Merajut Doa dalam Ukhuwah: Jejak Mahasiswa KKN Unmuh Jember di Majelis Ilmu
Agama | 2026-01-29 19:14:10
JEMBER – Mengawali masa pengabdian dengan langkah humanis, kelompok mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember proaktif mengikuti peringatan Isra Mikraj yang diselenggarakan oleh warga Desa Gumelar. Langkah ini diambil sebagai upaya mempererat tali silaturahmi sekaligus menghormati tradisi religius yang kental di wilayah tersebut.
Kegiatan yang digelar di jantung Desa Gumelar ini menjadi ruang pertemuan antara kaum intelektual muda dengan kearifan lokal. Mengenakan atribut almamater, para mahasiswa tampak berbaur di tengah jamaah, menyimak rangkaian selawat dan tausiyah yang disampaikan dalam kegiatan ini turut hadir kepala desa Gumelar Bapak Heri.
Langkah awal pengabdian mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember di wilayah Gumelar ditandai dengan aksi membumi lewat partisipasi dalam peringatan Isra Mikraj. Alih-alih hanya berfokus pada program kerja teknis, para mahasiswa ini memilih untuk menyelami ruang spiritualitas warga sebagai medium adaptasi sosial. Kehadiran mereka di tengah riuhnya lantunan selawat bukan sekadar memenuhi undangan formal, melainkan upaya tulus untuk meruntuhkan sekat antara akademisi dan masyarakat desa. Melalui momentum keagamaan ini, tercipta dialog dua arah yang hangat, di mana mahasiswa tidak hanya memposisikan diri sebagai agen perubahan, tetapi juga sebagai santri yang siap menyerap nilai-nilai kearifan lokal yang masih terjaga erat di Desa Gumelar."
Peran Strategis UMKM dalam Kegiatan Desa "Keterlibatan sektor UMKM dalam perhelatan Isra Mikraj di Desa Gumelar menjadi katalisator penting bagi denyut ekonomi kerakyatan di tengah nuansa religius. Kehadiran para pelaku usaha lokal tidak hanya berperan sebagai penyokong logistik acara, tetapi juga menjadi representasi kemandirian ekonomi desa yang bersinergi dengan program kerja mahasiswa KKN Unmuh Jember. Dengan memanfaatkan keramaian massa, para perajin panganan tradisional dan pedagang kecil mendapatkan panggung untuk menjajakan produk unggulan mereka, yang secara tidak langsung mengintegrasikan aspek spiritualitas dengan pemberdayaan finansial. Mahasiswa KKN dalam hal ini bertindak sebagai jembatan promosi, membantu menata wajah UMKM agar lebih menarik di mata pengunjung, sehingga perayaan hari besar Islam ini sekaligus menjadi momentum akselerasi pendapatan bagi warga lokal
Integrasi Figur Publik dan Edukasi Religi Nuansa khidmat dalam peringatan Isra Mikraj di Desa Gumelar kian terasa mendalam dengan kehadiran Bu Nyai Nur Laila sebagai narasumber utama. Dalam untaian tausiyahnya, beliau secara spesifik membedah urgensi persiapan batin dan fisik menjelang transisi menuju bulan suci Ramadan. Pesan yang disampaikan Bu Nyai Nur Laila tidak sekadar menjadi pengingat ritual tahunan, namun juga menjadi panduan praktis bagi jamaah—termasuk para mahasiswa KKN Unmuh Jember—mengenai manajemen spiritual dalam menyambut bulan penuh berkah tersebut. Pemaparan beliau mengenai esensi pengendalian diri dan peningkatan kualitas ibadah menjadi bekal berharga bagi masyarakat untuk melakukan transformasi perilaku sebelum memasuki gerbang Ramadan."
Delegasi KKN Universitas Muhammadiyah Jember di barisan jamaah menjadi simbol perpaduan antara entitas akademik dan kearifan lokal Desa Gumelar. Kehadiran mereka dalam balutan atribut almamater tidak sekadar menjadi pelengkap seremoni, melainkan manifestasi nyata dari penghormatan terhadap tradisi keagamaan yang dipimpin oleh Bu Nyai Nur Laila. Di bawah paparan materi spiritual tersebut, para mahasiswa secara intensif mendalami konsep kesiapan mental dalam menyongsong bulan Ramadan, sebuah proses pembelajaran afektif yang melampaui batas ruang kelas.
"Antusiasme warga Desa Gumelar terlihat sangat masif dalam memadati lokasi pengajian, yang secara instan menciptakan atmosfer religius yang kental sekaligus penuh kehangatan. Kehadiran masyarakat yang bersinergi dan berbaur secara alami dengan rekan-rekan mahasiswa KKN ini menjadi manifestasi nyata dari kuatnya ikatan sosial serta tingginya penghormatan terhadap tradisi kultural setempat.
Momentum berkumpulnya publik dalam skala besar ini tidak hanya terfokus pada pendalaman dimensi spiritual semata, namun juga bertransformasi menjadi penggerak vital bagi roda ekonomi para pelaku usaha mikro di sekitar area kegiatan. Interaksi dinamis antara penduduk, mahasiswa, dan para pedagang lokal di bawah naungan acara peringatan Isra Mikraj ini membuktikan bahwa kegiatan keagamaan mampu menjadi katalisator bagi kerukunan warga sekaligus penguatan kemandirian ekonomi desa secara terpadu."
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
