Cinta yang tak Berani Menyapa: Jilid II
Ekspresi | 2026-03-15 17:08:33
Hai,
Ingat surat yang terbang bersama angin?
Pesan yang dibawakan oleh merpati?
Dan kode morse yang disampaikan oleh langit?
Apa kau ingat itu semua?
Atau hanya menghembus rongga telinga?
Tiga bulan berjalan dalam waktu
Kini, aku kembali menjadi semu
Duduk di antara ketidakpastian aku dan kamu
Berdiri di jurang perasaan yang menyapa sendu
Setia untuk menunggu
Menunggu balasan yang tak kunjung bertemu
Sepertinya, Kau tidak pernah mengirim balasan satupun
Karena aku tidak merasakan apapun
Aku pikir,
Terdapat dua kemungkinan:
Kau tidak mampu memahami pesan yang kuhantarkan
Atau kau tidak mampu menulis jawaban
Aku tidak tahu pasti
Namun, tanpa ku-sadari
Kau seolah memberikan jarak di antara kita
Perlahan tapi pasti tanpa jeda
Aku rasa itu sebagai pertanda
Tetapi, aku tidak menganggap itu sebagai jawaban
Karena jauh dari apa yang kuharapkan
Bukan itu yang kuinginkan
Dan bagiku, itu adalah pesan yang tak terjawabkan
("Jangan berharap pada sosok yang bernyawa."
Ucap seorang sahabatku
Yang seketika menyambar jalan pikiranku
Menggoyahkan renjana di hatiku
Dan menjalar hingga seluruh tubuhku)
Aku berusaha untuk berdiri
Menoleh ke belakang dan berlari
Menjauhi jurang yang ku-ciptakan sendiri
Biarkan ini semua menjadi narasi
Dikenang hingga akhirnya waktu berhenti
Sampai kita bertemu kembali
Di tempat yang tak pernah kita kunjungi
Aku akan kembali
Ke dalam relung hati
Memberi ruang pada kehampaan menepi
Membiarkan kekosongan ku-nikmati
Atas bagian dari manusiawi.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
