Optimalisasi Media Digital untuk Meningkatkan Kompetensi Guru SD di Mojokerto
Eduaksi | 2026-01-14 23:50:56Kedungudi, Mojokerto - Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan dasar perlahan tapi pasti mulai menunjukkan perubahan. Hal ini terlihat dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di SDN 1 Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Melalui optimalisasi media digital seperti Canva, Kahoot, dan Quizizz, para guru didorong untuk lebih adaptif terhadap pembelajaran berbasis teknologi yang interaktif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Kegiatan ini berupa pelatihan dan pendampingan pemanfaatan media pembelajaran digital menggunakan Canva untuk pembuatan materi visual, serta Kahoot dan Quizizz sebagai sarana evaluasi interaktif. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan literasi teknologi guru sekolah dasar agar proses belajar mengajar tidak lagi monoton dan konvensional.
Sasaran kegiatan utama adalah para guru SDN 1 Kedungudi. Program ini dilaksanakan oleh tim pengabdian dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang dipimpin oleh Naufal Abdillah, S.Kom., M.Kom., bersama mahasiswa peserta KKN. Kolaborasi dosen dan mahasiswa ini menjadi kekuatan utama dalam transfer pengetahuan dan praktik teknologi pembelajaran.
Pelatihan dilaksanakan di SDN 1 Kedungudi, Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Sekolah dasar ini dipilih karena masih terbatasnya pemanfaatan media pembelajaran digital dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari, meskipun potensi pengembangan berbasis teknologi cukup besar.
Kegiatan pengabdian ini berlangsung pada tanggal 8–9 Januari 2026. Dalam waktu singkat tersebut, para guru mendapatkan pembekalan mulai dari pengenalan konsep hingga praktik langsung penggunaan Canva, Kahoot, dan Quizizz dalam konteks pembelajaran SD.
Latar belakang kegiatan ini berangkat dari kenyataan bahwa sebagian guru masih bergantung pada metode pembelajaran konvensional dan belum terbiasa menggunakan platform digital. Akibatnya pembelajaran kurang variatif, interaksi siswa terbatas, dan evaluasi masih dilakukan secara manual.
Kepala SDN 1 Kedungudi, Ibu Wiwin Herowati., menyatakan, “Pelatihan ini sangat membantu kami untuk memahami dan langsung mempelajari media pembelajaran digital. Kini, kelas kami lebih interaktif, dan anak-anak terlihat lebih antusias belajar.”
Selain itu, Kepala Desa Kedungudi, Bapak H Dul Mukti, menambahkan, “Kami sangat mendukung kegiatan ini karena peningkatan kompetensi guru akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan di desa. Anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang lebih modern dan menyenangkan.”
Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif. Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai pentingnya literasi teknologi, dilanjutkan pelatihan dan praktik langsung pembuatan materi ajar visual menggunakan Canva serta presentasi kuis interaktif melalui Kahoot dan Quizizz. Guru tidak hanya mendengarkan materi, tetapi langsung mencoba, berdiskusi, dan mengajarkan prinsip media digital dalam pembelajaran. Hasilnya, guru mampu menghasilkan media terbuka digital, kuis interaktif, serta memiliki panduan modul untuk praktik mandiri di depannya.
Melalui program ini, pembelajaran di SDN 1 Kedungudi mulai bergerak ke arah yang lebih inovatif dan adaptif. Optimalisasi media digital bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang membuka ruang kreativitas guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus berlanjut agar transformasi pembelajaran digital benar-benar menjadi budaya di sekolah dasar.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
