Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image r@hman _Al Hikmah Bangka

Menua Bersama Penuh Berkah

Agama | 2026-04-17 16:32:44

Menua bersama bukan tentang hitungan usia yang menua tanpa bahagia, bukan tentang rambut yang memutih atau langkah yang melambat tanpa makna. Menua bersama adalah ketika hati tak ikut menua, namun justru bertumbuh oleh ilmu, oleh sabar, oleh doa-doa yang saling diaminkan dalam senyap.Menua bukan tentang fisik yang berubah, tetapi tentang jiwa yang makin tahu ke mana ia pulang. Tentang lisan yang semakin lembut, tentang ego yang satu per satu ditanggalkan.

Menua itu bukan menimbun luka, bukan mengoleksi kecewa seperti kenangan pahit yang disimpan tanpa penyembuhan. Menua adalah keberanian untuk mengobati yang terlanjur terkoyak, dan kebijaksanaan untuk menjaga agar luka yang sama tak kembali terbuka.

Seperti para shalih terdahulu, yang menua dalam kesetiaan, bukan karena hidup selalu mudah, tetapi karena cinta selalu dikembalikan kepada Allah.Ada yang berkata kepada istrinya, “Aku menua bersamamu karena aku ingin menua dalam ketaatan.” Bukan karena tanpa masalah, melainkan karena masalah tak lagi dijadikan alasan untuk saling menjauh.

Bukankah Allah telah berbisik lembut:وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْمِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًالِتَسْكُنُوا إِلَيْهَاوَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu agar kamu merasa tenang bersamanya, dan Dia jadikan di antara kalian cinta dan kasih sayang.”Menua bersama adalah tentang sakinah yang dijaga, mawaddah yang dipelihara, dan rahmah yang diperjuangkan ketika cinta terasa letih.

Menua adalah ketika pertengkaran tak lagi ingin dimenangkan, namun dipeluk dengan pengertian. Ketika maaf lebih cepat diucap daripada ego dibela.Jika kelak suara tak lagi sekuat dulu, biarlah doa yang lebih lantang. Jika tangan mulai bergetar, biarlah ia tetap saling menggenggam dalam dzikir.Menua bersama adalah saling mengingatkan surga ketika dunia terasa melelahkan.

Saling menuntun ketika langkah mulai goyah, saling memaafkan ketika lupa menjadi manusia.Dan jika suatu hari Allah memanggil salah satu lebih dahulu, biarlah yang tertinggal berkata dengan tenang: "Aku pernah menua dalam cinta yang halal dan doa yang panjang.”Menua bersama bukan tentang lama atau sebentar, tetapi tentang berkah. Karena cinta yang tumbuh bersama Allah tak pernah benar-benar menua, ia hanya semakin matang menuju keabadian.

_barokallahu fiikum_

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image