Kajian Tafsir Ibnu Katsir QS. Yasin (71-76)
Agama | 2026-01-05 06:38:16Tafsir Surah Yasin Ayat 71 - 76.
Oleh bapak Ustadz Edy S (Sekretaris Takmir)
Nikmat Penciptaan Binatang Ternak (Ayat 71-73)
Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan nikmat-nikmat yang diberikan-Nya kepada para makhluk-Nya berupa penciptaan binatang ternak yang ditundukkan untuk mereka.
Ayat 71:
أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّا خَلَقْنَا لَهُم مِّمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَآ أَنْعَٰمًا فَهُمْ لَهَا مَٰلِكُونَ
"Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?"
Mengenai kalimat "lalu mereka menguasainya", Qatadah menjelaskan bahwa hal itu berarti Allah menjadikan manusia memiliki kemampuan untuk memaksa dan mengatur binatang-binatang tersebut. Binatang-binatang itu tunduk kepada manusia, bahkan seandainya seorang anak kecil datang kepadanya, ia mampu menjinakkannya dan mengendarainya.
Ayat 72:
وَذَلَّلْنَٰهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ
"Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan."
Binatang tersebut menjadi tunggangan dalam perjalanan serta pengangkut barang-barang berat ke berbagai daerah. Selain itu, manusia juga dapat memotong dan menyembelihnya untuk dimakan.
Ayat 73:
وَلَهُمْ فِيهَا مَنَٰفِعُ وَمَشَارِبُ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ
"Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?"
Manfaat-manfaat yang dimaksud berasal dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing sebagai alat rumah tangga dan perhiasan. Sedangkan "minuman" berasal dari air susunya. Allah menutup ayat ini dengan teguran, mengapa mereka tidak bersyukur dan mengesakan Sang Pencipta alih-alih menyekutukan-Nya.
Pelarangan Menyekutukan Allah dan Penghiburan bagi Rasulullah (Ayat 74-76)
Ayat 74:
وَٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ ءَالِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنصَرُونَ
"Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan."
Orang-orang musyrik berharap berhala-berhala tersebut dapat menolong, memberi rezeki, dan menjadi perantara kepada Allah.
Ayat 75:
لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُندٌ مُّحْضَرُونَ
"Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka; Padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka."
Berhala-berhala itu sangat lemah, tidak kuasa menolong penyembahnya, bahkan tidak kuasa menolong diri mereka sendiri. Mujahid menjelaskan bahwa pada hari Kiamat, berhala-berhala ini akan dikumpulkan dan dihadirkan di hadapan para penyembahnya untuk menambah duka cita dan menjadi bukti (hujjah) yang nyata atas kesesatan mereka.
Ayat 76:
فَلَا يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ
"Maka janganlah ucapan mereka menyedihkanmu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan."
Allah menghibur Rasulullah agar tidak bersedih atas ucapan kaum kafir yang mendustakan dan mengkufuri Allah. Allah mengetahui seluruh kondisi mereka dan akan membalas setiap amal perbuatan mereka—baik yang kecil maupun besar, yang lama maupun yang baru—pada hari ketika seluruh amal diperlihatkan.
Mohon do'a atas proses pembangunan Masjid Attaqwa Sengkaling.
(Ketua Takmir Masjid; Prof. DR. Yunianta, DEA)
Disusun oleh
Makkinuddin tim Lazismu Kabupaten Malang;
0852-3496-4872
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
