Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Dahlia-Ku

Perdamaian dan Pro Kontra Board of Peace

Edukasi | 2026-02-10 08:58:21
Picture : freepik

Dalam kehidupan ini selalu ada dua sisi, yaitu kebenaran dan kesalahan. Bentuk penjagaan Allah terkait hal ini bisa kita teladani sebagaimana doa Nabi : "Ya Allah, tampakkanlah kepadaku kebenaran sebagai kebenaran... serta tampakkanlah kepadaku kesalahan sebagai kesalahan...".

Doa di atas masih sangat relevan dalam menyikapi kondisi kekinian. Salah satunya terkait pro dan kontra bergabungnya Indonesia menjadi anggota Board of Peace (BoP).

Pendiri BoP, yaitu Amerika Serikat menilai, pendirian BoP untuk menciptakan harapan baru bagi Palestina yang selama ini menjadi daerah konflik. Berita ini bisa kita baca lagi di CNN Indonesia pada 30 Januari 2026.

Dan ternyata untuk menjadi anggota tetapnya, sebuah negara harus menyetor iuran dana yang besarnya lebih dari 1.000.000.000 dollar Amerika. Jika dirupiahkan, maka iuran ini senilai dengan hampir 17 T rupiah, sungguh nilai yang sangat fantastis bukan?.

Sekilas nama Board of Peace terdengar indah, karena mengusung klaim "perdamaian". Namun, benarkah BoP akan mewujudkan perdamaian dan kebebasan bagi rakyat Palestina?. Setidaknya ada dua hal yang harus dikritisi.

Pertama, Board of Peace tidak melibatkan rakyat Palestina. Bukankah seluruh dunia tahu jika rakyat Palestina adalah korban genosida?. Lantas kenapa tidak dilibatkan dalam Dewan Perdamaian ini?. Bahkan BoP sangat mendorong pelucutan senjata penduduk Gaza, termasuk Hamas. Dan kita ketahui bersama, ternyata pasca "gencatan senjata", zionis israel tetap gencar melakukan serangan pada rakyat Palestina. Ini artinya penjajahan di sana masih terus berlangsung hingga detik ini.

Kedua, saatnya kita semua jujur melihat Amerika Serikat yang ada di balik Dewan Perdamaian ini. Negara AS seringkali mengklaim sebagai negara penjaga hak asasi manusia (HAM). Selain itu, AS juga mengklaim menjadi negara yang "paling demokratis". Namun, jika dilihat sepak terjang geopolitik AS selama ini, ternyata justru menunjukkan fakta yang sebaliknya. Apalagi sikap AS terhadap genosida rakyat Palestina, sangatlah terang benderang terlihat jika Amerika Serikat adalah penyokong utama persenjataan bagi zionis israel.

Setelah melihat dari dua sisi seperti di atas, maka akan didapatkan sebuah kesimpulan sederhana. Dimana yang dinamakan pelaku kejahatan dan kezaliman bukan hanya terbatas pada orang yang melakukan kejahatan. Namun, pihak manapun yang secara sadar dan rela bekerjasama dengan pelaku kejahatan dan kezaliman, dan bahkan mendiamkan tindakan pelaku kejahatan, maka orang tersebut juga dinamakan sebagai pelaku kejahatan dan kezaliman. Allah Ta'ala telah tegas mengingatkan kondisi ini salah satunya di dalam surah asy-Syura ayat 42.

Maka, melihat berbagai macam solusi ala AS dan zionis israel baik perundingan, two state solution dan pembentukan BoP yang tidak akan pernah membebaskan rakyat Palestina, maka butuh segera solusi hakiki yang akan membebaskan rakyat Palestina. Solusi hakiki ini adalah persatuan umat dalam satu institusi berlandaskan aqidah Islam yang dengan komando j1hadnya, akan mewujudkan kebebasan hakiki bagi rakyat Palestina. Karena penjajahan dan genosida di Palestina hanya akan berakhir dengan perisai institusi Islam global, yang akan menjaga dan melindungi kehormatan, nyawa dan darah rakyat Palestina.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image