Hardiknas 2026: PR Pendidikan Semakin Menumpuk
Pendidikan dan Literasi | 2026-05-04 14:51:17Hardiknas 2026: PR Pendidikan Semakin MenumpukOleh : Ria Nurvika Ginting, S.H., M.H. (Dosen-FH)Bulan Mei identik dengan hari pedidikan yang jatuh tepat pada tanggal 2 Mei. Hari Pendidikan tahun 2026 ini mengangkat tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”. Tema ini diangkat dalam rangka menekankan bahwa untuk menciptakan pendidikan yang iklusif, merata dan relevan dengan perkembangan zaman membutuhkan kolaborasi dari semua pihak. Namun, kembali lagi disetiap tahun perayaan hari pendidikan dengan tema yang yang berbeda-beda belum mampu untuk menuntaskan segala permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan hingga saat ini.
Kasus kekerasan sering terjadi di dunia pendidikan. Penganiayaan oleh lima pelaku terhadap seorang pelajar bernama Ilham Dwi Saputra terjadi di Jalan Banyu Urip, Caturhajo, Pandak, Kabupaten Bantul, pada hari Selasa, 14/4/26. (kumparanNews.com, 21/4/26) Dua pelajar SMA di Parungpanjang, Bogor, Jawa Barat menjadi korban penyiraman air keras pada Senin, 20 April 2026. (detiknews.com, 22/4/26) jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia menyampaikan terdapat 233 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan dalam tiga bulan terakhir.
Kasus terbaru adalah dugaan pelecehan seksual di dalam group aplikasi pesan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). Sebanyak 16 mahasiswa FHUI diduga menjadi pelaku pelecehan seksual tersebut. (Kompas.com, 14/4/26)Kecurangan dalam praktik Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) pada tahun ini juga masih banyak terjadi. Perjokian untuk meloloskan calon mahasiswa program studi kedokteran itu terungkap dalam UTBK-SNBT di tiga perguruan tinggi.
Dua pelaku berhasil ditangkap. (kompas.com, 22/4/26) Praktik perjokian ditemukan di lokasi Pusat UTBK Universitas Sulawesi Barat dan Universitas Negeri Surabaya. Peserta tes mengganti kehadirannya dengan orang lain. Selain praktek perjokian, panitia SNPMB 2026 menemukan adanya peserta yang membawa alat bantu. Salah satunya penggunaan alat bantu dengar yang ditemukan di peserta UTBK di lokasi tes Universitas Diponegoro. (Tempo.com, 21/4/26)Pelecehan seksual hingga kekerasan seksual juga banyak terjadi di dunia pendidikan.
Kasus terbaru terjadi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bergengsi di Indonesia yakni UI dan IPB. Kasus pelecehan seksual verbal yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum UI (FH-UI) dan mahasiswa Fakutas Teknik dan Teknologi IPB. Sanksi yang ditetapkan kepada mahasiwa tersebut pun terkesan ringan hanya di skorsing bukan diberhentikan (drop out) dari kampus tersebut. Ini menjadi salah satu faktor mengapa kasus ini terus berulang terjadi, khususnya di dunia pendidikan. Pendidikan seharusnya menjadi pembentuk generasi menjadi generasi yang cerdas dan beradab. Namun, dengan sistem yang diterapkan saat ini yakni sistem kapitalis-sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan menetapkan pendidikan merupakan komoditas bisnis yang berbasis untung/rugi.
Sumber Daya Manusia (SDM) dipersiapkan bukan berbasis penguasaan ilmu pengetahuan dalam rangka kemandirian umat. SDM dipersiapkan hanya berdasarkan tren pasar lapangan kerja global. Kurikulum yang diterapkan pastinya kurikulum yang sesuai dengan sistem yang diterapkan saat ini. Sehingga pendidikan jauh dari nilai spritual dan moral. Pendidikan dalam Sistem IslamDalam Sistem Islam, Pendidikan memiliki tujuan untuk membangun kepribadian Islam pada generasi muslim, dengan cara membangun pola pikir (aqliyah) dan pada pola sikap (nafsiah)nya. Sehingga senantiasa berperilaku Islam.
Hal ini dikarenakan sistem.oendidikam dalam Islam berbasis aqidah Islam yang dijalankan sesuai dengan syariat Islam. SDM yang dihasilkan menjadi manusia yang bertakwa dan menjadi ulama-ulama yang ahli di setiap aspek kehidupan, baik ilmu-ilmu keislaman (ijtihad,fiqih, peradilan, dan lain-lain) maupun ilmu-ilmu terapan (teknik, kimia, fisika, kedokteran,dan lain-lain)Pengaturan Sistem Pendidikan dalam Islam diatur secara menyeluruh mulai dari sistem ekonomi, sistem kehidupan sosial dan sistem politik islam. Bahwa pendidikan adalah tanggung jawab khilafah.
Sejarah Islampun telah mencatat kebijakan para khalifah yang menyediakan pendidikan gratis bagi rakyatnya baik yang mampu (kaya) dan kurang mampu (miskin) serta muslim maupun non-muslim. Hal ini dikarenakan menuntut pendidikan merupakan kewajiban bagi seluruh kaum muslim. "Menuntut Ilmu Wajib atas setiap muslim". (H.R Ibnu Majah)Sehingga, negara wajib menyediakan fasilitas pendidikan untuk seluruh rakyatnya. Kemandirian dan kekuatan visi negara khilafah adalah faktor terpenting dalam menguasai ilmu pengetahuan dan mengarahkan desain sistem pendidikannya yang berkualitas. Sebab sistem politik negaralah yang akan mengarahkan pengelolaan seluruh sumber daya negara (baik SDAE maupun SDM) untuk mencapai tujuan-tujuan politiknya.Wallahu a’lam bi ash-shawab.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
