Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Layyna Aynalyakin

Wisata Edukasi Taman Pintar Yogyakarta: Masihkah Relevan untuk Gen Alpha?

Wisata | 2026-06-07 08:02:02
Gambar 1. Taman Pintar (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Bagi masyarakat kota Yogyakarta atau wisatawan yang sering berkunjung ke Malioboro, pasti sudah tidak asing lagi dengan bangunan berbentuk oval dengan "Gedung Kotak" di sebelahnya. Ya, itulah Taman Pintar Yogyakarta. Secara bertahap mulai dibangun dari tahun 2004, lalu diresmikan di Grand Opening Taman Pintar yang dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2008 oleh Presiden RI pada saat itu, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono. Taman Pintar didirikan sebagai wujud peduli pemerintah dalam dunia pendidikan, khususnya untuk anak-anak sekolah yang masih memiliki minat belajar tinggi. Seiring waktu, Taman Pintar telah berhasil menjangkau anak-anak untuk datang dan belajar, baik secara mandiri bersama keluarga atau study tour dari sekolah. Anak-anak yang dahulu berkunjung ke Taman Pintar saat grand opening mungkin sekarang ada yang sudah menjadi orang tua atau memiliki keponakan. Seiring waktu, teknologi juga ikut berkembang. Di tengah perkembangan gadget dan teknologi digital yang sudah sangat masif dan canggih, apakah Taman Pintar masih memiliki ruang untuk menarik minat Generasi Alpha?

Mengenal Generasi Alpha

Generasi Alpha atau Gen Alpha adalah anak-anak yang lahir di rentang tahun 2013 hingga 2025. Berbeda dengan milenial yang mengenal transisi teknologi, Gen-Z yang tumbuh berdampingan dengan perkembangan teknologi, Gen Alpha lahir saat iPad dan YouTube sudah sangat canggih dan ada di genggaman. Berdasarkan data Sensus Penduduk Indonesia tahun 2025, generasi ini mengisi 10,88% dari total penduduk Indonesia sebesar 270,20 juta jiwa. Gen Alpha dijuluki sebagai digital natives yang memiliki rentang perhatian (attention span) lebih pendek, namun sangat cepat menyerap informasi visual dan interaktif.

Gambar 2. Zona Planetarium (Dokumentasi Penulis)

Menjelajahi Lab Raksasa di Tengah Kota Yogyakarta

Taman Pintar seharusnya sudah memiliki pondasi yang kuat untuk menjawab kebutuhan Gen Alpha sebagai digital natives. Dengan konsep science center, Taman Pintar menawarkan berbagai zona dan wahana menarik untuk dieksplorasi, beberapa di antaranya yaitu:

  1. Gedung Oval - Kotak: Pusatnya sains interaktif. Di sini anak-anak bisa mencoba alat peraga fisika, mengenal tata surya, hingga belajar tentang iklim.
  2. Planetarium: Menggunakan proyektor digital untuk menampilkan simulasi langit malam dan benda-benda luar angkasa. Sangat cocok untuk memicu imajinasi visual anak.
  3. Zona Arkeologi & Bahari: Mengenal sejarah dan kekayaan laut Indonesia melalui miniatur dan aktivitas simulasi.
  4. Kampung Kerajinan: Di sini sisi motorik anak diasah melalui kegiatan membatik atau melukis gerabah.
  5. Gedung Paud: Tempat untuk anak-anak dikenalkan dengan sains dan teknologi tanpa terkesan kaku.
  6. Playground: Area outdoor tempat pengunjung bereksplorasi banyak hal, seperti air menari, jungkat-jungkit, dan lain sebagainya.

Setiap Zona dan wahana mengajak anak anak maupun orang dewasa untuk mengeksplorasi kehidupan dari Zaman Purbakala hingga dunia modern. Dengan berbagai hiburan yang ada, anak anak diajak untuk bermain sekaligus belajar sehingga tidak terlalu kaku seperti di sekolah.

Tantangan

Bagi Gen Alpha yang hidup di tengah pesatnya era digital, mereka menjadi lebih melek terhadap teknologi. Salah satunya adalah kecenderungan mengonsumsi konten konten dengan visual yang menarik. Hal ini menjadikan Gen Alpha lebih sensitif terhadap pembelajaran yang bersifat tradisional dan terkesan pasif. Oleh karena itu, pembelajaran yang dibuat harus disesuaikan dengan karakter Gen Alpha. Salah satunya adalah penggunaan teknologi agar pembelajaran bisa lebih menarik dan interaktif. Beberapa zona di Taman Pintar sudah mengadopsi hal ini, terbukti dengan banyaknya zona-zona dengan alat peraga yang mengajak pengunjung untuk belajar dan berinteraksi secara langsung, seperti pada Zona Fisika, Biologi, dan Bencana. Beberapa spot masih bisa ditingkatkan menjadi lebih interaktif lagi agar pengunjung tidak hanya melihat-lihat.

Masihkah Relevan?

Meskipun tempat hiburan telah berkembang menjadi lebih variatif di sekitar Yogyakarta, Taman Pintar masih menjadi salah satu tempat edutainment yang digemari wisatawan, khususnya Gen Alpha. Dengan lebih dari 30 zona interaktif yang beragam, momen eksplorasi dapat menjadi lebih menarik untuk dilakukan. Kehadiran alat peraga yang mengharuskan pengujung untuk berpartisipasi aktif menjadikan tempat ini menarik untuk dikunjungi khususnya Gen Alpha, di mana mereka terbiasa menggunakan layar dalam kesehariannya. Taman Pintar berperan sebagai medium untuk memberikan ruang eksplorasi dan kreativitas. Pembelajaran baik di dalam dan luar ruangan sangat penting untuk Gen Alpha yang dekat dengan teknologi. Makanya, Taman Pintar tetap relevan di berbagai kalangan, khususnya Gen Alpha.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image