Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Abdul hadi tamba

Dikhianati Jadi Ladang Pahala

Agama | 2026-02-03 00:03:29

Andul Hadi Tamba from Kota Subulussalam.

As..wr..wb..

Di khianati jadi ladang pahala.

Dalam pandangan kami, dikhianati bukanlah sekadar musibah sosial, melainkan ujian spiritual tingkat tinggi yang dirancang Allah untuk menaikkan derajat seorang hamba.

Kami mengajarkan untuk melihat pengkhianatan melampaui pelakunya (manusia) dan berfokus pada kehendak Allah (tauhid).

Berikut adalah pandangan dan sikap kita ketika dikhianati.

Melihat dari Kacamata Tauhid (Melihat Allah, Bukan Manusia).

Kita harus mengakui dan meyakini bahwa tidak ada satu pun kejadian di dunia ini, termasuk pengkhianatan, yang terjadi tanpa izin Allah.

Manusia yang mengkhianati hanyalah "perantara" (sebab) dari ujian, namun hakikatnya, situasi tersebut adalah takdir (qadha dan qadar) yang harus diterima.

Sikap Kita Fokus pada Allah, bukan pada pelaku pengkhianatan.

Mengeluh kepada Allah, bukan manusia.

Sabar dan Ridho (Menerima Ketentuan).

Sabar dalam tasawuf bukan sekedar diam menahan amarah, tetapi menerima dengan tenang tanpa gejolak batin yang merusak hati.

Ini adalah bentuk ridho terhadap keputusan Allah.

Sikap kita Menahan diri dari membalas kejahatan dengan kejahatan, dan ridho bahwa ini adalah jalan yang ditetapkan untuk membersihkan jiwa.

Penyucian Hati (Tazkiyatun Nafs).

Pengkhianatan sering kali memicu kemarahan, benci, dan keinginan balas dendam.

Kami mengajarkan untuk melepaskan rasa-rasa negatif tersebut.

Sikap kita Memaafkan pelakunya (membuang dendam) agar hati kembali suci dan tidak terikat oleh dunia.

Mengingat Allah (Dzikrullah) dan Zuhud.

Saat dikhianati, seseorang cenderung sedih luar biasa.

Kami mengajarkan untuk memalingkan rasa sedih tersebut kepada kerinduan pada Allah.

Sikap kita Menjadikan pengkhianatan sebagai momentum untuk "Zuhud" (melepaskan ketergantungan hati) dari makhluk.

Sadar bahwa manusia bisa mengecewakan, sehingga cinta dan harap hanya ditujukan kepada Allah.

Membalas dengan Kebaikan (Ihsan).

Level tertinggi dalam tasawuf saat disakiti adalah tidak sekedar sabar, tetapi membalas keburukan dengan kebaikan.

Ini adalah cerminan dari akhlak mulia.

Sikap kita Mendoakan kebaikan bagi orang yang mengkhianati dan tetap berbuat baik jika memungkinkan.

Ringkasnya kami memandang pengkhianatan sebagai ladang pahala berlimpah.

Luka yang ditimbulkan dijadikan batu loncatan untuk semakin tegar, ikhlas, dan dekat kepada-Nya.

Dengan kerendahan hati saling berbagi mudah mudahan dengan mengharap dapat safa'at Dari Nabi Besar Junjungan Kita Muhammad SAW Tercinta Suri Teladan Kita Sepajang Zaman ada manfa'at nya buat kita Saudara Saudaraku.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image