Kemah Bhakti Mada 2026: Manifestasi Panca Cinta MAN 3 Bantul
Eduaksi | 2026-04-30 15:00:27
KULONPROGO – Di bawah langit cerah Bumi Perkemahan Memorial Camp, Sentolo, ratusan siswa MAN 3 Bantul memulai perjalanan bermakna dalam kegiatan Kemah Bhakti Mada. Berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 April 2026, agenda ini menjadi ruang bagi para siswa untuk menyelami nilai-nilai kehidupan di luar dinding kelas melalui pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta.
Dalam upacara pembukaan yang berlangsung hangat, Kepala MAN 3 Bantul memberikan pesan yang mendalam mengenai implementasi Panca Cinta sebagai napas utama perkemahan ini. Beliau menekankan bahwa landasan pertama adalah Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, di mana setiap aktivitas harus diniatkan sebagai ibadah. Perkemahan ini juga menjadi sarana untuk memupuk Cinta kepada Ilmu, dengan filosofi bahwa tidak ada ruang yang kosong dari pembelajaran; bahkan setiap helai daun yang jatuh di bumi perkemahan ini sejatinya membawa ilmu Allah bagi mereka yang mau merenung.
Lebih lanjut, Kepala Madrasah mengajak para peserta untuk mengamalkan Cinta kepada Diri dan Sesama melalui interaksi yang harmonis selama di tenda. Hal ini juga berkaitan erat dengan Cinta kepada Alam dan Lingkungan. Beliau mencontohkan betapa Islam sangat detail mengatur etika lingkungan, bahkan dalam hal kecil seperti aturan buang air kecil pun diatur agar tidak mengganggu keseimbangan alam dan kenyamanan lingkungan sekitar. Sebagai penutup, nilai Cinta kepada Tanah Air digelorakan dengan pengingat bahwa atribut Merah Putih yang tersemat di dada setiap peserta bukan sekadar hiasan, melainkan simbol tanggung jawab dan kecintaan mendalam terhadap bangsa.
Melalui pesan-pesan yang cair namun penuh isi tersebut, Kemah Bhakti Mada diharapkan mampu mencetak generasi MAN 3 Bantul yang tidak hanya tangkas di alam, tetapi juga memiliki kepekaan rasa dan kecerdasan spiritual yang selaras dengan nilai-nilai Panca Cinta.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
