Menata Kabel Listrik, Menata Arah Masa Depan Kota Bandung
Bisnis | 2025-12-29 09:17:02Kota Bandung selama ini dikenal sebagai kota kreatif, pusat pendidikan, serta laboratorium inovasi perkotaan. Berbagai gagasan tentang kota pintar, ekonomi kreatif, dan pengembangan ruang publik terus bermunculan. Namun di balik citra progresif tersebut, masih tersisa persoalan mendasar yang sering diabaikan: kabel listrik yang semrawut dan belum tertata secara modern.
Di banyak ruas jalan, kabel listrik bergelantungan rendah, saling bersilangan dengan kabel telekomunikasi, bahkan menjulur di atas trotoar. Kondisi ini tidak hanya mengganggu keindahan kota, tetapi juga menghadirkan risiko keselamatan bagi warga serta menunjukkan lemahnya pengelolaan infrastruktur perkotaan.
Kabel Listrik dan Wajah Kota
Infrastruktur adalah cermin wajah kota. Kabel listrik yang tidak tertata menimbulkan kesan kumuh, semrawut, dan tidak aman. Bagi kota yang ingin bergerak menuju standar urban modern, kondisi ini menjadi kontradiksi yang nyata.
Pertumbuhan penduduk, meningkatnya kebutuhan energi, serta perluasan jaringan komunikasi membuat penambahan kabel sering dilakukan secara cepat dan parsial. Tanpa perencanaan yang terintegrasi, sistem yang terbentuk menjadi tidak efisien dan rawan gangguan, terutama saat cuaca ekstrem.
Modernisasi Infrastruktur sebagai Inovasi Dasar
Inovasi kota tidak cukup hanya diwujudkan melalui aplikasi digital atau slogan kota pintar. Inovasi sejati justru berangkat dari infrastruktur dasar yang aman, rapi, dan berkelanjutan. Penataan kabel listrik—termasuk opsi transfer ke bawah tanah—merupakan langkah strategi yang sudah lama diterapkan di banyak kota maju.
Sistem kabel bawah tanah mampu mengurangi risiko korsleting, meningkatkan kebugaran pasokan listrik, serta memperbaiki kualitas ruang publik. Bagi Bandung, modernisasi ini bukan sekadar pilihan teknis, melainkan investasi jangka panjang untuk keselamatan dan daya saing kota.
Tantangan dan Hambatan
Penataan kabel listrik tentu tidak bebas hambatan. Biaya pembangunan yang besar sering menjadi alasan utama tertundanya. Selain itu, koordinasi antar pemangku kepentingan—pemerintah daerah, perusahaan listrik, dan operator telekomunikasi—masih menjadi tantangan serius.
Konsistensi kebijakan juga menjadi faktor penentu. Penataan infrastruktur membutuhkan lintas perencanaan sepanjang tahun dan lintas kepemimpinan. Tanpa komitmen jangka panjang, upaya yang telah dimulai berisiko berhenti di tengah jalan.
Peluang untuk Berbenah
Meski tantangan besar, peluang perubahan tetap terbuka. Kesadaran masyarakat terhadap keselamatan, kenyamanan, dan kualitas ruang kota semakin meningkat. Warga kini lebih kritis terhadap kondisi infrastruktur di sekitarnya.
Bandung juga memiliki modal intelektual yang kuat. Perguruan tinggi, komunitas profesional, dan perencana kota dapat dilibatkan dalam merancang sistem penataan kabel yang efisien dan sesuai dengan karakter lokal. Pendekatan bertahap—dimulai dari strategi kawasan—dapat menjadi solusi realistis di tengah keterbatasan anggaran.
Menara Infrastruktur, Menara Masa Depan
Menata kabel listrik bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari visi besar membangun kota yang aman, tertib, dan berkelanjutan. Kota besar tidak bisa terus menahan pembenahan infrastruktur dasarnya jika ingin bergerak maju.
Bandung memiliki semua modal untuk berubah: sumber daya manusia unggul, kesadaran masyarakat yang tumbuh, dan semangat inovasi yang kuat. Kini yang dibutuhkan adalah keberanian kebijakan dan konsistensi pelaksanaan. Sebab, menata kabel listrik sejatinya adalah menata arah masa depan Kota Bandung.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
