Khataman Al-Quran, Membentuk Kepribadian Warga Binaan
Agama | 2026-01-19 14:49:23
Pandeglang — Program pembinaan keagamaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pandeglang kembali membuahkan hasil positif. Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berhasil menuntaskan bacaan Al-Qur’an melalui kegiatan mengaji yang dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pembinaan rohani, Senin (19/1).
Kegiatan khataman Al-Qur’an tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh warga binaan muslim di lingkungan Rutan Pandeglang. Program ini menjadi sarana pembinaan kepribadian yang bertujuan membentuk sikap religius, menenangkan batin, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Kami merasa lebih tenang dan termotivasi untuk terus memperbaiki diri. Kegiatan mengaji dan khataman Al-Qur’an ini menjadi pengingat bagi kami untuk tidak mengulangi kesalahan dan menjalani hidup yang lebih baik ke depan,” ujar salah seorang warga binaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Pandeglang, Rd. Achmad Zaki, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan yang berorientasi pada perubahan perilaku warga binaan.
“Melalui kegiatan keagamaan seperti khataman Al-Qur’an ini, kami harap warga binaan dapat memperkuat keimanan, meningkatkan kesadaran diri, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik selama di dalam rutan maupun setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Rutan Pandeglang akan terus menghadirkan program pembinaan yang berkesinambungan dan humanis sebagai upaya membentuk warga binaan yang siap kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan khataman Al-Qur’an ini diharapkan mampu menjadi bekal spiritual bagi warga binaan, sekaligus memotivasi mereka untuk terus menumbuhkan kedisiplinan, memperbaiki sikap, dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna ke depan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
