Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image

Mengenal Koleksi Antiquariat di BB Pustaka

Eduaksi | 2025-12-03 08:26:24

Ditulis oleh : Juznia Andriani

Berwisata ke Kota Bogor belum lengkap tanpa singgah di Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka). Terletak di Jalan Ir. H. Juanda No. 20, Bogor, lembaga ini merupakan lumbung pengetahuan pertanian Indonesia yang menyimpan ribuan koleksi berharga sejak masa kolonial. Lokasinya yang strategis di pusat kota membuatnya mudah dijangkau berbagai moda transportasi. Dari luar, gedungnya seperti perkantoran bertingkat, namun di dalamnya tersimpan kekayaan ilmu pengetahuan dan sejarah panjang literasi pertanian di Indonesia.

Sejarah Singkat BB Pustaka

Jejak sejarah BB Pustaka dimulai pada Mei 1842, saat lembaga ini didirikan sebagai bagian dari Kebun Raya Bogor (Land Plantentuin te Buitenzorg). Tujuan awalnya ialah menyediakan bahan literatur bidang botani dan ilmu alam tropis bagi para peneliti asing. Koleksi perdananya berasal dari 25 judul buku milik Jacques Pierot, yang dibeli atas saran J.K. Hasskarl, asisten hortulanus Land Plantentuin, serta M. Diard, anggota Natuurkundige Commissie (Komisi Ilmu Alam Hindia Belanda).

Perpustakaan ini terus berkembang dan pada tahun 1850 dikenal sebagai Bibliotheek’s Land Plantentuin te Buitenzorg. Dari sinilah cikal bakal perpustakaan ilmiah pertanian pertama dan tertua di Indonesia bermula. Dalam perjalanannya, perpustakaan mengalami beberapa kali perubahan nama dan struktur organisasi, mengikuti dinamika kelembagaan bidang pertanian nasional. Terakhir, pada tahun 2025, lembaga ini resmi bernama Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) di bawah naungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Koleksi Antiquariat: Harta Karun Pengetahuan Lama

Salah satu koleksi paling menarik dan bernilai tinggi di BB Pustaka adalah koleksi antiquariat. Istilah antiquariat merujuk pada bahan pustaka berusia lebih dari 50 tahun, yang memiliki nilai sejarah, ilmiah, dan budaya yang signifikan. Koleksi ini mencakup berbagai bidang seperti botani, pertanian, kehutanan, zoologi, dan geografi tropis, serta sejumlah publikasi ilmiah sejak masa Hindia Belanda.

Sebagian besar buku dalam koleksi antiquariat ditulis oleh peneliti Belanda dan Eropa yang melakukan penelitian di Nusantara. Buku-buku ini sebagian besar berbahasa Belanda dan Latin, dengan ukuran bervariasi, mulai dari kecil hingga hampir satu meter. Keunikan lain terletak pada ilustrasi tangan yang dibuat dengan ketelitian tinggi, menggambarkan berbagai spesies tanaman tropis secara realistis.Beberapa buku bahkan menggunakan sampul dari kulit lembu, kulit reptil, hingga logam tipis (kaleng seng) — menunjukkan kemewahan dan nilai seni buku masa lampau.

Upaya Preservasi dan Alih Media

Koleksi antiquariat memerlukan perawatan khusus karena sangat rentan terhadap kerusakan fisik dan kimia, seperti kelembapan, cahaya, keasaman kertas, serta serangan serangga. Oleh sebab itu, BB Pustaka melakukan preservasi fisik dan konten digital secara berkelanjutan.Langkah-langkah preservasi yang dilakukan antara lain pencucian kertas, bleaching, laminasi, dan deasidifikasi untuk menetralisir keasaman. Sementara itu, upaya pelestarian digital dilakukan melalui alih media ke bentuk elektronik (flip book), agar masyarakat tetap dapat mengakses isi koleksi tanpa harus menyentuh fisiknya.

Kegiatan ini tidak hanya menjaga kelestarian bahan pustaka, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap warisan literasi pertanian Indonesia, sesuai dengan prinsip “melestarikan sambil mendayagunakan”.

Nilai Historis dan Edukatif

Koleksi antiquariat menjadi sumber rujukan berharga bagi peneliti, akademisi, dan mahasiswa. Banyak mahasiswa Ilmu Perpustakaan, Ilmu Sejarah, dan Pertanian memanfaatkan koleksi ini untuk penulisan skripsi, tesis, maupun disertasi terutama dalam kajian botani dan sejarah pertanian. Bahkan, beberapa pengunjung merasa terharu saat menemukan karya tulisan leluhur mereka masih tersimpan dengan baik di BB Pustaka. Mahasiswa dari Belanda pernah magang juga untuk membantu menerjemahkan buku yang berbahasa Belanda ke bahasa Indonesia untuk dibuat anotasinya. Beberapa pemustaka memberikan apresiasi saat mengetahui masih ada lembaga yang dengan setia merawat buku-buku tua peninggalan sejarah. Kisah-kisah seperti ini menunjukkan bahwa perpustakaan tidak hanya menyimpan buku, tetapi juga menjaga ingatan kolektif bangsa.

Selain itu, BB Pustaka menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa yang mempelajari ilmu preservasi dan konservasi bahan pustaka. Banyak universitas menjadikan kunjungan ke BB Pustaka sebagai bagian dari kuliah lapangan dan studi banding, agar mahasiswa dapat belajar langsung praktik pelestarian bahan pustaka yang profesional dan berbasis standar nasional.

Ayo Kunjungi BB Pustaka

Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat sejarah pertanian Indonesia dan kekayaan literasi masa lalu, BB Pustaka adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Di sinilah pengetahuan lama dijaga, dirawat, dan dihidupkan kembali melalui teknologi modern.Dengan semangat literasi dan pelestarian, BB Pustaka terus berkomitmen menjadi pusat rujukan literasi pertanian dan warisan pengetahuan bangsa.Kunjungi BB Pustaka di Jalan Ir. H. Juanda No. 20, Bogor. Mari rawat masa lalu untuk masa depan. Salam Literasi! (JA)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image