Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muthmainnah Yusron

Sya'ban: Jembatan Rindu Menuju Ramadhan

Agama | 2026-02-02 13:22:19

Bantul (MAN 3 Bantul) --

Bulan Sya‘ban merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Sya‘ban adalah bulan yang menjadi jembatan spiritual menuju Ramadan. Rasulullah SAW memperbanyak ibadah pada bulan ini, terutama puasa sunnah, sebagai bentuk persiapan diri sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

Ilustrasi ini menggambarkan suasana malam Nisfu Sya’ban sebagai momen mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan membaca Al-Qur’an. Di bawah cahaya bulan dan bintang, umat Islam diajak memperbanyak istighfar, memohon ampunan, serta menyiapkan hati menyambut Ramadhan dengan penuh harap dan keikhlasan.

Bulan Sya‘ban juga menjadi bulan istimewa. Bulan yang memiliki beberapa keutamaan penting dalam ajaran Islam, baik dari sisi waktu maupun amalan didalamnya.

Pertama, Sya’ban adalah waktu diangkatnya amal perbuatan. Salah satu alasan mengapa Rasulullah SAW sangat rajin berpuasa di bulan ini adalah karena Sya'ban merupakan momentum di mana catatan amal manusia dilaporkan kepada Allah SWT. Beliau bersabda bahwa beliau ingin ketika amalnya diangkat, beliau sedang dalam keadaan berpuasa. Ini adalah pengingat bagi kita untuk menutup "buku tahunan" kita dengan akhir yang baik (husnul khatimah).

Kedua, Sya’ban sebagai bulan pengampunan. Bahwa dipertengan bulan ini terdapat salah satu amaliyah yang oleh banyak umat Islam dipandang sebagai waktu penuh keberkahan dan kesempatan memperbanyak ibadah, yaitu “Malam Nisfu Sya'ban” (malam pertengahan bulan Sya‘ban: malam tanggal 15 Sya‘ban). Sebuah malam yang diyakini penuh dengan pancaran kasih sayang Allah. Pada malam ini, Allah melihat hamba-Nya dengan penuh ampunan, kecuali bagi mereka yang menyekutukan-Nya atau mereka yang hatinya masih menyimpan dendam dan permusuhan terhadap sesama.

Ketiga, Bulan Shalawat dan Kecintaan pada Nabi, bahwa bulan Sya'ban yang dijuluki sebagai Bulan Shalawat. Hal ini dikarenakan ayat perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW (QS. Al-Ahzab: 56) turun pada bulan ini. Ini adalah momen yang tepat untuk mempererat ikatan batin dengan Rasulullah SAW. melalui untaian doa dan pujian.

Selain itu, Sya’ban menjadi bulan yang begitu berharga, karena sya’ban ini sebagai bulan masa transisi. Seringkali manusia lalai karena terhimpit di antara kemuliaan Rajab dan kemegahan Ramadan. Namun, bagi mereka yang terjaga, Sya'ban adalah kesempatan emas untuk melatih kedisiplinan ibadah (puasa sunnah); membersihkan hati dari penyakit benci dan hasad; dan memperbanyak istighfar sebagai bentuk pemanasan sebelum memasuki bulan suci.

Sya‘ban mengajarkan umat Islam untuk memperbaiki niat, membersihkan hati, serta memperkuat hubungan dengan Allah melalui doa, istigfar, dan sedekah. Dengan menghidupkan bulan Sya‘ban, seorang muslim sedang menyiapkan jiwa agar lebih siap, khusyuk, dan ikhlas dalam menyambut datangnya Ramadan sebagai bulan pembinaan iman dan takwa.

Mari kita jadikan Sya'ban tahun ini sebagai ajang pembuktian cinta kita kepada Sang Pencipta, agar saat hilal Ramadan muncul, hati kita sudah dalam keadaan bening dan siap menerima cahaya-Nya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image