Perspektif Guru Honorer dan Guru PNS dalam Mewujudkan Persatuan Bangsa
Kultura | 2026-06-02 21:41:19
3. Kemandirian dan adaptasi: Keterbatasan kesejahteraan mendorong guru honorer untuk mengembangkan
kreativitas pembelajaran yang tetap berpijak pada nilai persatuan.
Dengan demikian, guru honorer menjadi representasi representasi Wawasan Nusantara dari aspek pengabdian
dan penguatan identitas nasional di tingkat akar rumput.
C. Perspektif Guru PNS terhadap Wawasan Nusantara
Guru PNS pada dasarnya memiliki kedudukan formal yang terikat pada peraturan-undangan,
termasuk Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Perspektif guru PNS terhadap Wawasan
Nusantara umumnya tercermin dalam:
1. Implementasi kurikulum kebangsaan: Guru PNS bertugas menyampaikan muatan Wawasan Nusantara melalui
mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan secara sistematis sesuai standar nasional.
2. Tanggung jawab birokrasi dan loyalitas: Status PNS menuntut kepatuhan terhadap Sapta Marga ASN, yang
salah satu butirnya adalah setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, selaras dengan inti
Wawasan Nusantara.
3. Peran sebagai teladan administratif: Guru PNS memandang masyarakat sebagai representasi negara, sehingga
sikap dan perilakunya diharapkan mencerminkan persatuan dan tidak terpecah belah.
Dengan demikian, guru PNS menginternalisasi Wawasan Nusantara melalui kerangka regulasi dan tanggung jawab
jawab kelembagaan.
4. Persamaan dan Perbedaan Perspektif
Persamaan mendasar antara guru honorer dan guru PNS terletak pada komitmen yang sama terhadap tujuan
Wawasan Nusantara, yaitu menjaga keutuhan NKRI melalui pendidikan. Perbedaannya terletak pada
Pendekatannya: guru honorer menekankan aspek pengabdian dan adaptasi sosial, sedangkan guru PNS penekanannya
aspek regulasi dan formalitas kelembagaan. Perbedaan ini justru memperkaya implementasi Wawasan
Nusantara, karena mencakup dimensi struktural dan kultural secara seimbang.
5. Relevansi Wawasan Nusantara bagi Pendidikan Nasional
Penguatan Wawasan Nusantara di kalangan guru menjadi penting di tengah tantangan globalisasi, disinformasi,
dan potensi disintegrasi. Melalui pembelajaran yang berorientasi pada nilai persatuan, peserta didik diharapkan
memiliki kesadaran bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan bangsa.
penutup Wawasan Nusantara bukan sekedar konsep geopolitik, melainkan pedoman hidup berbangsa. Baik guru kehormatan maupun guru PNS memiliki peran dan perspektif yang saling melengkapi dalam menyemai nilai-nilai tersebut. Kolaborasi, dianugerahi atas dedikasi, serta peningkatan kesejahteraan guru menjadi pemenang agar Wawasan Nusantara dapat di internalisasi secara utuh oleh generasi penerus bangsa.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
