Selamat Datang Ramadhan, Bulan Paling Utama di Sisi Allah SWT
Agama | 2026-02-06 10:13:45
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيم
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang masih memanjangkan usia kita hingga dapat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Sebuah bulan yang tidak hanya hadir sebagai penanda waktu, tetapi datang sebagai tamu agung yang membawa rahmat, ampunan, dan kesempatan besar untuk memperbaiki diri.
Bagi orang beriman, datangnya Ramadhan bukanlah peristiwa biasa dalam pergantian bulan Hijriyah. Ia adalah momentum yang dinanti, karena di dalamnya Allah SWT membentangkan berbagai pintu kebaikan. Tidak setiap hamba diberi kesempatan untuk kembali menyambut Ramadhan. Betapa banyak orang yang tahun lalu masih bersama kita, namun kini telah lebih dahulu dipanggil menghadap Allah SWT. Maka, kesempatan untuk kembali menyambut Ramadhan adalah karunia yang patut disyukuri, bukan sekadar rutinitas berulang.
Allah SWT memilih Ramadhan sebagai bulan yang mulia, sebagaimana firman-Nya:
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).”(QS. Al-Baqarah: 185)
Ayat ini menegaskan bahwa kemuliaan Ramadhan bersumber dari pilihan Allah SWT sendiri. Ia dimuliakan karena menjadi waktu diturunkannya Al-Qur’an, kitab suci yang menjadi petunjuk hidup manusia. Karena itulah Ramadhan layak disebut sebagai bulan paling utama di sisi Allah SWT, bukan karena tradisi manusia, bukan pula karena suasana sosial semata, melainkan karena nilai Ilahiah yang dikandungnya.
Di dalam Ramadhan, Allah SWT melimpahkan berbagai keutamaan yang tidak ditemukan pada bulan-bulan lainnya. Pintu-pintu rahmat dibuka lebar, pintu-pintu ampunan tidak ditutup, dan pahala amal dilipatgandakan. Satu amal kebaikan bernilai lebih besar daripada di waktu biasa. Ramadhan menjadi ladang subur bagi siapa saja yang ingin menanam amal sholih dan memanen pahala di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang Allah SWT siapkan sebagai ruang kemudahan bagi hamba-Nya untuk mendekat kepada-Nya. Suasana iman dikuatkan, jalan menuju kebaikan dilapangkan, dan peluang untuk mendekat kepada Allah SWT dibentangkan seluas-luasnya.
Namun, yang menjadikan Ramadhan benar-benar utama bukan hanya karena suasana dan keistimewaannya, melainkan karena tujuan besar yang Allah SWT tetapkan di dalamnya, yaitu membentuk pribadi taqwa. Puasa tidak hanya membiasakan tubuh untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi mendidik jiwa untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan, menata hati, dan meluruskan niat. Dengan puasa, seorang mukmin belajar bahwa yang paling utama dalam hidup bukanlah memenuhi semua keinginan, tetapi menundukkannya demi ketaatan kepada Allah SWT.
Karena itulah, bagi orang beriman Ramadhan bukan sebagai beban, melainkan sebagai anugerah. Ia menyambutnya dengan rasa syukur, dengan niat memperbaiki diri, dan dengan harapan agar dosa-dosanya diampuni serta derajatnya ditinggikan. Ramadhan menjadi momentum untuk lebih akrab dengan Al-Qur’an, meningkatkan kualitas sholat, memperbanyak doa, serta menumbuhkan kepedulian kepada sesama.
Menyambut Ramadhan sejatinya adalah menyambut kesempatan untuk menjadi hamba yang lebih baik. Maka, sudah sepantasnya Ramadhan disambut bukan hanya dengan persiapan lahiriah, tetapi juga dengan persiapan batiniah. Membersihkan niat, meluruskan tujuan, dan menanamkan kesadaran bahwa Ramadhan adalah anugerah besar dari Allah SWT bagi orang-orang beriman.
Akhirnya, marilah kita sambut Ramadhan ini dengan hati yang lapang dan penuh syukur. Kita sambut ia sebagai bulan paling utama di sisi Allah SWT, bulan yang membawa cahaya bagi jiwa, dan bulan yang membuka akses jalan menuju taqwa.
Semoga Allah SWT menjadikan Ramadhan yang akan kita sambut ini sebagai Ramadhan terbaik dalam hidup kita, Ramadhan yang mengubah kita menjadi hamba yang lebih dekat kepada-Nya, lebih bersih hatinya, dan lebih lurus jalan hidupnya.
اللهم بلغنا رمضان، واجعلنا فيه من المقبولين.
“Ya Rabbi, pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan, dan jadikanlah kami di dalamnya termasuk hamba-hamba-Mu yang diterima amal ibadahnya.”
Sahabat,
Selamat menikmati Sayyidul Ayyam, Jum’at penuh berkah.
Semoga Allah SWT memberkahi setiap ikhtiar kita dalam menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah.
آمِيْن يَا مُجِيْبَ السَّائِلِيْنَ
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
