Uang Baru dan Nuansa Baru di Raga Kita
Info Terkini | 2025-11-23 14:12:34
Setiap emisi desain uang baru yang dilakukan pemerintah senantiasa memicu dua kutub opini di ruang publik: kubu yang menyambutnya dengan antusiasme, dan kubu yang menunjukkan keraguan. Hal ini dapat dimaklumi, mengingat uang tidak hanya berfungsi sebagai media transaksi. Ia merepresentasikan perjalanan suatu bangsa, mencerminkan identitas, dan juga merupakan objek keseharian yang secara implisit mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap negara tempat mereka bermukim.
Uang yang saat ini telah tersebar ditandai dengan palet warna yang lebih pekat, penggambaran figur-figur nasional yang lebih dinamis, serta peningkatan pada aspek baru pengamanan teknologi pada intinya bertujuan mengkomunikasikan sebuah pesan fundamental: Indonesia tengah mengalami kemajuan. Namun relevansi pertanyaan yang muncul adalah, apakah masyarakat merasakan pergerakan yang sama?
Meskipun demikian, kritik yang muncul tetap memiliki dasar. Kurangnya sosialisasi, implementasi yang tiba-tiba, serta memuat mengenai desain visual mengindikasikan bahwa reformasi moneter memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif. Reformasi ini idealnya didampingi oleh peningkatan transparansi, edukasi finansial, dan forum diskusi publik. Uang baru yang digagas seharusnya tidak menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, melainkan menumbuhkan rasa partisipasi.
Intinya, uang baru berfungsi sebagai representasi. Sementara itu, nilai fundamentalnya terletak pada kemampuan kita sebagai negara dalam mengelola keuangan, mempertahankan kestabilan ekonomi, dan memupuk keyakinan publik. Tanpa fondasi tersebut, seindah apa pun rencana uang baru, ia hanya akan kehilangan fungsinya sebagai alat tukar yang berarti.
Namun, jika pembaruan ini dipandang sebagai sebuah inisiatif awal menuju modernisasi yang lebih luas, maka optimisme dapat ditumbuhkan. Perubahan signifikan seringkali berawal dari langkah-langkah kecil yang berada dalam jangkauan kita metaforis maupun harfiah.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
