Social Justice Warrior Perlawanan Itu Masih Ada, Hidup Perempuan yang Melawan
Gaya Hidup | 2026-02-08 05:14:05
Kiai Hamid Husein, Mursyid Thariqah Naqshabandi Haqqani Annadzili QoddasAllah Sirruh mengatakan saya lupa tanggal berapanya yang jelas kajian Jum’at pagi Jam 1 dengan membabar kitab Ihya ulumuddin, dan tafsir jalalain bisa diverifikasi kepada khadim Beliau Bang Fuad, Kiai Hamid mengatakan “ Nabi Muhammad SAW adalah Nabi yang Ummy, yang bermakna tidak bisa membaca atau ada arti lain selainnya dari buta huruf tersebut adalah induk atau ibu dari para rasul. Kata Induk bermakna
in·duk n 1 ibu (terutama tt binatang); emak: -- ayam; 2 Ling konstituen terpenting dl konstruksi modifikasi yg ber-kemampuan menempati fungsi sintaktis yg sama dng seluruh konstruksi itu, msl berjalan dl berjalan cepat; 3 ki yg terutama; yg menjadi pokok atau pangkal yg menjadi asal: -- keributan itu adalah diganggunya gadis Minah oleh pemuda B; 4 ki inti; pati; bibit; biang: -- cuka; -- karbol; 5 ki pusat (yg menjadi penyatu bagian, cabang, dsb): -- per-usahaan; -- organisasi; -- bako keluarga dr pihak ayah: sbg di rumah -- bako, ia merasa senang dan aman; -- bala biang keladi; -- bangsa yg menjadi asal suatu rumpun bangsa; -- beras ki istri; -- buatan Tern alat pemanas (listrik) yg disediakan untuk menghangatkan ruangan (tempat) anak unggas atau babi; -- domba domba yg tidak memenuhi syarat lagi sbg induk untuk mengembangkan keturunan dan biasanya lalu dijual ke jagal; -- jari ibu jari (tangan dan kaki); jempol; -- kalimat Ling bagian kalimat (klausa) dr kalimat majemuk bertingkat yg sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat yg mempunyai potensi untuk menjadi kalimat; -- karangan karangan utama di surat kabar atau majalah; tajuk rencana; -- kereta api kepala kereta api; lokomotif; -- madu sarang lebah; -- pasukan pasukan inti yg menjadi pokok dl gerakan perang; -- roti biang roti; adonan roti yg beragi; -- rumah rumah besar yg menjadi pokok; -- semang 1 orang perem-puan yg mengambil orang lain (bukan keluarga) menjadi karib baiknya; 2 orang yg memberi pekerjaan; majikan; 3 orang yg memegang rumah (mengusahakan, menyeleng-garakan) pemondokan; -- tangan jari yg terbesar; ibu jari; jempol; -- tentara pasukan terbesar (dl gerakan perang); -- utang utang yg asal (pokok), belum ditambah bunga; ber·in·duk v 1 mempunyai induk; 2 berpangkal; berpokok: pembunuhan itu ~ pd ketidaksenangan pemuda A akan ejekan pemuda B; meng·in·duk v berinduk kpd; menjadikan sbg induk: Koperasi Pusat Bahasa ~ pd Pusat Koperasi Pegawai Negeri; ke·in·duk·an n sifat-sifat khas yg diperlihatkan oleh induk; se·per·in·duk n semua keturunan yg berasal dr satu induk (sekeluarga, sekaum, sekerabat, dsb)
mengingatkan saya (muwahibbah) dalam seminar feminisme di Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia Induk berarti ibu, ibu bersifat melayani, melindungi, dan mengayomi lah ini tagline polisi yang Menabrak Affan ojol, dan Manusia-manusia di Kanjuruhan “turunkan listyo sigit !!!!!” Kembali ke Taufiq, yang ada Muhammad karena si Topik (taufik) lagi disuruh emaknya beli garem. Jadi melindungi, melayani, mengayomi adalah sifat-sifat yang Dimiliki Nabi Muhammad SAW. Aksi feminism bukanlah aksi Dimana Wanita berkuasa akan tetapi kesetaraan dan pemenuhan hak yang sama di ruang public terhadap Wanita. Lebih-lebih guru besar Rocky gerung meskipun beliau tidak dipanggil ke Istana Undangan guru besar oleh presiden, 1200 Guru Besar diundang Presiden Ke Istana tapi tidak tahu apa esensi pemanggilan kepada mereka. Bisa jadi ini Gerakan meredam demonstrasi kepada mahasiswanya karena kalau kalian turun ke jalan, saya tidak luluskan kalian. Ini adalah tiga lingkaran syetan bagi satu sama lain; Guru Besar takut Presiden, Presiden takut Mahasiswa, Mahasiswa takut Guru Besar. Karena beliau tidak mengikuti asesmen birokrasi guru yang dibesar-besarkan akan tetapi kontribusinya dalam mencerdaskan anak bangsa laqob guru besar pantas disandangkan kepada beliau. Bahkan kalau perlu dikutuk menjadi guru besar “gw kutuklu rocky gerung jadi guru besar !” yang Kembali menegaskan bahwa feminisme adalah sikap perlindungan terhadap mereka yang mampu vocal secara kritis melawan Tindakan kedzoliman, pembelaan terhadap mereka yang didzolimi itulah substansi dari Feminisme.
Kiai Ahsin Sakho dalam pembukaan Pendidikan Kader Mubaligh PKM Kodi Angkatan 31 tahun 2023 dalam tangkapan ingatan Saya, Alqur’an itu menjadi bashirah dan nadzira, bashirah adalah feminism dalam qur’an yang terrefleksi dari sifat-sifat Nabi. Allah ingin menggambarkan dirinya Feminim melalui Perilaku Nabi Muhammad SAW.
Belakangan saya muak dengan feminisme karena feminisme belakangan memunculkan fenomena; standard tiktok, generasi yang lamban menikah muda, tante girang yang baru, yang akan berzinah Bahasa kerennya kohabitasi Bahasa Bejatnya kumpul kebo memelihara brondong, di rumah simpanannya atau apartemennya merasa Bahagia dengan status palsu. Padahal dalam ilmu psikologi Wanita hanya dua pemenuhan yang apabila pria bisa memenuhinya ia akan ikut dengan pria tersebut. Yakni ingin mendapat status dan kenyamanan. Dua point tersebutlah yang harus dimiliki Pria, sekarang Status apa dan kenyamanan seperti apa yang didapat dari memelihara modal kenti saja aka mokondo oleh para ekskutif muda Wanita zaman alay sekarang.
Setelah dalam persidangan perdata dalam rangka membelakakan mata orang-orang kampung. Kamis itu, 5 Februari 2026. TGD berangkat mengikuti harlah Himpunan yang didirikan Syeikhuna Lafran Pane di Majelis yang kata Ulama cabang Jakarta Selatan itu tapi birokrasi minta untuk jadi saksi Ahli ribetnya setengah mampus giliran ada program pemerintah yang digunakan untuk menutupi Kebobrokan pemerintah dengan sangat gercep MUI mau melayani, ya karena ada pencairan disanaaaa, udahlah Ganti topik karena engga lagi ngomongin Majelis Ustadz Indonesia karena memang-memang ustadz-ustadz mereka saja yang masuk dalam lingkaran pengurusan.
Di masa modern saat ini, Wanita ikut serta bekerja untuk menutupi kebutuhan rumah tangga. Akan tetapi tugas dan fungsinya menjadi double karena juga harus membereskan rumah, merawat anak, memasak dan kegiatan Wanita lainnya pada umumnya, akan tetapi tugas suami hanya mencari nafkah semata. Kondisi social ini yang menyebabkan terjadi Gerakan Feminisme menurut Dr. Achmad Muchaddam F.,S.AG.,M.A
Faktor Kodrati dan Konstruksi Sosial, Kodrat adalah kondisi fisik, tubuhnya memang kodrat lelaki dan Perempuan, Perempuan memang dibatasi hal-hal seperti tidak menjadi imam dan mukhatib sholat jum’at, dan apabila berhalangan atau datang bulan dibolehkan tidak sholat hal ini yang menyebabkan keleluasaan Gerak kepada lelaki dibanding Perempuan. Sedangkan konstruksi social adalah bagaimana Masyarakat membentuk pola-pola norma yang menjadi hukum tidak tertulis yang disepakati Bersama seperti Perempuan di rumah, lelaki bekerja, bermain bola adalah permainan pria, sedangkan bermain boneka adalah Perempuan dan lain-lain semisalnya.
TGD mengasumsikan untuk menengahi masalah ini dalam perspektif ayat Qur’an “ Pria kedudukannya lebih Tinggi dari Perempuan “ dengan symbiosis Hierarchy dan bukan symbiosis Patriarchy. Dimana mereka mengetahui tugas dan fungsi masing-masing kodrat dan konstruksi social agar terciptanya keluarga Sakinah, mawaddah, warahmah.
Saling cinta Saling hormat Saling jaga Saling ridho
Musyawarah untuk sakinah Mashlahah!
Ya ini adalah lagu tepuk Sakinah, KUA yang belakangan viral karena koreography petugas KUA yang dinilai Kocak oleh Masyarakat Indonesia.
Feminisme adalah keyakinan akan kesetaraan sosial, ekonomi, dan politik antara laki-laki dan perempuan. Meskipun sebagian besar berasal dari Barat, feminisme hadir dan berkembang di seluruh dunia serta diwujudkan melalui berbagai lembaga yang berkomitmen untuk memperjuangkan hak dan kepentingan perempuan.
Perayaan Kelahiran Himpunan Mahasiswa Islam ke-79 & Seminar Gender bertajuk “ HMI Emas Merajut Kebersamaan, Mengokohkan Peran, Menyongsong Masa Depan” dengan topik seminar “menakar reformasi penegakan hukum berkeadialan gender; tantangan praktik dan arah pemberdayaan”
Sri Lestari, S.E tenaga ahli komisi XIII DPR RI reviktimisasi terjadi saat korban mengalami penilaian negatif yang berulang, sering kali memperburuk trauma, dan menghalangi pencarian keadilan bagi mereka.
Mantan Aktifis KOHATI yang mengikuti LK1 setahun sebelum Tragedi Mei 1998 juga mengatakan “Bagaimana membangkitkan mental si korban, jangan sampai korban menjadi orang paling buruk sedunia yang berujung amit-amit kasus bunuh diri, kamu korban dan korban berhak untuk melawan”
“Please Hargai Perempuan tanpa Perempuan tanpa ibu kalian, kalian tidak ada”
Narasumber lain yang juga konsen terhadap issue-issue keseteraan gender adalah Markus Lettang Div. Pelayanan Hukum LBH Apik Jakarta Regulasi Hukum tidak diterjemahkan ke dalam praktik Prinsip UU TPKS (tindak pidana kekerasan seksual), CEDAW (Convention On The Elimination Of All Forms Of Discrimanation Againts Women) yang didirikan PBB tahun 1979 , dan PERMA (Peraturan Mahkamah Agung) yang berfungsi sebagai pedoman bagi penyelenggara Peradilan tidak dijadikan analisis. Beliau juga tidak bergumam dalam hati yang hanya didengar dirinya dan Tuhan “Faktanya ada RS yang tidak mengcover biaya Visum korban, dirujuk RS ini Oleh kepolisian, Ketika visum selesai ingin pulang dimintakan bayar, padahal rujukannya tidak bayar ternyata disuruh bayar, karena Panjang lebar mengklarifikasi polisi, akhirnya korban yang membayar, itu di DKI, bagaimana di Daerah Lain ?”
Nah sekarang ada issue korban pelecehan seksual tidak gratis visum, ini brengsek sih”
Yang perlu kita lakukan ramaikan setiap kampanye dan lakukan Tindakan-tindakan hukum yang berdampak”
Perjalanan feminisme bergerak dari perjuangan hak dasar (hak pilih), menuju kesetaraan sosial dan budaya, kemudian ke isu identitas dan keberagaman, hingga masa kini perlawanan terhadap kekerasan dan ketidakadilan berbasis gender di era digital. Setiap gelombang membawa fokus baru sesuai konteks zamannya, namun semuanya berakar pada tuntutan keadilan dan kesetaraan bagi perempuan. Yang kemudian maknanya meluas yakni sifat feminis keibuan kepada mereka yang tertindas, terdzolimi oleh tirani hanya saja kebanyakan dari korban adalah Perempuan. Bisa dikatakan Gerakan ini berubah makna dari Gerakan pembelaan hak-hak Perempuan menjadi Gerakan social terhadap segala sesuatu melawan ketidakadilan.
1. Akar Awal (Renaissance – Pencerahan) Gagasan tentang kesetaraan perempuan mulai muncul pada masa Renaissance, tetapi belum membentuk gerakan yang terorganisir. Baru pada era Pencerahan (Enlightenment), perempuan mulai menuntut agar prinsip kebebasan, kesetaraan, dan hak asasi juga berlaku bagi mereka. Inilah fondasi intelektual bagi gerakan feminisme modern.
2. Gelombang Pertama (akhir abad ke-19 – awal abad ke-20) Fokus utama: hak pilih (suffrage) dan hak hukum dasar. Tokoh-tokohnya seperti Elizabeth Cady Stanton, Susan B. Anthony, dan Emmeline Pankhurst memperjuangkan hak suara perempuan. Gerakan ini berhasil mencapai tonggak penting:
- Inggris memberi hak pilih terbatas pada 1918.
- Amerika Serikat mengesahkan Amandemen ke-19 pada 1920.
Namun, gelombang ini cenderung dipimpin perempuan kulit putih kelas menengah dan kurang mewakili perempuan kelas pekerja dan perempuan kulit hitam.
3. Gelombang Kedua (1960-an – 1980-an) Fokus utama: kesetaraan hukum, sosial, dan budaya. Dipengaruhi gerakan hak sipil dan protes Perang Vietnam. Isu yang diperjuangkan meliputi:
- Kesetaraan upah
- Diskriminasi kerja
- Hak reproduksi
- Kekerasan dalam rumah tangga
- Kritik terhadap budaya patriarki
Muncul berbagai aliran:
- Feminisme liberal (reformasi hukum dan kebijakan)
- Feminisme radikal (perombakan sistem patriarki)
- Feminisme kultural/difference feminism (menekankan nilai khas perempuan)
Gelombang ini juga memicu perdebatan internal tentang ras, kelas, dan orientasi seksual “sedikit menyimpang kebebasan orientasi seks (lesbong).
4. Gelombang Ketiga (1990-an – awal 2000-an) Fokus utama: identitas, keberagaman, dan ekspresi diri. Dipimpin generasi muda (Generasi X). Lebih inklusif terhadap perempuan kulit berwarna dan berbagai identitas gender. Ciri khasnya:
- Menantang stereotip perempuan
- Menggunakan budaya populer dan media sebagai sarana perjuangan
- Mengusung konsep spektrum gender
- Menekankan kebebasan seksual sebagai bagian dari identitas personal
Gerakan ini plural dan tidak terpusat pada satu agenda tunggal.
5. Gelombang Keempat (sekitar 2012 – sekarang) Fokus utama: pelecehan seksual, body shaming, rape culture, dan ketidakadilan gender berbasis digital. Ciri khasnya adalah penggunaan media sosial sebagai alat mobilisasi. Contoh penting:
- Women’s March (2017)
- Gerakan #MeToo, yang membuka ruang bagi korban kekerasan seksual untuk bersuara secara global.
Gelombang ini bersifat global, cepat menyebar, dan sangat dipengaruhi teknologi digital.
Tokoh-tokoh seperti Raline Shah, Ayushita, Cinta Laura Khiel kesemua adalah calon-calon Istri Tuan Guru Deri yang juga shout out terhadap feminisme, tidak bermaksud mesogenic terhadap Kaum Wanita seperti yang dilakukan Oleh si Paling Wakil di negeri Wakanda dan adiknya yang baru dua hari langsung menjadi ketua partai terhadap artis pedangdangdangdut yang tidak jadi menikah dengan mantan lakinya Krisdayanti di salah satu video mereka yang tidak penting itu karena implisit eksplisit mesogenic dikira keren kali ngomong begitu jamet banget padahal dan turun-turunannya cupu, alay, sindang, kamseupay, udik lagi norak, OKB betingkah.
Sedikit mengulik ingatan kita, agar seperti didikan atau seruan yang sering kali diteriakan dengan lantang para social justice warrior yakni menolak lupa. Bahwa di Negara kita pernah ada kasus Dimana Perempuan seorang senator yang dikalahkan oleh teman satu partainya, diminta untuk mundur. Padahal Perempuan tersebut, memenuhi syarat melanggeng di senayan akan tetapi karena relasi kuasa dengan pucuk partai. Perempuan tersebut dipecat dari partai dan gagal menjadi perwakilan Perempuan di DPR-MPR RI. Kalau TGD jadi Perempuan itu mungkin akan mengadukan perlawan diinternal partai (ADRT) kalau tidak diindahkan. TGD telisik SK Kemenkumham partai tersebut dan bekukan keselurahan fungsi partai di PTUN karena kongkolingkongannya yang terstruktur, masiv, dan terencana.
Ada sedikit cerita lucu Ketika TGD bersidang di Mahkamah Konstitusi, Jadi TGD ini mencoba mendarmabaktikan jiwa dan mewakafkan badannya untuk menjadi Presiden RI di Akta MK 186/PAN.MK/2018 kasus ini sekitaran 2018-2019 hanya karena di wilayah tersebut satu Perempuan melawan banyak pria senator lainnya, digugat ke Mahkamah Konstitusi dengan petitum lebih cantik dari calon senator lainnya, yaiyalah masak bapak-bapak senator mau dibilang cantik, ewiuhhhhhh emang situ mau disebut pria-pria apaan? Tapi ini kejadian di negara Kita hanya karena berhasil menarik simpati masyarakatnya karena dia Perempuan, menang di wilayah tersebut dan digugat sengketa pemilu, hahahahahh yaa salaaaammmm
Lain lagi kisahnya berpedoman pada Pasal 245 UU 7/2017 yang menyatakan “Daftar bakal calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243 memuat keterwakilan perempuan paling sedikit 30% (tiga puluh persen)” ini maka kebijakan afirmasi dalam bentuk kuota 30% calon perempuan harus dijalankan secara konsisten demi meningkatkan jumlah perempuan di parlemen.
Namun sejauh ini, hasil pemilu legislatif jauh dari model perwakilan deskriptif karena jumlah anggota parlemen perempuan tak sebanding dengan jumlah penduduk perempuan. Sejak Pemilu 1999, upaya ini telah dilakukan misalnya dalam UU Parpol, yakni UU 31/2002 Pasal 13 ayat (3) serta UU 2/2008 Pasal 2 ayat (2) dan ayat (5). Selain itu, ada pula dalam UU 12/2003, UU 10/2008, UU 8/2012, dan UU 7/2017.
Jadi kali ini UU yang mengharuskan Perempuan paling sedikit 30% (tiga puluh persen) digunakan untuk menjegal partai lain karena tidak memenuhi kehadiran perempuan paling sedikit 30% (tiga puluh persen) dalam fraksi partaiNya. Mungkin kalau partainya yang tidak memenuhi keharusan senator Perempuan 30% (tiga puluh persen) mereka akan diam-diam saja, akan tetapi kalau musuh dari partai lain wah ini harus disengketakan iniiii .
5 Februari 1947 selukir 14 Rabi’ul Awal 1366 adalah Hari Dimana Himpunan Mahasiswa Islam Dibentuk Oleh Muassis Lafran Pane, Tulisan ini semoga menjadi ingatan kolektif kita, Hadiah untuk Kanda, Yunda khususnya dan Masyarakat Indonesia umumNya agar kita Menjadi seperti Kanda lafran Pane, Kanda Said Munir Thalib, dan fatehah untuk mereka yang sudah selesai dengan dirinya dan memperjuangkan hak-hak orang lain.
“ Selamat Hari Lahir Himpunan Mahasiswa Islam yang ke-79, Semoga Muncul Lafran Pane atau Munir, Munir lainnya, Yakin Usaha Sampai ” . Tuan Guru Deri aka Kanda Jin, Tabuk Tabik
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
