Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Rival Agustina

Wajah yang Dipinjam oleh Dunia

Gaya Hidup | 2026-04-03 09:27:50

Suatu sore, di dalam angkutan yang penuh, aku melihat seorang anak muda menatap layar ponselnya. Ia tersenyum bukan pada seseorang di depannya, melainkan pada versi dirinya yang ada di media sosial. Foto yang ia unggah tampak sempurna, dengan pencahayaan rapi, ekspresi percaya diri, seolah hidupnya utuh tanpa celah. Namun, di kaca jendela yang memantulkan wajah aslinya, tampak lelah yang tidak sempat diedit.

Pemandangan seperti itu bukan hal yang langka. Kita hidup di zaman di mana wajah bukan lagi sekadar milik diri sendiri. Ia menjadi sesuatu yang bisa dipoles, disesuaikan, bahkan dipertukarkan. Banyak orang tanpa sadar menjalani dua kehidupan, satu yang dijalani, satu lagi yang ditampilkan. Dan sering kali, yang ditampilkan terasa lebih nyata daripada yang sebenarnya.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di dunia digital. Di kehidupan sehari-hari, kita juga sering “meminjam wajah.” Di depan atasan, kita menjadi versi yang patuh. Di depan teman, kita menjadi versi yang menyenangkan. Di tengah keluarga, kita mencoba menjadi versi yang diharapkan. Sedikit demi sedikit, wajah asli kita tertutup oleh lapisan-lapisan peran.

Mungkin ini bukan sesuatu yang sepenuhnya salah. Manusia memang makhluk sosial. Kita belajar menyesuaikan diri agar bisa diterima. Namun, masalah muncul ketika kita lupa mana yang penyesuaian, mana yang kehilangan diri.

Bayangkan sebuah cermin. Cermin seharusnya memantulkan apa adanya. Tetapi bagaimana jika cermin itu terus diganti-ganti oleh orang lain? Hari ini kita melihat diri kita melalui standar lingkungan, besok melalui harapan orang lain, lusa melalui tren yang sedang ramai. Lama-kelamaan, kita tidak lagi tahu wajah mana yang benar-benar milik kita.

Seperti air yang dituangkan ke dalam berbagai wadah, kita bisa berubah bentuk mengikuti tempat kita berada. Tapi air tetap menjadi air, tidak peduli bentuknya seperti apa. Pertanyaannya, apakah kita masih menjaga “esensi” itu, atau justru kehilangan diri karena terlalu sering menyesuaikan bentuk?

Ada keheningan yang sering kita hindari, saat kita benar-benar sendiri tanpa peran apa pun. Di situlah biasanya pertanyaan-pertanyaan mulai muncul. Apakah yang aku tunjukkan selama ini benar-benar aku? Atau hanya kumpulan harapan orang lain yang aku pelajari dan aku tiru?

Tidak sedikit orang yang merasa kosong justru ketika semua tampak baik-baik saja. Mereka terlihat berhasil, diterima, bahkan dikagumi. Tetapi di dalam, ada jarak antara siapa mereka dan siapa yang mereka tampilkan. Jarak itu tidak selalu terlihat, tetapi terasa.

Mungkin, dunia memang akan selalu “meminjamkan wajah” kepada kita, memberi peran, ekspektasi, bahkan standar tentang bagaimana seharusnya kita terlihat. Namun, bukan berarti kita harus sepenuhnya menjadi milik dunia.

Ada kebebasan kecil yang sering terlupakan, kebebasan untuk jujur pada diri sendiri. Bukan berarti menolak semua peran, tetapi menyadari bahwa di balik semua itu, ada inti yang tidak perlu diubah.

Seperti seseorang yang pulang setelah lama mengenakan topeng, ada rasa lega ketika akhirnya bisa melepasnya. Bukan karena dunia berhenti menuntut, tetapi karena kita berhenti sepenuhnya bergantung pada penilaian dunia.

Mungkin pada akhirnya, menjadi diri sendiri bukan soal menemukan sesuatu yang baru, melainkan mengingat sesuatu yang sudah lama kita miliki.

Wajah yang dipinjam oleh dunia akan selalu ada. Tetapi wajah yang benar-benar milik kita, ia hanya bisa ditemukan ketika kita berani melihat tanpa cermin siapa pun.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image