Kecelakaan dan Macet Saat Mudik: Berulang Setiap Tahun Tanpa Ada Solusi
Kebijakan | 2026-04-02 20:56:15
Berita Indonesia setiap tahun nya selalu diisi dengan adanya kemacetan panjang dan kecelakaan lalu lintas pada arus mudik dan balik. Kondisi ini bukan fenomena baru, melainkan persoalan yang terus berulang tanpa perubahan signifikan. Kepadatan kendaraan yang tidak terkendali membuat perjalanan mudik kerap berubah menjadi momen yang penuh risiko, bahkan mengancam keselamatan.
Bukan sekadar ketidaknyamanan, tapi kemacetan dan kecelakaan saat mudik ini telah memakan banyak korban jiwa. Kejadian ini menunjukkan bahwa mudik bukan hanya masalah teknis transportasi, tetapi telah menjadi persoalan keselamatan yang serius dan terus berulang setiap tahun.
Berulangnya masalah ini menunjukkan selama ini belum adanya upaya serius dari pemerintah untuk menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Kebijakan yang diambil hanya bersifat teknis dan sementara, jadi tidak mampu menyelesaikan masalah sampai akar. Permasalahan mudik juga berkaitan dengan minimnya layanan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau, jadi masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi. Akibatnya, jumlah kendaraan terus meningkat melampaui kapasitas jalan, ditambah dengan kondisi infrastruktur yang belum memadai dan masih banyaknya jalan rusak yang rawan kecelakaan.
Dalam konteks yang lebih luas, ini mencerminkan belum optimalnya negara dalam menjamin keselamatan rakyat. Di sistem sekarang yang berpaku pada keuntungan, fungsi negara sebagai pengurus sering kali tidak terwujud secara maksimal, sehingga kebutuhan dasar masyarakat, termasuk keamanan dalam perjalanan yang belum terpenuhi dengan baik.
Dalam Islam, negara berfungsi sebagai pemimpin yang bertanggung jawab penuh atas rakyatnya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menegaskan bahwa negara bertanggung jawab atas rakyatnya termasuk dengan menjamin keselamatan rakyat, seperti perjalanan mudik,dsb. Oleh karena itu, negara harus menyediakan layanan transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau dalam jumlah yang mencukupi, sehingga masyarakat tidak bergantung pada kendaraan pribadi. Selain itu, pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan harus menjadi prioritas agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.
Persoalannya sekarang adalah mudik bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, melainkan ujian nyata bagi tanggung jawab negara dalam melindungi rakyatnya. Selama permasalahan ini terus berulang tanpa solusi mendasar, maka mudik akan tetap menjadi perjalanan yang berisiko, bahkan jadi taruhan nyawa bagi masyarakat.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
