Mencintai, Tapi Hilang CINTA
Kisah | 2026-04-13 22:50:15
Dulu, aku pernah percaya bahwa ada yang namanya tempat singgah, Tempat dimana aku bisa menjadi diriku sepenuhnya, Aku berfikir... Kebahagiaan ini akan terus bersamaku sampai kapanpun, Hingga suatu saat Hujan turun dari langit. Membuat kepala hingga tubuhku basah. sambil terheran heran, dan bertanya "Apakah ini yang dimaksud dengan Rumah, Kenapa atapnya tidak ada, Mengapa hanya ada rintikan hujan yang turun dari atas" Mengibaratkan kesakitan yang sangat dalam bagi batin ku
Aku terheran heran, Rumah yang telah ku bangun tiba tiba retak karna adanya Tikus yang menggerogoti atap rumah ku, Sehingga aku tidak dapat berteduh lagi dibawah atap rumah ku, Namun aku masih percaya dengan harapan, Harapan dimana aku bisa duduk kembali didalam rumah, Sambil tertawa senang gembira, Namun atap rumah ku masih bolong karna aku hanya berharap, tidak melakukan banyak aksi..
Diri ku sadar, bahwa semua ini harus dibangun dari awal, dengan beton yang harus ku ganti dengan yang baru serta kokoh, atap yang harus ku perbaiki dengan mengganti yang baru, dan juga halaman rumah yang tampak berantakan. Namun kenapa banyak orang dilingkungan ku, hanya aku saja yang memperbaikinya, kenapa mereka tidak menolongku saat aku sedang kesulitan.
Hanya aku sendiri yang membangun semua dari awal, dari Tanah yang retak menjadi tanah yang baru dan tidak ada lubang, dengan dinding tembok yang kuat serta kokoh, menjadikan fondasi rumah ku menjadi kuat tanpa celah, lalu atap rumah yang awalnya mempunyai lubang yang besar kini hilang karna ku perbaiki dengan hati hati, Lalu aku bertanya, Apakah ini yang dimaksud mencintai hingga berbuat sendiri?
Kini aku mulai memahami bahwa “rumah” itu bukan tentang siapa yang datang lalu tinggal, melainkan tentang bagaimana aku sendiri mampu membangunnya dengan utuh dan kuat, tanpa bergantung pada orang lain yang belum tentu bertahan; bahwa mencintai bukan sekadar berharap seseorang menetap di dalamnya, tetapi juga berani memperbaiki, merawat, dan menjaga fondasi yang telah kubuat sendiri, meski harus melalui luka, hujan, dan kesendirian yang panjang.
Tapi Ini bukanlah tentang "rumah"
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
