Perintah Bersyukur dan Dua Bagian Terbaik Sekaligus Terburuk
Agama | 2026-06-01 09:01:19Dalam buku berjudul 'Ringkasan Tafsir afsir Ibnu Katsir, Muhammad Nasib ar-Rifa'i memberikan sebuah penjelasan menarik mengenai kandungan Al Qur'an Surat Luqman ayat 12. Artinya : "Dan sungguh, telah Kami memberikan hikmah kepada Luqman, yaitu, 'Bersyukurlah kepada Allah. Barang siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa yang kufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji."
Para ulama berikhtilaf atau berbeda pendapat mengenai sosok Luqman apakah dia seorang nabi atau hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian. Mengenai hal ini terdapat dua pendapat. Mayoritas ulama berpendapat bahwa dia adalah hamba Allah yang saleh tanpa menerima risalah kenabian. Menurut Ibnu Abbas, Luqman adalah hamba berkebangsaan Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Said bin musayyab mengatakan bahwa Luqman berasal dari Sudan, memiliki kekuatan dan mendapat hikmah, namun tidak menerima risalah kenabian.
Ibnu Jarir berpendapat bahwa Luqman adalah hamba berkebangsaan Habsyi dan berprofesi sebagai tukang kayu.
Suatu hari majikannya menyuruh Luqman untuk menyembelih seekor domba dan memintanya untuk mengambil bagian yang paling baik dari domba tersebut. Kemudian, Luqman pun mengambil lidah dan hati dari tubuh domba tersebut. Sang majikan diam beberapa saat.
Kemudian, selang beberapa waktu, sang majikan menyuruhnya kembali untuk melakukan hal yang sama yaitu menyembelih domba dan memintanya untuk mengambil bagian atau daging yang paling buruk dari domba itu. Setelah menyembelih domba yang kedua itu, Luqman kemudian memberikan lidah dan hati. Sama persis.
Dengan penuh keheranan, sang majikan menanyakan alasan Luqman melakukan hal itu. Kenapa bagian terbaik dan terburuk tetap sama yaitu lidah dan hati?
Luqman pun menjawab, “Wahai tuanku, tak ada yang lebih baik ketimbang lidah dan hati apabila keduanya baik, dan tidak ada yang lebih buruk dari lidah dan hati apabila keduanya buruk.”
Firman Allah SWT, ""Dan sungguh, telah Kami memberikan hikmah kepada Luqman," yaitu pemahaman, ilmu, tutur perkataan yang baik, walaupun dia bukan nabi dan tidak menerima wahyu.
"Yaitu, bersyukurlah kepada Allah," yaitu Allah menyuruhnya untuk bersyukur atas karunia yang telah diberikan secara khusus kepadanya, tidak diberikan kepada manusia lain yang hidup pada masanya.
"Barang siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa yang kufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji."
Sesungguhnya manfaat bersyukur itu berpulang kepada orang-orang yang bersyukur itu sendiri. Allah tidak membutuhkan manfaat syukur dari hamba dan Dia pun tidak mendapat mudarat jika seluruh penduduk bumi ingkar kepada- Nya. Tidak ada tuhan selain Allah SWT dan kewajiban kita sebagai makhluk tunduk menyembah kepada-Nya.
(Diambil dari buku Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, Gema Insani Press, halaman 572-573)
Ambarawa-Semarang, 30-31 Mei 2026
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
