Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image pdpm kabupaten pekalongan

Amanah dari Tanah untuk Masa Depan Bangsa

Khazanah | 2026-01-15 08:03:09

Di tengah berbagai persoalan bangsa—krisis kejujuran, kerusakan lingkungan, dan kegelisahan generasi muda tentang arah masa depan—kita sering lupa pada pertanyaan paling mendasar: untuk apa manusia diciptakan dan ke mana kehidupan ini diarahkan?

Tak satu pun dari kita memilih dilahirkan dari keluarga, daerah, atau kondisi sosial tertentu. Semua itu adalah ketetapan Allah. Sejak awal, manusia memulai hidupnya bukan sebagai makhluk yang bebas tanpa arah, melainkan sebagai penerima amanah kehidupan.

Al-Qur'an menegaskan hubungan manusia dengan tanah secara tegas dan mendalam dalam QS Thaha ayat 55:

“Dari bumi Kami menciptakan kamu, maka Kami akan mengembalikan kamu, dan darinya Kami akan membangkitkan kamu kembali.”

Ayat ini bukan hanya menjelaskan asal-usul biologi manusia, tetapi juga membangun kesadaran etis. Manusia berasal dari tanah, hidup di atas tanah, dan kelak kembali ke tanah. Oleh karena itu, tanah bukanlah objek eksploitasi semata, melainkan ruang amanah yang harus dilindungi.

Dalam konteks Indonesia, pesan ini sangat relevan. Ketika tanah dirusak, lingkungan dieksploitasi, dan alam dikorbankan demi kepentingan suatu saat, manusia sejati sedang melupakan jati dirinya sendiri. Merawat bumi bukan isu sampingan, tetapi bagian dari tanggung jawab keimanan.

Lebih jauh lagi, ayat tersebut juga menghapus alasan untuk merasa lebih unggul dari yang lain. Semua manusia berasal dari bahan yang sama dan akan kembali ke tempat yang sama. Al-Qur'an menegaskan dalam QS Al-Hujurat ayat 13 bahwa kemuliaan manusia hanya diukur dari ketakwaannya, bukan dari status, jabatan, atau kekuasaan.

Lalu, apa tujuan utama manusia diciptakan?

Allah menjawab dengan sangat jelas dalam QS Adz-Dzariyat ayat 56:

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

Ibadah dalam Islam tidak terbatas pada ritual. Ia mencakup seluruh dimensi kehidupan: kejujuran dalam bekerja, keadilan dalam mengambil keputusan, kepedulian sosial, serta tanggung jawab menjaga kehidupan bersama. Ibadah adalah kesadaran hidup yang terarah.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menegaskan bahwa Allah tidak menciptakan manusia tanpa perintah dan larangan. Artinya, hidup tanpa nilai dan etika adalah bentuk pengingkaran terhadap tujuan penciptaan itu sendiri.

Generasi muda Indonesia hari ini hidup dalam ujian yang kompleks. Ujian integritas, konsistensi iman, dan keberanian memilih jalan yang benar. Semua itu telah Allah gambarkan dalam QS Al-Mulk ayat 2:

“Dia menciptakan mati dan hidup untuk menguji siapa di antara kamu yang paling baik amalnya.”

Ujian hidup bukanlah alasan untuk melanggar ketentuan Allah, melainkan peluang untuk memperkuat kedekatan kepada-Nya. Allah Maha Perkasa sekaligus Maha Pengampun bagi hamba yang mau kembali dan memperbaiki diri.

Hidup pada hakikatnya adalah ladang. Apa yang ditanam hari ini—kejujuran atau kelalaian, kepedulian atau ketidakadilan—akan dipanen di akhirat kelak. Oleh karena itu, kematian bukanlah akhir perjalanan, melainkan pintu menuju pertanggungjawaban amal.

Usia tidak pernah bisa terulang. Ia terus berkurang, bahkan saat manusia merasa diam. Maka setiap bangun tidur sejatinya adalah kelahiran kembali—kesempatan baru untuk menata arah hidup dan memperbaiki peran.

Di tangan generasi muda, masa depan bangsa ini dipertaruhkan. Dari tanah kita berasal, dan kepada Allah kita kembali. Di antara keduanya, ada amanah besar: menjalani hidup dengan iman, tanggung jawab, dan kebermanfaatan bagi sesama.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image