Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Refaliza Ailiyah

Ketika Alam Menagih: Banjir Bandang Tegal dan Cermin Kelalaian Kita

Politik | 2025-12-22 19:24:24
Gambar ilustrasi banjir Tegal, Jawa Tengah. Gambar dihasilkan oleh Gemini AI dengan prompt saya pribadi Refaliza Ailiyah.

Banjir bandang yang terjadi di Tegal, Jawa Tengah, bukan hanya sekedar bencana alam biasa. Ini adalah bencana alam sebagai peringatan serius bahwa kita telah terlalu lama mengabaikan keseimbangan lingkungan untuk kepentingan pembangunan yang berlebihan.

Banjir Tegal yang melanda pemukiman warga dalam waktu singkat menunjukkan dampak nyata dari perubahan penggunaan lahan yang tidak teratur. Hutan dan area penyerapan air di wilayah hulu telah diubah menjadi pemukiman dan lahan pertanian yang intensif. Ketika hujan turun dengan deras, air tidak dapat lagi tertampung di tanah, ia menjadi monster yang menyerang segala sesuatu yang dilewatinya.

Yang lebih mengkhawatirkan, peristiwa serupa terjadi hampir setiap tahun di berbagai daerah di Indonesia. Pola tanggapannya pun serupa: evakuasi mendesak, dukungan logistik, janji perbaikan infrastruktur, kemudian... hening. Sampai bencana berikutnya datang, dan siklus tersebut berulang kembali.

Kita tidak dapat terus menerus menyalahkan tingginya curah hujan atau faktor alam lainnya. Telah tiba waktunya untuk mengakui bahwa keinginan manusia untuk mengeksploitasi lingkungan adalah penyebab utama permasalahan ini. Pembangunan yang tidak didasarkan pada analisis dampak lingkungan yang menyeluruh, pengabaian terhadap penebangan hutan secara ilegal, serta lemahnya penegakan peraturan ruang adalah kesalahan-kesalahan kolektif yang kini harus kita bayar dengan harga yang tinggi.

Banjir bandang di Tegal seharusnya menjadi kesempatan untuk merenung, tidak hanya untuk pemerintah daerah, tetapi juga untuk kita semua. Pemulihan lingkungan bukanlah proyek yang bersifat sementara, melainkan sebuah komitmen jangka panjang yang memerlukan dukungan politik yang kuat serta keterlibatan masyarakat.

Alam tidak akan pernah berhenti meminta. Pertanyaannya adalah "Apakah kita akan terus membayar dengan nyawa dan kekayaan, atau mulai membayar dengan tanggung jawab dan kebijaksanaan?

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image