Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Frian Sistianto

Perspektif Guru Honorer dan Guru PNS dalam Mewujudkan Persatuan Bangsa

Kultura | 2026-06-02 21:41:19
Pendahuluan Wawasan Nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya yang dilandasi oleh Pancasila nasional dan UUD 1945. Konsep ini menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan di atas kepentingan golongan, daerah, maupun individu. Sebagai pilar ideologi, Wawasan Nusantara menjadi rujukan penting bagi seluruh komponen bangsa, termasuk tenaga pendidik. Guru, baik berstatus honorer maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS), memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik. Artikel ini menguraikan pemahaman Wawasan Nusantara berdasarkan perspektif guru honorer dan guru PNS, disertai referensi pendukung yang relevan. A. Hakikat Wawasan Nusantara Secara etimologis, “wawasan” berarti pengamatan atau pandangan, sedangkan “Nusantara” berasal dari bahasa Sanskerta nusa yang berarti pulau dan antara yang berarti di antara. Dengan demikian, Wawasan Nusantara adalah cara memandang bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah, bangsa, dan tujuan nasional. Landasan Konsepsinya terdapat pada Tap MPR No. VI/MPR/2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri serta Ketahanan Nasional, yang menegaskan bahwa ketahanan nasional diwajibkan pada Wawasan Nusantara. B. Perspektif Guru Kehormatan terhadap Wawasan Nusantara Guru kehormatan yang mengabdi di berbagai pelosok daerah sering bersentuhan langsung dengan keragaman sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dan kajian lapangan, guru honorer memaknai Wawasan Nusantara sebagai berikut: 1. Pengabdian tanpa batas wilayah: Seorang guru kehormatan cenderung menempatkan kepentingan peserta didik dan mutu pendidikan di atas status kepegawaian. Hal ini mencerminkan nilai “kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi” sebagaimana prinsip Wawasan Nusantara. 2. Penguatan toleransi lokal: Berada tepat di tengah masyarakat majemuk, guru honorer menjadi agen yang menjaga kerukunan antarumat beragama dan antarsuku melalui pembelajaran berbasis kearifan lokal.

3. Kemandirian dan adaptasi: Keterbatasan kesejahteraan mendorong guru honorer untuk mengembangkan

kreativitas pembelajaran yang tetap berpijak pada nilai persatuan.

Dengan demikian, guru honorer menjadi representasi representasi Wawasan Nusantara dari aspek pengabdian

dan penguatan identitas nasional di tingkat akar rumput.

C. Perspektif Guru PNS terhadap Wawasan Nusantara

Guru PNS pada dasarnya memiliki kedudukan formal yang terikat pada peraturan-undangan,

termasuk Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Perspektif guru PNS terhadap Wawasan

Nusantara umumnya tercermin dalam:

1. Implementasi kurikulum kebangsaan: Guru PNS bertugas menyampaikan muatan Wawasan Nusantara melalui

mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan secara sistematis sesuai standar nasional.

2. Tanggung jawab birokrasi dan loyalitas: Status PNS menuntut kepatuhan terhadap Sapta Marga ASN, yang

salah satu butirnya adalah setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, selaras dengan inti

Wawasan Nusantara.

3. Peran sebagai teladan administratif: Guru PNS memandang masyarakat sebagai representasi negara, sehingga

sikap dan perilakunya diharapkan mencerminkan persatuan dan tidak terpecah belah.

Dengan demikian, guru PNS menginternalisasi Wawasan Nusantara melalui kerangka regulasi dan tanggung jawab

jawab kelembagaan.

4. Persamaan dan Perbedaan Perspektif

Persamaan mendasar antara guru honorer dan guru PNS terletak pada komitmen yang sama terhadap tujuan

Wawasan Nusantara, yaitu menjaga keutuhan NKRI melalui pendidikan. Perbedaannya terletak pada

Pendekatannya: guru honorer menekankan aspek pengabdian dan adaptasi sosial, sedangkan guru PNS penekanannya

aspek regulasi dan formalitas kelembagaan. Perbedaan ini justru memperkaya implementasi Wawasan

Nusantara, karena mencakup dimensi struktural dan kultural secara seimbang.

5. Relevansi Wawasan Nusantara bagi Pendidikan Nasional

Penguatan Wawasan Nusantara di kalangan guru menjadi penting di tengah tantangan globalisasi, disinformasi,

dan potensi disintegrasi. Melalui pembelajaran yang berorientasi pada nilai persatuan, peserta didik diharapkan

memiliki kesadaran bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan bangsa.

penutup Wawasan Nusantara bukan sekedar konsep geopolitik, melainkan pedoman hidup berbangsa. Baik guru kehormatan maupun guru PNS memiliki peran dan perspektif yang saling melengkapi dalam menyemai nilai-nilai tersebut. Kolaborasi, dianugerahi atas dedikasi, serta peningkatan kesejahteraan guru menjadi pemenang agar Wawasan Nusantara dapat di internalisasi secara utuh oleh generasi penerus bangsa.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image