Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Desi Maulia

Rajab: Momen Menegakkan Hukum Allah SWT

Agama | 2026-01-17 08:33:33

Oleh: Desi Maulia, S.K.M.

Saat ini kita memasuki bulan Rajab. Di bulan ini ada beberapa peristiwa besar diantaranya adalah peristiwa Isra’ Mi’raj. Seluruh umat Islam memperingatinya sebagai sebuah peristiwa yang Istimewa. Yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit pada malam hari hingga beliau mendapatkan perintah shalat lima waktu.

Selain peristiwa Isra’ Mi’raj, bulan Rajab juga ada momen penting lainnya yaitu adanya momen Bai’at Aqabah kedua. Dalam peristiwa Bai’at Aqabah ini terjadi sebuah perjanjian penting antara Nabi Muhammada SAW dengan para delegasi dari Yatsrib (Madinah). Di dalam delegasi itu terdiri atas 73 laki-laki dan 2 perempuan. Perjanjian penting yang terjadi dalam peristiwa Ba’iat Aqabah 2 ini adalah perjanjian untuk melindungi Nabi Muhammad SAW dan keluarga serta perlindungan terhadap dakwah Islam. Perjanjian tersebut juga menggambarkan kesediaan untuk berperang bersama Rasulullah SAW dalam menegakkan agama Islam. Di dalamnya juga ada peristiwa penyerahan kepemimpinan kepada Nabi Muhammad SAW yang akhirnya menjadi awal berdirinya Daulah Islamiyah. Dalam peristiwa Ba’iat Aqabah 2 ini tidak hanya terdapat momen spiritual namun juga merupakan gerbang menuju perubahan umat secara ideologis. Yaitu ketika Islam dijadikan landasan dalam setiap aktivitas kehidupan di Madinah. Baik secara individu, masyarakat bahkan dalam tatanan pemerintahan.

Keberadaan Daulah Islamiyah ini kemudian dilanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin dan khalifah lainnya dalam bentuk Daulah Khilafah Islamiyah hingga berakhir pada tahun 1924. Peristiwa keruntuhan Daulah Islamiyah ini juga terjadi pada bulan Rajab. Dengan runtuhnya institusi ini maka kaum Muslimin tidak lagi dapat menerapkan aturan Allah SWT secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan.

Hikmah dalam peristiwa Isra’ Mi’raj tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa turunnya perintah shalat sebagai ibadah mahdhah saja. Namun shalat disini memiliki makna yang lebih luas. Dalam sebuah hadis dari Ummu Salamah ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

“ Suatu saat akan datang para pemimpin, mereka melakukan kebajikan dan kemungkaran. Siapa yang benci (dalam hati) akan kemungkaran yang dilakukan oleh pemimpin, maka dia sudah bebas dari dosa dan hukuman. Barangsiapa mengingkarinya, maka dia selamt. Sedangkan (dosa dan hukuman adalah) bagi yang ridha dan mengikutinya.” Kemudian para sahabat berkata, “ Apakah kami boleh memerangi mereka? Rasulullah SAW menjawab, “ Jangan selama mereka mengerjakan shalat.” (HR. Muslim).

Dalam hadis ini terkandung makna ketika seorang pemimpin melakukan kemungkaran maka kita tidak boleh memeranginya selama dia masih mengerjakan shalat. Namun dalam hadist tersebut makna shalat tidak semata makna harfiah yaitu ibadah shalat lima waktu, makna menegakkan shalat dalam hadist tersebut menegakkan hukum Allah SWT. Artinya kita dilarang memerangi pemimpin yang masih menjalankan syariat Allah SWT.

Saat ini umat Islam dalam kondisi tidak adanya pemimpin yang menerapkan hukum Allah SWT. Sistem yang diterapkan saat ini adalah sistem sekuler demokrasi. Yaitu sistem yang meminggirkan aturan Sang Pencipta pada aspek pribadi semata. Sistem ini melarang aturan Allah SWT diterapkan pada ranah kehidupan publik dan membiarkan manusia hidup bebas dengan asas liberalismenya. Namun kehidupan yang bebas ini justru memberikan bencana bagi manusia. Dengan asas liberalismenya ini membuat manusia bebas berbuat tanpa batas. Tidak lagi mengindahkan benar dan salah, tidak lagi memiliki pegangan hidup. Di sisi lain sistem Kapitalisme yang merupakan induk dari liberalisme ini telah menuhankan materi dalam kehidupan. Segala sesuatu hanya dinilai dari untuk rugi dan besarnya manfaat yang diberikan bagi dirinya tanpa mengindahkan kepentingan orang lain. Hal ini membawa bencana bagi perekonomian dan politik dunia karena dengan asas Kapitalisme ini membuat manusia yang berkuasa dan memiliki materi yang akan menang. Dalam Kapitalisme ini telah memunculkan watak serakah yang pada akhirnya menghilangkan aspek empati dan kemanusiaan. Para pemimpin dan pemilik modal berusaha terus menambah materi yang dimiliki tanpa mengindahkan aspek alam dan kemanusiaan. Banjir Sumatera dan Aceh menjadi bukti keserakahan para kapitalis yang menyebabkan bencana bagi masyarakat luas.

Berbeda halnya dengan Islam. Islam memerintahkan kaum Muslimin untuk menjadikan Aqidah Islam sebagai asas dalam kehidupan. Seorang muslim menyadari bahwa setiap amal perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Begitupun bagi para pemimpin. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan yang dijalankan. Dalam Islam pemimpin adalah seorang pengatur seluruh urusan rakyatnya. Dengan kesadaran ini akan melahirkan pemimpin yang mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi. Dalam menjalankan amanah ini dia akan berusaha menjalankan dengan optimal berdasarkan perintah dan larangan Allah SWT.

Dengan momen Bulan Rajab ini melalui peristiwa Isra’ Mi’raj, Baiat Aqabah Kedua dan runtuhnya Daulah Khilafah Islamiyah ini seharusnya membuat kita menyadari adanya kebutuhan bagi kita kepada penguasa yang dapat menegakkan hukum-hukum Allah SWT secara kaffah. Namun tegaknya hukum Allah SWT ini tidak akan terjadi dalam sistem Kapitalis Sekuler saat ini. Harus ada kepemimpinan global bagi kamu Muslimin yang akan menerapkan syariat Islam secara menyerluruh dalam segala aspek kehidupan. Yaitu Daulah Khilafah Islamiyah. Wallahu ‘alam bish showab.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image