Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Joko Susanto

Bersyukur Atas Ujian

Agama | 2026-04-12 06:24:34

Tidak hanya tumbuhan, keimanan kita pun harus terus dipupuk dan dirawat sepanjang waktu.

Demi mewujudkan ikhtiar itu, takmir Mushola Al-Ikhlas Griya Kebonagung Sukodono Sidoarjo mengadakan kajian pekanan untuk jama'ah tercintanya. Pada Ahad bakda subuh, 12 April 2026, siraman rohani diisi ustadz H.Shokibu SH, ,SS. MM

"Terkait urusan duniawi selesaikan ketika di dunia, jangan sampai nanti tuntut-menuntut di akhirat," pesannya ketika membuka pertemuan. Dia melanjutkan bahwa salahsatu ciri orang bertaqwa adalah memaafkan orang lain.

Selagi bulan Syawal, mari introspeksi bersama, semoga dapat meningkat dalam berbagai kebaikan.

Ustadz H. Shokibu SH,SS,MM ketika memberikan tausiyah bakda Subuh

Berbuatlah baik tanpa menunggu balasan atau pujian orang lain.

Pembahasan utama pagi ini adalah tentang ujian. Terkait sebuah hadits qudsi :

"Sekiranya Aku uji salah seorang hamba-Ku yang beriman, lalu ia memuji-Ku atas ujian itu, berilah pahala yang bersambungan baginya, sebagaimana pahala yang biasa kalian berikan (atas amal yang mereka lakukan)." (HQR. Ahmad dan Thabarani dalam kitab Mu’jamnya)

Kata ibtalaitu berasal dari ibtilaa artinya: cobaan dan ujian.

Setelah menusia diciptakan oleh Allah S.W.T.. dan diberikan rizkinya, dengan menyerahkan isi langit dan bumi kepadanya, dan meratakan ni’mat kepadanya, tidaklah ia dibiarkan begitu saja dengan seenaknya, tetapi diberikan pula ujian dan cobaan: Apakah ia bersyukur atau ingkar dan kufur.

Cobaan dan ujian itu meliputi yang baik dan yang buruk, Firman Allah S.W.T.

Kami akan menguji dan mencoba kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai batu ujian, dan kepada Kami kali­an dikembalikan. (Q.S. 21 Al-Anbiya’ : 35)

Dalam hadits Qudsi tersebut di atas, Allah S.W.T. telah menunjukkan caranya agar lulus, yaitu agar tetap syukur kepada Allah yang dimanifestasikan dalam berbagai bentuk seperti: tahan menderita, tabah, sabar, berusaha mencari jalan keluar, bertawakal dan berserah diri kepada-Nya dengan dasar Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Penyerahan diri ini hendaknya diikuti do’a memohon kembali kepada-Nya, dengan do’a sebagaimana do’a Nabi Yunus a.s. yang telah diajarkan oleh Nabi saw. kepada kita.

Seluruh langit dan isinya diciptakan dan boleh dinikmati oleh manusia. Namun Allah juga menciptakan sesuatu yang dianggap sebuah kesusahan atau masalah bagi manusia. Ada suka dan duka. Sedih dan gembira. Untuk apa? Untuk menguji manusia yang mengaku beriman.

Ikut bahagia ketika orang lain bahagia, dan jangan menertawakan kesusahan atau kesedihan orang lain.

Pak RW dan sebagian jamaah mushola hadir mengikuti kajian pekanan

Ujian yang kita alami, dari terkecil hingga terbesar, bukan kehendak kita, maka kita kembalikan kepada-Nya.

Atas semua cobaan itu ujungnya ada dua : syukur atau kufur.

Ilmu, harta dan lainnya yang dimiliki seseorang juga merupakan ujian. Apakah seseorang itu lulus atau tidak? Kuncinya adalah bersyukur. Kita

Ada pahalayang diberikan karena kita berbuat kebaikan, ada pahala yang mengalir terus-menerus seperti waqaf. Amal kebaikan yang dilakukan seseorang terus-menerus maka akan mendapatkan pahala yang terus menerus pula. Maka ikhtiarkan secara rutin kebaikan secara Istiqomah agar menjadi orang yang beruntung.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image