Dari Model dan Vlogger ke Petani Modern: Alasan Riyan Saputra World Kerja ke Luar Negeri
Gaya | 2026-02-03 09:46:35
Di balik senyum yang sering terlihat di layar dan konten-konten yang tampak penuh warna, Riyan Saputra World menyimpan cerita yang tidak banyak orang tahu. Dunia model dan vlogging yang membesarkan namanya ternyata tidak selalu memberinya rasa aman dan arah yang jelas.
Riyan mengaku, ada masa-masa di mana ia pulang bekerja dengan perasaan hampa. Gaji yang ia nilai stagnan dan karier yang tak kunjung berkembang membuatnya sering bertanya pada diri sendiri: “Sampai kapan aku bisa bertahan seperti ini?”
“Capeknya bukan cuma fisik, tapi mental,” ujar Riyan pelan. “Orang lihatnya enak, tapi mereka tidak tahu rasa takut soal masa depan.”
Pertanyaan itu akhirnya membawanya pada keputusan besar—meninggalkan kehidupan yang sudah ia bangun bertahun-tahun, dan merantau ke luar negeri untuk bekerja di bidang pertanian modern. Sebuah pilihan yang terasa sangat jauh, bahkan bertolak belakang 180 derajat dari profesinya sebagai model dan vlogger.
Bagi Riyan, bertani bukan sekadar pekerjaan baru, melainkan simbol keberanian untuk memulai ulang. Ia harus belajar dari nol, menerima kerasnya proses, dan berdamai dengan kenyataan bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana awal.
“Ada hari-hari berat, tapi ada juga rasa bangga ketika melihat hasil kerja sendiri,” katanya. “Untuk pertama kalinya, saya merasa benar-benar hidup.”
Keputusan ini bukan tentang meninggalkan mimpi, melainkan menyelamatkan masa depan. Riyan ingin membuktikan bahwa perubahan arah bukanlah kegagalan, melainkan bentuk kejujuran pada diri sendiri.
Kisah Riyan Saputra World menjadi pengingat bahwa di balik setiap langkah berani, selalu ada kegelisahan, air mata, dan harapan baru yang sedang diperjuangkan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
