Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image redaksi jogjaekspres

Dewan Jamu Indonesia DIY Dorong Jamu Sebagai Minuman Unggulan Pariwisata dan Sehat

Gaya Hidup | 2026-02-12 06:49:49
Dewan Jamu Indonesia DIY Dorong Jamu Sebagai Minuman Unggulan Pariwisata dan Sehat (Mas)

REPUBLIKA NETWORK, YOGYAKARTA – Acara Nitilaku Jamu sekaligus Rapat Dewan Jamu Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) digelar hari Rabu (11/2/2026) bertempat di Bale Gadeng Yogyakarta, dengan fokus utama mempromosikan jamu sebagai bagian penting dari pariwisata dan gaya hidup sehat.

Ketua Dewan Jamu Indonesia DIY Prof. Nyoman Kertia, menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan untuk menjadikan jamu sebagai "perpanjangan tangan" dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan kesehatan Indonesia kepada masyarakat luas, baik domestik maupun internasional.

"Jamu memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak zaman Kerajaan Mataram Kuno di wilayah DIY. Sayangnya, selama ini promosi jamu belum maksimal, bahkan terkadang muncul pandangan negatif yang tidak sesuai dengan kenyataan manfaatnya," ujar Prof. Nyoman.

Dalam acara tersebut, diundang berbagai pihak terkait termasuk Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten/Kota se-DIY, para asosiasi pelaku pariwisata seperti PHRI, ASITA, serta Perhimpunan Pramuwisata DIY.

"Tujuan kita hari ini adalah menggandeng semua stakeholder pariwisata untuk mempromosikan jamu lebih jauh, baik di lingkungan hotel, masyarakat, maupun dalam kegiatan dinas. Kami berharap secara bertahap dapat mengganti minuman biasa dengan jamu, sehingga manfaat dan keunikannya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang," jelasnya.

Prof. Nyoman menambahkan bahwa aspek produksi dan pembinaan pengusaha jamu telah mendapatkan perhatian sebelumnya.

Kali ini fokus utama adalah promosi, mengingat masih rendahnya pengetahuan masyarakat luas terkait manfaat jamu.

"Saat ini mulai terlihat perkembangan positif. Banyak pengusaha jamu yang aktif berpartisipasi dalam berbagai pameran, dan masyarakat mulai menunjukkan minat untuk membeli. Kuncinya adalah membangun kepercayaan melalui informasi yang benar tentang manfaat kesehatan jamu," ucapnya. (mas)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image