Derita Perempuan dan Anak-anak Palestina, Kapan kah Berakhir?
Agama | 2026-02-28 10:19:32
Oleh: Dhevi Firdausi, ST.
Laporan investigasi Al Jazeera menguak fakta yang mencengangkan mata dunia, bahwa terdapat sekitar 2.842 warga Palestina hilang, sejak dimulainya agresi pada bulan Oktober 2023 yang lalu. Diduga, Israel telah menggunakan senjata termal dan termobarik untuk membunuh ribuan warga di jalur Gaza. Senjata ini memiliki suhu sangat tinggi, yang bisa membuat jasad manusia seolah menguap atau hilang tanpa jejak (CNN Indonesia, 13/02/2026).
Awalnya, adanya kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata menjadi harapan bagi rakyat Palestina. Namun harapan itu sirna, karena ternyata Israel terus menyerang Gaza, tidak mempedulikan gencatan senjata. Serangan diarahkan ke perumahan warga sipil, sehingga banyak korban kehilangan nyawa, termasuk perempuan dan anak-anak.
Penggunaan Termobarik Melanggar HAM
Salah satu bukti bahwa Israel melakukan genosida terhadap Palestina adalah dengan ditemukannya penggunaan senjata termobarik selama penjajahan. Ribuan rakyat telah lenyap tanpa jasad, karena termobarik mengubah suhu udara menjadi sangat tinggi mematikan setiap makhluk yang bernyawa. Israel melakukan penjajahan secara biadap dengan penggunaan senjata modern tersebut.
Negara-negara di seluruh dunia yang tergabung dalam PBB seolah diam, mereka tidak mampu menghentikan kebiadaban Israel. Padahal sudah jelas, bahwa yang dilakukan oleh zionis merupakan bentuk pelanggaran HAM. Dunia bisa melihat, yang menjadi sasaran serangannya adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Kejahatan zionis yahudi sudah tidak bisa diberikan toleransi, mereka tak layak mendapatkan solusi two nation state. Umat muslim seluruh dunia harus bersatu untuk membebaskan Palestina. Hanya jihad dari para tentara muslim, harapan satu-satunya untuk menghentikan kerusakan yang dilakukan oleh Israel.
Jihad Membebaskan Palestina
Haram hukumnya, memberikan jalan bagi Israel untuk menguasai Palestina dan negeri muslim lainnya. Haram juga hukumnya, berdamai dan mengalah pada kaum zionis tersebut. Mereka telah banyak membantai kaum muslimin, sehingga wajib untuk diperangi.
Umat IsIam ibarat satu tubuh, jika satu bagian merasakan sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan sakit yang sama. Demikian juga, ketika muslim di Palestina dibantai oleh zionis yahudi, maka kaum muslimin di seluruh dunia harus bersatu untuk membebaskan mereka. Pembebasan tersebut hanya bisa dilakukan dengan jihad, oleh tentara muslim.
Persatuan umat IsIam di seluruh dunia ini harus di bawah satu kepemimpinan, yaitu daulah IsIam. Jika saat ini, daulah IsIam belum tegak, maka dibutuhkan upaya kita untuk mewujudkannya. Daulah inilah yang akan menjadi perisai, dimana umat IsIam seluruh dunia akan berlindung di bawah kepemimpinannya, termasuk Palestina.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
