Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Abdul hadi tamba

Ziarah Kubur Menjelang Bulan Suci Ramadhan

Agama | 2026-02-16 06:52:38

Ziarah Kubur Menjelang Bulan Suci Ramadhan.

Dalam pandangan kami, ziarah kubur menjelang bulan suci Ramadhan bukan sekedar tradisi budaya (nyadran/nyekar), melainkan memiliki makna spiritual mendalam (hakikat) sebagai sarana tazkiyatun nufus (penyucian jiwa) dan persiapan batin memasuki bulan penuh berkah.

Berikut adalah pandangan hakikat kami pada ziarah kubur menjelang Ramadhan:
Mengingat Kematian (Dzikrul Maut) & Melembutkan Hati.
Ziarah kubur adalah pengingat terbaik bahwa dunia hanya tempat singgah sementara dan akhirat adalah tujuan akhir.
Pandangan kami, ini melembutkan hati yang keras, menghilangkan sifat sombong, dan menyadarkan manusia akan kelemahannya.

Tazkiyatun Nufus Sebelum RamadhanMenjelang Ramadhan, jiwa perlu dibersihkan dari kecintaan duniawi (hubbud dunya).
Melihat kuburan membuat seseorang merenungkan kembali dosa-dosa dan memotivasi diri untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan sebagai persiapan menghadapi ajalnya sendiri.
Refleksi Kehidupan HakikiMerenungkan bahwa harta yang sejati adalah amal shaleh, sementara harta duniawi akan ditinggalkan.

Ini memupuk sikap zuhud (tidak terikat pada dunia) dan mendorong semangat berderma (sedekah/menolong) yang pahalanya akan menemani di alam barzakh.
Silaturahmi Spiritual & MendoakanZiarah adalah bentuk bakti kepada orang tua atau leluhur yang sudah tiada, sekaligus mengirimkan doa agar mereka mendapatkan rahmat Allah.
Ini menjalin hubungan batin antara yang hidup dan yang mati.

Penyadaran Diri (Muhasabah).

Berdiri di hadapan pusara membawa kesadaran akan "kefanaan" diri, bahwa jasad akan hancur dan hanya amal yang tersisa.
Ini adalah bentuk muhasabah (introspeksi) untuk memperbaiki kualitas diri.
Adab dan Hakikat dalam Tasawuf.
Dalam perspektif pandangan kami, ziarah harus diiringi dengan adab:
Niat Tulus: Semata-mata mengingat Allah dan mendoakan ahli kubur, bukan meminta-minta kepada kuburan.
Membawa Kedamaian:
Tidak menangis histeris atau meratap, melainkan mendoakan dengan tenang.
Memohon Ampun:

Mendoakan keselamatan ahli kubur (Allāhummaghfirlahu warhamhu...).
Ziarah kubur sebelum Ramadhan, menurut pandangan kami ini, adalah momen untuk membersihkan hati agar siap menerima hidayah dan keberkahan selama bulan Ramadhan.
Dengan kerendahan hati saling berbagi mudah nudahan dengan syafa'at dari Nabi Besar junjungan kita Muhammad SAW Tercinta Suri Teladan kita sepanjang Zaman ada manfa'at nya buat kita saudara saudaraku.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image