal yang sesuai kebutuhan dan memahami perbedaan tingkat pembuktian ilmiah pada setiap golongan obat bahan alam. Dengan demikian, penggunaan obat tradisional dapat dilakukan secara lebih aman, tepat, dan rasional untuk mendukung kualitas hidup yang lebih baik.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image