Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image 02.adinda zahra

Kemandirian Desa Kedungudi: Mengubah Limbah Menjadi Solusi Pakan Ternak

Agama | 2026-01-12 09:47:05

Oleh: Adinda Zahra May Shesa (Mahasiswi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)
Masalah klasik di perdesaan sering kali berputar pada dua titik: tumpukan sampah organik yang mencemari lingkungan dan tingginya biaya pakan ternak komersial yang membahayakan dompet petani. Di Desa Kedungudi, tantangan ini dijawab dengan langkah taktis yang sederhana namun revolusioner melalui budidaya cacing African Night Crawler (ANC).
Logikanya efisien dan berorientasi pada sirkular ekonomi. Cacing-cacing ini tidak memerlukan biaya pakan tambahan karena mereka hidup dan berkembang biak dengan mengonsumsi limbah domestik, mulai dari sisa makanan rumah tangga hingga sampah pertanian warga. Dengan biaya input “nol rupiah”, warga Kedungudi kini telah mampu menguasai teknik budidaya yang kompleks, mulai dari pemeliharaan harian hingga fase reproduksi yang menghasilkan bibit baru secara berkelanjutan.
Namun, keberhasilan teknis ini membawa Desa Kedungudi pada tantangan baru. Warga yang kini mahir memproduksi cacing dan vermikompos mulai dilanda kebingungan mengenai jalur distribusi hasil panen. Ketiadaan distributor resmi sering kali dianggap sebagai jalan buntu. Padahal, jika kita jeli, solusi distribusi ada di depan mata dan tidak selalu harus bergantung pada pihak luar.
Kemandirian tidak harus menunggu pembeli dari jauh. Cacing-cacing yang dipanen adalah sumber protein tinggi yang bisa langsung dimanfaatkan sebagai pakan segar untuk ternak milik warga sendiri. Dengan memberikan cacing hasil budidaya limbah ini kepada ternak, warga di Kedungudi dapat bergantung pada produsen pakan yang harganya terus melonjak. Inilah inti dari solusi yang ditawarkan: limbah diolah menjadi cacing secara gratis, dan cacing tersebut menjadi solusi pakan ternak yang berkualitas.
Pemerintah Desa Kedungudi dan BUMDes harus menangkap peluang ini dengan membangun ekosistem kolektif. Jangan biarkan antusiasme warga padam hanya karena belum ada distributor resmi. Jika warga mampu mengolah limbah menjadi pakan ternak mandiri, maka Kedungudi tidak hanya sedang membersihkan desa dari sampah, namun juga menerima kesejahteraan ekonomi dari halaman rumahnya sendiri.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image