Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image faza nathaniela

Hancurnya Kejujuran dan Toleransi Akibat Politik

Politik | 2025-12-18 21:25:10

Politik merupakan hal yang sangat menarik untuk dibicarakan. Banyak orang yang ketika membicarakan politik mereka menjadi buta hatinya. Banyak teman yang karena politik menjadi musuh bebuyutan dan banyak lagi yang terjadi ketika politik yang menjadi bahasannya. Dalam dunia politik, perubahan sikap dan pandangan merupakan hal yang biasa terjadi. Banyak kejadian dimana politik dapat memecah belah orang selain itu karena politik maka banyak juga orang yang menghalalkan segala cara. Dalam pemilihan umum biasanya orang-orang akan saling berlomba untuk memperoleh posisi yang terbaik. Dengan mendapatkan posisi yang baik dalam politik, seseorang akan menjadi orang yang dikenal masyarakat dan merupakan batu loncatan untuk mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi lagi.

Banyak kasus politik yang melibatkan orang-orang yang dulunya mempunyai hubungan yang baik. Dunia politik di Indonesia menjadi sesuatu hal yang lebih banyak menarik perhatian masyarakat. Orang yang berpolitik akan berusaha untuk memberikan citra yang baik di hadapan masyarakat, namun tidak jarang ketika mereka sudah mendapatkan apa yang diinginkannya, maka mereka akan lupa terhadap orang-orang yang dulu memilihnya. Banyak kejadian di Indonesia yang memberikan Gambaran bahwa politik merupakan alat yang digunakan untuk dapat menarik minat masyarakat. Dalam dunia politik kita susah membedakan antara orang yang tulus benar-benar membantu masyarakat dan orang yang melakukan pencitraan. Hal ini dikarenakan antara ketulusan dan pencitraan sangat tipis perbedaannya. Tipisnya dua hal ini menyebabkan tercorengnya dunia politik di hadapan masyarakat dan kita bisa melihatnya dalam berbagai kejadian yang terjadi.

Dalam beberapa hari terakhir ini, kita dihebohkan dengan tragedi kemanusiaan yaitu banjir bandang yang menimpa provinsi Aceh dan Sumatera. Dalam tragedi ini banyak para politikus yang berlomba-lomba untuk memberikan perhatian atas kejadian ini. perhatian yang diberikan mereka bukan hanya mengenai bagaimana mereka membantu para korban namun lebih banyak kepada pendapat para politikus terhadap penyebab terjadinya banjir bandang di Aceh dan Sumatera tersebut. ketika kejadian ini sudah terjadi banyak dari mereka yang menganggap bahwa penebangan hutan secara massif di daerah Aceh dan Sumatera menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir bandang.yang banyak menelan korban jiwa.

Yang menjadi perhatian masyarakat Indonesia saat ini adalah bukan mengenai siapa yang melakukan penebangan hutan tersebut namun lebih tertuju kepada siapa yang membiarkan penebangan hutan itu terjadi. Ketika terjadi banjir bandang para politikus ini menuduh adanya penebangan hutan secara liar di daerah tersebut, namun yang menjadi persoalannya mengapa baru saat ini mereka menyadarinya ketika bencana sudah datang dan menelan banyak orang. Dimana hati Nurani kejujuran para politikus ini yang sering membuat Undang-Undang dan juga keputusan yang secara sadar telah membuat hancurnya alam. Dengan banyaknya politik yang terlibat, membuat masyarakat luas mempertanyakan masih adakah hati Nurani diantara para politikus ini. mereka ibaratnya datang ketika orang-orang sudah menderita dan bukannya membuat nyaman masyarakat dari awal dengan memperjuangkan hak-hak mereka.

Persiangan politik dan kedudukan telah membutakan para politikus, mereka sibuk dengan kemegahan, fasilitas dan juga berbagai kemudahan ketika mendapatkan posisi dalam dunia politik. Politik telah membuat hilangnya toleransi diantara mereka. Mereka yang biasa bersama-sama duduk dalam satu Gedung namun ketika mereka berada di luar Gedung berusaha untuk saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya. Kekuasaan politik telah membutakan hati dan pikiran mereka. Kejujuran sudah mulai hilang dalam diri politikus sehingga masyarakat sudah tidak percaya akan retorika politik yang tampilkan oleh para elite tersebut. Anggapan bahwa politik adalah kejam sudah mulai terbukti dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Politik yang seharusnya bisa mempersatukan mereka untuk tujuan yang mulia demi masyarakat telah hilang dan berubah menjadi saling menjatuhkan, saling menyalahkan dan saling menginginkan kekuasaan tanpa mereka menyadari tujuan mereka masuk ke dalam dunia politik.

Hilangnya rasa kejujuran dan toleransi membuat politik menjadi salah satu hal yang sangat dibenci oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Politik hanya dijadikan sebagai pencitraan dan bukan keiklasan yang datangnya dari hati. Kejujuran dan toleransi telah banyak diabaikan oleh para politikus. Walalupun sebenarnya masih ada sebagian kecil para politikus yang benar-benar bekerja dengan jujur, namun itu semua seakan hilang oleh tingkah laku sebagian besar para politikus lainnya yang sering melakukan hal-hal yang menimbulkan kontroversi dalam masyarakat. Akhirnya kita bisa melihat bahwa politik telah membuat kejujuran dan toleransi sebagai barang yang langka diantara mereka. Yang ada hanyalah bagaimana untuk bisa bertahan dalam dunia politik dengan menggunakan berbagai cara baik yang baik ataupun cara yang melukai politik itu sendiri.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image