QRIS Boleh, tapi Jangan Bikin Hidup Orang Ribet
Rubrik | 2026-02-14 20:52:42
Oleh Almira Hafiya Taqillah
Aktivis Sekolah dan Pemerhati Remaja
Kita hidup di era serba digital. Apa-apa sekarang disuruh scan. Mau jajan, mau beli minum, bahkan mau beli roti pun kadang harus buka HP dulu. QRIS sendiri sebenarnya aman dan halal dalam Islam, karena cuma alat pembayaran. Tapi jadi masalah kalau sistem ini dipaksakan ke semua orang tanpa mikirin kondisi mereka.
Bayangin ada ibu-ibu mau beli roti. Uangnya ada, niatnya ada, laparnya juga ada. Tapi HP? Nggak punya. Akhirnya roti nggak jadi kebeli cuma gara-gara nggak bisa scan barcode. Di sini Islam ngajarin kita buat mikir
Allah SWT berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan cara yang batil, kecuali dengan jalan perdagangan yang berlaku atas dasar saling ridha di antara kalian." (QS. An-Nisa: 29).
Ayat ini jelas banget: jual beli itu harus sama-sama rela, bukan salah satu pihak kehalang cuma karena nggak update teknologi. Kalau pembeli udah niat bayar tapi dipulangin, itu bukan rida, itu zonk.
Islam itu agama yang santai tapi berprinsip. Teknologi harusnya bikin hidup makin gampang, bukan makin ribet. Pedagang Muslim idealnya fleksibel: mau QRIS ayo, mau cash juga gas. Biar semua orang bisa makan, bukan cuma yang punya HP dan kuota.
Jadi intinya, QRIS itu boleh, tapi maksa QRIS sampai orang nggak bisa beli makanan itu nggak sejalan sama nilai Islam. Karena dalam Islam, yang dicari bukan cuma untung, tapi juga adil, manusiawi, dan penuh berkah.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
