Penemuan Korban Longsor di Jawa Barat Terus Bertambah
Hybrid | 2026-01-29 17:50:49Jawa Barat, 26 Januari 2026 — Proses pencarian dan evakuasi korban tanah longsor yang terjadi di wilayah Jawa Barat masih terus berlangsung. Hingga hari ini, tim Search and Rescue (SAR) gabungan kembali menemukan sejumlah korban tertimbun material longsoran berupa tanah, bebatuan, dan pepohonan.
Berdasarkan data sementara, jumlah korban meninggal dunia mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya, sementara beberapa orang lainnya masih dinyatakan hilang. Operasi pencarian melibatkan ratusan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan dan masyarakat setempat.Tim SAR menggunakan berbagai peralatan, seperti alat berat untuk mengangkat material longsoran, drone untuk pemantauan udara, serta anjing pelacak guna mempercepat proses pencarian di area yang sulit dijangkau. Meski demikian, proses evakuasi tidak berjalan mudah karena kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi longsor susulan.Selain itu, faktor cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Hujan yang masih sering turun memaksa tim menghentikan sementara operasi pencarian demi keselamatan personel. Pencarian biasanya kembali dilanjutkan pada pagi hari setelah kondisi dinyatakan aman.Pemerintah daerah setempat menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah menemukan seluruh korban yang masih tertimbun serta memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi bencana. Sejumlah warga yang tinggal di kawasan rawan longsor telah dievakuasi ke tempat pengungsian yang lebih aman.Di lokasi pengungsian, para korban terdampak mendapatkan bantuan berupa makanan, air bersih, selimut, serta layanan kesehatan. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan dan lereng curam.Pihak berwenang menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Evaluasi terhadap kondisi wilayah terdampak juga akan dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.Berita ini diterbitkan berdasarkan laporan media nasional dan keterangan resmi tim SAR.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
