Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nayla Citra

Jatuh Cinta dengan Lucanne: Romantis atau Tragis

Kisah | 2026-06-10 18:49:57

Jatuh Cinta dengan Lucanne : Romantis atau Tragis?

“Jatuh Cinta dengan Lucanne” merupakan salah satu cerita dalam series Kisah Horor Wawak yang dibawakan oleh Nadia Omara di kanal Youtube pribadinya. Menurut (Hestanto., 2016) YouTube merupakan platform berbagi video yang memungkinkan pengguna untuk menonton, memberikan likes, membagikan, mengomentari, serta mengunggah video milik mereka sendiri.

Kisah Horor Wawak merupakan cerita yang dikirimkan oleh followers melalui e-mail kisahhororwawak@gmail.com, kemudian akan dipilih kisah yang paling epic untuk diceritakan ulang oleh Nadia di jadwal tayang KHW. Nadia Omara mulai meniti karier sebagai kreator YouTube pada tahun 2019. Melalui kanal YouTube miliknya, ia menghadirkan berbagai jenis konten, mulai dari cerita kriminal, kisah para nabi, sejarah, teori konspirasi, hingga cerita-cerita horor (Dahlan et al., 2025). Terdapat banyak KHW yang menarik, misalnya KHW 73 “Lynn”, KHW 135 “Stasiun Manggarai”, KHW 300 “Sugumoang”, dan masih banyak lagi. Namun, kali ini saya akan membahas mengenai KHW yang berjudul “Jatuh Cinta dengan Lucanne” (Mas Gres., 2026).

Kisah “Jatuh Cinta dengan Lucanne” ditayangkan oleh Nadia pada 13 Oktober 2022. Kisah dikirim oleh seseorang yang namanya telah disamarkan, yaitu Anna dari Surabaya. Kisah sukses mendapat 10.341.122 penayangan dan 467.952 likes dan mendapat banyak tanggapan positif di kolom komentar. Penonton mengungkapkan bahwa mereka merasa baper akan interaksi Lucanne dan Anna, merasa prihatin akan kisah hidup Lucanne, dan memberikan makna bahwa hidup adalah tentang pertemuan dan perpisahan.

Anna dari Surabaya, tahun 2018 ketika SMK. Anna bisa melihat dan berinteraksi sejak kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan ia koma selama 2 bulan, Anna bahkan sempat dinyatakan meninggal dunia, namun kembali hidup (mati suri). Kemampuan yang dimiliki membuat Anna sering terlihat berbicara sendiri sehingga dianggap aneh oleh keluarga dan temannya. Anna bahkan dijauhi dan dibawa ke psikiater oleh mamanya. Hal itu membuat Anna menjadi lebih pemurung dan penyendiri. Seiring berjalannya waktu, Anna mulai berdamai dengan dirinya sendiri meskipun sering merasa kewalahan karena ada hantu yang sering meminta tolong kepada Anna karena “mereka” tahu Anna bisa melihatnya. Itulah mengapa Anna bersikap cuek dan tidak memperlihatkan kemampuannya ke depan mereka. Anna bersikap acuh tak acuh agar tidak diganggu oleh hantu - hantu.

Tahun 2018, ia bertemu sosok yang berbeda. Anna kerap menemui sosok yang menyeramkan dan usil, namun kali ini ia bertemu sosok yang tampan dan perhatian. Pertemuan ini menjadi awal dari pengalaman patah hati Anna. Saat itu Anna masuk kelas 1 SMK, dikarenakan jarak yang jauh dari sekolah, Anna memutuskan untuk tinggal sendiri dengan ngekos. Ketika survey, ia menilai apakah kost yang akan dia tempat “aman” atau tidak. Meskipun pada dasarnya semua tempat memiliki penghuni, ada yang menganggu ada juga yang tidak menganggu. Kost yang dia survei dianggapnya aman, harganya murah, dan dekat dengan sekolahnya. Ia akhirnya memilih kost tersebut.

Anna mulai ngekost disana. Ia sering menghabiskan waktu di kost sehingga mulai terbiasa dengan “penghuni” yang ada disana. Di kamar mandi kost ada kuntilanak yang sering berdiri di pojok kamar mandi dengan salah satu mata yang bolong dan sesekali berbisik, “aku disini..”. Di area jemuran baju ada pocong yang bermuka merah. Anna takut dengan pocong hingga tidak berani menatap mata pocong tersebut. Anna menghindari bertatap mata dengan sosok sosok tersebut untuk menghindari para sosok mengetahui bahwa Anna bisa melihat mereka. Sayangnya keinginan Anna gagal total.

Suatu hari, dia dikejutkan dengan kedatangan sosok hantu remaja laki - laki yang tiba tiba muncul di bagian pojok dekat TV. Dia hanya duduk, berpenampilan tampan, berwajah pucat, bermata biru, dagunya lancip, kulitnya bersih, dan berambut pirang seperti orang Belanda. Sosok itu menunjukkan ekspresi yang sedih dan marah. Terlihat pula bekas ikatan di kaki kanannya.

Anna sudah tinggal di kost selama 5 bulan dengan tetap berpura pura tidak bisa melihat mereka, termasuk pada hantu Belanda. Anna ingin membuka lembaran baru dengan berteman seperti manusia normal pada umumnya. Anna memiliki teman yang bernama Rani. Rani adalah satu satunya teman yang dapat memahami dan menerima Anna. Rani mendukung Anna untuk hidup lebih baik tanpa merasa terganggu dengan kehadiran hantu. Suatu hari, Rani menyarankan Anna untuk mencari hobi baru untuk mengalihkan perhatiannya dengan mendengarkan lagu Korea yang dinilai bagus dan ketampanan penyanyinya. Rani menyarankan mendengarkan Stray Kids. Anna menyanggupi saran Anna dan mulai mendengarkan lagu KPOP. Anna menyukai dan membeli album merchandise. Anna membeli poster dan ditempelkan di dekat meja belajar. Ketika sedang memasang poster, hantu Belanda menghampiri di dekat Anna dan berbisik.

“Enak ya jaman sekarang, cowok cakep pada disukai perempuan.”

Ungkapan hantu Belanda membuat Anna terkejut. Anna tetap berpura pura tak tahu dan mengabaikan hantu Belanda. Sejak saat itu, hantu Belanda mulai berpindah pindah mengikuti Anna pergi. Terkadang berdiri melihat poster yang ditempel Anna, melihat sampul album, dan menemani Anna mengerjakan PR. Bahkan ketika Anna menuliskan jawaban yang salah, hantu itu mengoreksi jawaban Anna. Saat itu, Anna mengerjakan PR Matematika, hasil jawaban Anna salah. Karena sudah larut malam, Anna frustasi dan pikirannya buntu. Hantu Belanda mendekat dan melihat ke kertas yang dicoret - coret Anna.

“Pantes salah, perkalian awalnya udah salah, itu yang nomor 12, 14, 7, sama 18 itu jawabannya salah.” ucap hantu Belanda.

Anna merasa bingung karena hantu itu tahu bisa mengoreksi jawaban Anna. Untuk membuktikan perkataan hantu tersebut, Anna mencoba fokus dan mengerjakan ulang. Ternyata nomor nomor yang dikoreksi hantu tadi memang salah jawabannya. Ketika melihat Anna mengganti jawabannya, hantu itu tertawa.

“Hahaha, benar kan, salah jawabannya.”

. Anna menjadi berpikir bahwa hantu itu tidak menganggu. Sejak saat itu, hantu tersebut berusaha berinteraksi dan tetap mengikuti kemanapun Anna pergi.

Tak terasa sudah setahun Anna di kost tersebut. Anna naik kelas 2 SMK dan dimulainya pandemi Covid - 19 yang membuat kegiatan sekolah Anna beralih ke pembelajaran online. Sehingga Anna lebih banyak menghabiskan waktu berada di kost. Hantu Belanda tetap mengikuti dan mengoreksi jawaban Anna. Anna berpikir bahwa tidak apa berinteraksi dengan hantu tersebut karena tidak menganggu dan malah membantu. Ketika sedang belajar, Anna berkata kepada hantu Belanda,

“Aku bisa kok ngelihat kamu,”

Hantu Belanda yang berdiri di belakang Anna terkejut. Ia membalik badan dan mendengar Anna berkata lagi.

“Iya, aku bisa melihat kamu,”.

Hantu Belanda menangis terharu dan berkata.

“Untunglah, untunglah kamu bisa melihat aku,”.

Anna tidak lanjut belajar dan mulai mengobrol bersama hantu Belanda tersebut. Mereka berbagi banyak cerita dan Anna mengetahui latar belakang hantu. Hantu Belanda bernama Lucanne. Lucanne hidup di zaman Belanda. Ayahnya adalah pedagang sukses yang merantau ke Indonesia dan merupakan tokoh besar dalam sejarah Indonesia sehingga Lucanne tidak memberitahukan nama ayahnya. Ayah Lucanne bertemu seorang wanita Indonesia keturunan Cina dan memutuskan untuk menikah. Dari pernikahan, lahirlah Lucanne. Ketika penjajahan Belanda berakhir dan digantikan oleh Jepang. Jepang memburu orang Belanda dan orang Indonesia keturunan Belanda. Lucanne yang masih berumur 18 tahun menjadi korban tragedi tersebut. Lucanne diculik tentara Jepang dan dibawa ke kapal. Dia diculik bersama dengan wanita Indonesia lainnya yang mirisnya dilecehkan tentara Jepang. Kaki Lucanne diikat menggunakan tali yang ujungnya diberi batu sebagai pemberat. Lucanne dibawa keluar kapal dan diceburkan ke laut. Lucanne tenggelam dan kehilangan nyawa. Hal itu membuat Anna teringat perkataan Lucanne ketika berdiri di depan poster bahwa lelaki tampan disukai perempuan, karena Lucanne berparas tampan dan berwajah Belanda, justru dikucilkan dan terkena bullying. Bahkan ia pernah dilecehkan oleh sesama jenis.

Sejak itu, hubungan Anna dan Lucanne menjadi dekat, mereka sering ngobrol. Keseharian Anna menjadi lebih menyenangkan dan tidak kesepian. Kedekatan mereka membuat hantu di sekitar kost menjadi tahu mengenai kemampuan Anna.

“Ih, jadi dia bisa komunikasi ya, ayo kita isengin..”.

Pocong di jemuran sering mengajak Anna mengobrol, bahkan suka mengejutkan Anna ketika sedang menjemur baju.

“Ha, kamu bisa liat saya kan..”.

Kuntilanak di kamar mandi Anna yang biasa menghadap depan menjadi menghadap tembok karena malu Anna bisa melihat keadaannya. Anna mengetahui bahwa kuntilanak itu kehilangan nyawa karena matanya ditusuk kayu oleh orang jahat sehingga bolong, dan pocong di jemuran meninggal karena faktor usia tua dan bergentayangan karena masih meninggalkan hutang, berdasarkan pernyataan Lucanne. Meskipun iseng, hantu disana tidaklah jahat, sehingga Anna tetap merasa nyaman tinggal disana. Lucanne menjaga Anna dengan mengusir hantu dari luar kost yang datang. Ada kuntilanak yang menangis sehingga Anna tidak bisa tidur, namun berhasil ditenangkan oleh Lucanne. Lucanne membangunkan Anna untuk shalat subuh, mengajari Anna resep masakan Belanda, dan materi pembelajaran.

Lucanne juga memberikan perhatian kepada Anna. Ketika mulai PKL, Anna menjadi sibuk hingga tidak sempat makan, Lucanne akan mengingatkan Anna untuk makan agar maag Anna tidak kambuh.

Ketika Anna menduduki kelas 3 SMK, pembelajaran mulai dilakukan tatap muka. Lucanne akan menyambut kepulangan Anna di depan kost. Kedekatan mereka membuat Lucanne menyimpan perasaan kepada Anna.

“Anna, sebenarnya aku sudah lama menyimpan perasaan suka terhadapmu, aku tahu kita tidak mungkin bersama, tapi apakah aku boleh berada disampingmu untuk selamanya? Aku ingin menjagamu.”

Anna terkejut. Namun, diam - diam Anna menyimpan perasaan yang sama kepada Lucanne. Perasaan itu merupakan kali pertama Anna jatuh cinta. Anna mencoba menepis perasaannya karena menyadari ketidakmungkinan mereka.

Anna menjawab.

“Lucanne, sebenarnya aku juga suka sama kamu, aku senang ada kamu, boleh kok kalau kamu mau disamping aku dan menjaga aku, tapi kita tidak mungkin bersama.”. Anna tidak menceritakan secara detail apakah hubungan mereka berpacaran atau hanya TTM (Teman Tapi Mesra). Mereka semakin dekat. Tak terasa Anna sudah lulus SMK. Anna harus kembali ke rumah dan harus berpisah dengan Lucanne. Anna berpamitan dengan Lucanne.

“Lucanne, aku bulan depan mau pindah, aku dah ga ngekost disini lagi”

“Yah, kamu mau pindah kemana, Anna? Masa aku sendirian disini.”

“Ya aku harus pulang, kan. Aku udah mau lulus sebentar lagi.”

Dengan raut muka sedih, Lucanne berkata.

“Sedih aku kamu ninggalin aku. Boleh nggak aku ikut sama kamu, Anna?”

Mendengar hal itu, Anna tidak menjawab. Sebelum lulus sekolah, Anna ingin bermain dengan Rani sebagai perpisahan. Ketika azan berkumandang, Rani mampir ke masjid untuk beribadah. Anna sepakat untuk menjemput Rani di masjid. Ketika sampai di masjid, Anna bertemu dengan seorang ustadz. Pak ustadz melihat Anna dan berkata, “nduk, maaf ya, aura kamu kok gelap, kamu ga kenapa kenapa, nduk?”

Anna terkejut mendengar perkataan Pak Ustadz.

“Eh, maaf Pak Ustadz, maksudnya aura gelap apa? Aura saya gelap?”

“Iya nduk, biasanya aura gelap seperti ini karena pengaruh jin, kamu ada berkaitan dengan hal - hal seperti itu, kah?”

Mendengar penyataan Pak Ustadz, Anna teringat Lucanne. Karena takut terjadi sesuatu dengan Anna, Anna menceritakan semuanya kepada Pak Ustadz mengenai dia dan Lucanne.

Pak Ustadz berkata, “Nduk, sepertinya jin yang kamu ceritakan itu tidak mau kamu memiliki hubungan dengan siapapun. Dia hanya mau kamu dengannya. Coba kamu ingat lagi, apakah kamu pernah dekat dengan orang lain selain dia?”

“Oh iya, saya tidak pernah dekat dengan siapapun, jangankan dekat, perasaan suka kepada laki - laki pun tidak ada. Dan selama ini tidak ada yang mencoba mendekati saya.”

“Nah, itulah mengapa ini pengaruh dari dia. Kamu tidak boleh menjalani hubungan dengan jin ini.

Anna terdiam. Ia tersadar bahwa hubungannya dengan Lucanne terlarang. Mereka tidak bisa bersatu karena beda dunia. Namun, Anna terlanjur jatuh hati dan tidak bisa berpisah dengan Lucanne. Di tengah kebingungan, Anna mencoba ikhlas dan berkata pada Pak Ustadz.

“Baiklah pak, bagaimana cara saya untuk menyelesaikan semua ini?”

“Kamu bisa menjalani hubungan dengan jin itu karena kamu bisa melihat mereka, nduk. Apalagi kamu pernah ngobrol sama mereka dan bahkan nolongin mereka. Itulah mengapa mereka jadi tertarik sama kamu. Mata batin kamu bapak tutup sebentar ya. Biar hal - hal seperti ini tidak terjadi lagi.”

“Gausah bentar pak, tutup saja semuanya. Tapi bagaimana caranya, Pak?

“Insyaallah bisa, dengan cara ruqyah. Kalau kamu mau, kita mulai hari ini,”

Mendengar saran pak Ustads, Anna menjadi sedih karena ketika kembali dari kost ia tidak bisa melihat Lucanne lagi. Namun Anna tersadarkan jika hubungannya dengan Lucanne justru akan membawa hal buruk. Dengan mantap Anna menjawab.

“Baik Pak, saya mau ruqyah hari ini juga.”

“Baik, Insyaallah kita laksanakan sekarang.”

Ruqyah dilakukan, namun rencana untuk bermain dengan Rani menjadi batal. Rani memahami dan mendampingi Anna. Ketika ruqyah dimulai, Anna merasakan sakit pada badannya seperti ditusuk jarum ribuan kali. Ketika tersadar, Anna melihat banyak orang menyaksikan ia di ruqyah. Anna diberikan air yang sudah didoakan dan memutuskan untuk menginap di rumah Rani. Besoknya, ketika Anna hendak kembali ke kost, Pak Ustadz datang ke kost Anna.

“Nduk, maaf bapak tidak bisa mengusir makhluk itu sepenuhnya.”

“Loh, kenapa Pak?”

“Kemarin makhluk ini negosiasi sama bapak. Kalau bapak mengusir dia dari badan kamu, dia mengancam akan memengaruhi kamu untuk mengambil nyawa kamu, biar arwahmu bersama dia selamanya. Saya takut kamu kenapa kenapa, gantinya mata batin kamu tetap saya tutup, kamu tidak akan bisa melihat dia. Aura gelap kamu sudah hilang, tapi dia bakal tetap ada di samping kamu untuk menjagamu.”

“Yaudah gapapa. Terima kasih Pak atas bantuannya.”

Dibantu Rani dan Pak Ustadz, Anna membereskan barang di kostnya. Anna merasa hatinya hancur. Ia sudah tidak bisa melihat hantu di kostnya. Anna merasa kehilangan dan diam diam menangis. Ketika selesai, mereka keluar dari kost. Dalam hati, Anna berkata

“Selamat tinggal, Lucanne.”

Anna kembali melanjutkan hidup. Suatu hari, ketika Anna bertemu dengan temannya yang bernama Sonya di cafe, mereka bertukar kabar dan mengobrol. Tiba - tiba Sonya berkata.

“Anna maaf, kamu pelihara hantu, kah?”

“Maksudmu? pelihara hantu bagaimana? Ga mungkin lah.”

“Terus dibelakangmu siapa?”

“Eh? belakang aku?” Anna terdiam.

“Emang kamu melihat apa? Ciri - cirinya bagaimana?” tanya Anna

“Cowok lah, rambutnya pirang, matanya biru, kulitnya putih, tinggi kurang lebih 175 cm, dan dia sekarang lagi ngeliatin kamu.”

Mendengar perkataan Sonya, Anna menjadi terharu. Anna dapat menebak siapa sosok yang ada di belakang dia. Sosok yang sangat ia cintai dan rindukan. Sambil tersenyum lega, Anna berkata.

“Oh iya, namanya Lucanne. Ia baik dan menjaga aku selama ini.”

“Pantesan, dia daritadi ngelihatin kamu sambil senyum. Baguslah, dia ga kelihatan jahat. Kelihatan tulus ya. Kulihat dia sayang sama kau.”

Anna menangis terharu. Meskipun hubungan Anna dan Lucanne berakhir, namun Lucanne tidak mengingkari janjinya untuk berada di samping Anna dan menjaga Anna. Dalam hati, Anna mengucapkan terima kasih ketika Lucanne memberikan sinyal - sinyal bantuan, misalnya ketika Anna sibuk dan lupa makan, akan terdengar suara yang tipis namun terdengar “ayo makan dulu,”. Anna tahu bahwa untuk sosok seperti Lucanne, untuk menampakkan diri atau mengeluarkan suara tentu memerlukan energi yang cukup besar. Anna berterimakasih karena Lucanne mengeluarkan energi sebesar itu untuk menjaga Anna. Bahkan ketika cerita dikirim, Lucanne tetap setia bersama Anna. Aura gelap dari Anna sudah hilang dan ada lelaki yang melamar Anna, namun Anna belum mampu membuka hati karena fokus mewujudkan cita - citanya.

Kisah Anna memiliki banyak nilai yang bisa diambil, bahwa hidup adalah tentang pertemuan dan perpisahan. Ketika seseorang jatuh cinta, ia akan mengalami pertemuan dan perpisahan. Menurut (Gunawan, 2018) jatuh cinta merupakan suatu bentuk ketertarikan yang mendalam antara pria dan wanita yang muncul karena adanya pengalaman positif dan apresiasi terhadap keindahan yang dimiliki masing-masing pasangan. Anna dan Lucanne jatuh cinta pada keindahan kebersamaan mereka. Waktu yang mereka lalui bersama tentu membekas di hati masing - masing. Perasaan yang muncul antara Anna dan Lucanne karena cinlok atau cinta lokasi. Hubungan antara laki-laki dan perempuan yang terbentuk akibat pertemuan yang berulang di tempat yang sama, sehingga menciptakan kedekatan emosional di antara keduanya (Prasetya et al., 2021). Tidak ada yang salah disini, hanya perasaan yang tumbuh di tempat yang tidak tepat. Menurut kalian, kisah Anna dan Lucanne merupakan kisah yang romantis atau tragis?

 

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image