Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Mustika Dwi Palupi [FV 2025]

Pancasila dan Krisis Etika di Era Viral

Info Terkini | 2026-04-15 11:26:23
16 Pelaku ks mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI)

Menurut saya, fenomena ini bukan cuma soal individu yang salah, tapi juga gambaran krisis etika di era digital. Sekarang orang lebih mudah berbicara tanpa berpikir panjang karena merasa aman di balik layar. Padahal, dampaknya tetap nyata bagi orang lain.

Budaya viral juga bikin situasi makin rumit. Informasi cepat menyebar, tapi sering tanpa konteks yang jelas. Akibatnya, banyak orang langsung menghakimi tanpa tahu kebenaran sepenuhnya. Ini menunjukkan bahwa literasi digital dan sikap kritis masih sangat kurang.

Kalau dikaitkan secara sederhana, nilai Pancasila seperti kemanusiaan dan saling menghormati sebenarnya sudah cukup jadi pedoman dasar. Tapi masalahnya, nilai itu sering hanya dipahami sebagai teori, bukan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di media sosial.

Menurut saya, yang paling penting sekarang adalah kesadaran diri. Kita harus mulai lebih bijak dalam berkomunikasi, lebih empati, dan tidak mudah terpancing emosi di dunia digital. Media sosial seharusnya jadi ruang untuk berbagi hal positif, bukan tempat untuk menjatuhkan orang lain.

Oleh karena itu, penting bagi seluruh elemen masyarakat, terutama generasimuda, untuk kembali menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam berperilaku, baik di dunia nyata maupun digital . Pendidikan karakter dan literasi digital harus diperkuat agar masyarakat tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga beretika.

Kasus viral yang terjadi saat ini seharusnya menjadi momentum refleksi Bersama. Pancasila tidak boleh hanya menjadi symbol atau hafalan semata, melaikan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Tanpa itu, kemajuan teknologi justru akan membawa kemunduran moral bagi bangsa.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image