Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Abdul hadi tamba

Marhaban ya Ramadhan, Mari Kita Saling Mema'afkan

Agama | 2026-02-17 06:36:54

Marhaban ya Ramadhan mari kita saling nema'afkan.
Dalam pandangan kami bulan suci Ramadhan yang sudah di ambang pintu bukanlah sekedar pergantian bulan, melainkan momentum Tazkiyatun Nafs (penyucian jiwa) dan Muraqabah (merasakan kehadiran Allah) yang paling agung.
Saling memaafkan menjelang Ramadhan dilihat sebagai syarat batiniah untuk membersihkan hati dari kotoran dendam, iri, dan benci, agar suci saat menerima rahmat-Nya.

Pandangan kami Ramadhan dan Saling MemaafkanPenyucian Hati Sebelum Berpuasa:
Para sufi menekankan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga (tingkat awam), tetapi juga menahan hati dari segala hal selain Allah.

Konflik dengan sesama manusia adalah penghalang terbesar dalam mendekatkan diri kepada-Nya.
Memaafkan adalah cara melepaskan beban batin agar puasa menjadi khusyuk.

Menyambut dengan Gembira:
Bergembira menyambut Ramadhan menunjukkan hati yang rindu akan keridhaan Allah, yang berbuah keutamaan diharamkan jasadnya dari api neraka.

Puasa Hakiki (Khusus al-Khusus):
Puasa dalam pandangan kami adalah puasa hati dari pikiran duniawi dan kebatilan.
Saling memaafkan sebelum Ramadhan adalah bentuk taubat nasuha untuk membersihkan jiwa dari noda dosa sosial.
Dalil Al-Quran tentang Saling Memaafkan & Menyambut RamadhanMeskipun memaafkan dianjurkan kapan saja, momen menjelang Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menata hati.

Berikut dalilnya:
Pentingnya Memaafkan dan Berdamai (QS. Al-A'raf [7]: 199):“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang bodoh.” (Ayat ini mengajarkan kelapangan hati untuk memaafkan, sebuah kunci ketenangan batin sebelum beribadah).

Anjuran Memaafkan Kesalahan (QS. An-Nur [24]: 22):"...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.
Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu?
Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Ayat ini mengaitkan ampunan Allah dengan tindakan kita memaafkan sesama).

Perintah Taubat Nasuha (QS. At-Tahrim [66]: 8):“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)...” (Menyucikan jiwa/taubat dari kesalahan kepada Allah dan manusia adalah persiapan utama menyambut Ramadan).
Ramadhan sebagai Momentum Petunjuk (QS. Al-Baqarah [2]: 185):"...Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia. (Menyambutnya dengan hati bersih membuat kita lebih mudah menerima petunjuk tersebut).Kesimpulan:
Marhaban ya Ramadhan.
Mari kita jadikan momen ini untuk membersihkan hati, memaafkan masa lalu, dan mendekatkan diri kepada Allah melalui puasa lahir dan batin.
Dengan kerendahan hati saling berbagi mudah mudahan dengan mengharap syafa'at dari Nabi Besar junjungan kita Muhammad SAW Tercinta Suri Teladan Kita sepanjang Zaman ada Manfa'atnya Buat kita Saudara Saudaraku.
Selamat menunaikan ibadah puasa

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image